KUTAI BARAT, datariau.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan penghadangan terhadap rombongan penceramah kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS), saat tiba di Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/7/2026).
Dalam video yang viral di berbagai platform media sosial, terlihat situasi tegang ketika sejumlah orang diduga berusaha mencegat iring-iringan mobil Mitsubishi Pajero Sport yang membawa UAS beserta rombongannya keluar dari area bandara.
Aparat gabungan dari kepolisian dan TNI tampak sigap membentuk barikade untuk mengamankan jalur kendaraan, sehingga rombongan dapat meninggalkan lokasi tanpa terjadi bentrokan fisik.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan rinci mengenai kronologi peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polres Kutai Barat, Sukoco, tidak menjelaskan secara detail insiden yang terjadi. Ia hanya membagikan sejumlah dokumentasi dan tautan pemberitaan yang menunjukkan seluruh agenda dakwah UAS di Kutai Barat tetap berlangsung sesuai jadwal.
Baca juga:Ustadz Abdul Somad: Sesuatu yang Batil Jika Diberitakan Bisa Menjadi Betul
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat, Johan Marpaung.
Menurut Johan, dirinya tidak mengetahui secara rinci dinamika yang terjadi saat penjemputan di Bandara Melalan karena hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab panitia dari Islamic Center.
"Belum tahu persis seperti apa ceritanya. Tiba-tiba kok ada berita ramai di media. Alhamdulillah lancar dan aman," ujar Johan, Ahad (5/7/2026).
Meski sempat muncul ketegangan saat kedatangan, kegiatan dakwah UAS tetap berlangsung sebagaimana direncanakan.
Baca juga:PWI Riau Hadirkan UAS di Tablig Akbar Ramadan 1447 H, Momentum Perkuat Integritas Wartawan
Pada Jumat malam, UAS menyampaikan Tablig Akbar di Islamic Centre Melak yang dihadiri ribuan jemaah. Safari dakwah kemudian berlanjut pada Sabtu (4/7/2026) dalam acara tasyakuran Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam. Acara tersebut juga dihadiri oleh Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama RI.
Abu Janda Soroti Latar Belakang Penolakan
Di tengah ramainya perbincangan publik, Permadi Arya atau yang dikenal sebagai Abu Janda turut memberikan tanggapan melalui akun Instagram pribadinya pada Ahad (5/7/2026).
Dalam unggahannya, Abu Janda mengajak masyarakat untuk melihat konteks di balik viralnya video dugaan penghadangan tersebut.
"Guys, ini lagi rame Ustadz Abdul Somad ditolak dan dihadang oleh masyarakat di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kita harus paham konteksnya dulu ya," tulisnya.
Baca juga:PWI Riau Gelar Buka Puasa Bersama dan Tausiyah Ramadan Ustadz Abdul Somad
Ia kemudian menyinggung sejumlah kontroversi yang pernah melibatkan UAS, termasuk ceramah lama yang menuai protes dari sebagian umat Kristiani karena dianggap menyinggung simbol salib.
Menurut Abu Janda, ceramah tersebut sempat dilaporkan ke kepolisian oleh sejumlah kelompok masyarakat, namun hingga kini tidak berlanjut ke proses hukum.
Selain itu, ia juga mengaitkan peristiwa di Kutai Barat dengan pencegahan masuk terhadap UAS oleh otoritas imigrasi Singapura beberapa tahun lalu. Menurutnya, rekam jejak ceramah UAS menjadi salah satu faktor yang memicu penolakan di sejumlah tempat.
Baca juga:Sambut Ramadan, Polres Kampar Adakan Tabligh Akbar bersama UAS
"Jadi intinya, kalau sampai ditolak sama masyarakat kayak gini, ya introspeksilah. Jangan nyalahin masyarakat yang nolaknya. Ente Somat udah bener belum kotbahnya. Mat Somat," tulis Abu Janda.