Advertorial Pemerintah Kota Pekanbaru

Pekanbaru 242 Tahun: Kolaborasi Menjadi Aksi, Dari Pertumbuhan Ekonomi hingga Rekor MURI

datariau.com
116 view
Pekanbaru 242 Tahun: Kolaborasi Menjadi Aksi, Dari Pertumbuhan Ekonomi hingga Rekor MURI
Foto: Ist.
Puncak kebanggaan datang ketika Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) secara resmi menganugerahkan penghargaan atas kategori "Sajian Kue Talam Ketan Durian Terpanjang" kepada Pemerintah Kota Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Usia ke-242 tahun menjadi momentum istimewa bagi Kota Pekanbaru untuk menegaskan posisinya sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Dengan mengusung tema "Berkolaborasi Menjadi Aksi" dan tagline "Pekanbaru KolaborAksi", peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas berbagai capaian pembangunan yang telah dirasakan masyarakat.

Perjalanan panjang selama lebih dari dua abad telah membentuk Pekanbaru menjadi kota metropolitan yang terus berkembang. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar, berbagai program strategis mulai menunjukkan hasil nyata dalam kurun waktu sekitar satu tahun empat bulan masa pemerintahan.

Pertumbuhan Ekonomi Melampaui Rata-Rata Nasional


Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru yang mencapai 7,91 persen pada Triwulan I Tahun 2026, angka yang melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.

Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya konsumsi masyarakat, investasi yang terus bertambah, serta aktivitas perdagangan dan jasa yang semakin dinamis. Sebagai kota yang menjadi pusat ekonomi Riau, Pekanbaru terus memperkuat daya saing daerah melalui berbagai kebijakan yang mendukung iklim usaha dan investasi.

Keberhasilan tersebut juga tercermin dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melonjak dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun. Kenaikan PAD ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena dinilai sebagai bukti keberhasilan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

Peningkatan tersebut didorong oleh penyederhanaan proses perizinan, digitalisasi pelayanan publik, serta meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

Kebijakan Pro-Rakyat yang Langsung Dirasakan


Komitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan sehari-hari warga.

Salah satunya adalah penurunan tarif parkir melalui Peraturan Wali Kota Nomor 2 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, tarif parkir kendaraan roda dua ditetapkan hanya Rp1.000 dan roda empat Rp2.000 untuk sekali parkir.

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu mengurangi beban pengeluaran harian sekaligus menciptakan sistem parkir yang lebih tertib dan transparan.

Infrastruktur Terus Dibenahi


Pemerintah Kota Pekanbaru juga menjadikan pembenahan infrastruktur sebagai prioritas utama. Berbagai ruas jalan rusak diperbaiki, pembangunan jalan mantap terus dilakukan, serta penataan drainase dipercepat untuk mengurangi risiko banjir.

Sepanjang tahun berjalan, pemerintah melakukan pemeliharaan jalan lingkungan sepanjang 7.000 meter serta pembersihan drainase di seluruh 15 kecamatan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman, aman, dan bebas dari genangan saat musim hujan.

Green City dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan


Persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan kota besar juga mendapat perhatian serius.

Pemerintah Kota Pekanbaru membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di seluruh kelurahan sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Gerakan memilah sampah dari sumber terus digalakkan sebagai bagian dari program Green City.

Tidak hanya masyarakat, ASN dan tenaga non-ASN di lingkungan pemerintah kota juga dilibatkan sebagai contoh dalam penerapan pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik dan berkelanjutan.

Transportasi Ramah Lingkungan dan Pendidikan


Dalam mewujudkan kota modern yang berkelanjutan, Pemko Pekanbaru mulai melakukan uji coba bus listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan.

Kehadiran bus listrik diharapkan mampu mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas udara perkotaan.

Sementara itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian melalui penyediaan layanan transportasi gratis bagi pelajar, sebuah program yang bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum sejak usia dini.

Penguatan Ekonomi Kerakyatan


Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui berbagai program pemberdayaan.

Mulai dari subsidi bunga pinjaman usaha, bantuan permodalan, hingga penciptaan wirausaha baru dilakukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Program tersebut turut berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan Kota Pekanbaru hingga berada di kisaran 3,1 persen, salah satu yang terendah di wilayah Sumatera.

Pelayanan Publik Semakin Dekat dengan Warga


Inovasi pelayanan publik terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat.

Salah satu terobosan yang mendapat apresiasi adalah kehadiran Mobil AMAN (Administrasi Mudah, Aman, dan Nyaman) yang dioperasikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru.

Melalui layanan jemput bola ini, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan dengan lebih mudah, cepat, dan dekat tanpa harus datang ke kantor pelayanan utama.

48 Agenda Meriah Warnai Hari Jadi ke-242


Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242, Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan 48 rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan tersebut mencakup pelayanan publik, olahraga, kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian budaya Melayu.

Sejumlah program unggulan yang dihadirkan antara lain:

* Penghapusan denda pajak daerah hingga 31 Agustus 2026.
* Pemasangan instalasi listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu.
* Sunatan massal gratis.
* Pelayanan kesehatan dan sosial.
* Berbagai festival budaya dan ekonomi kreatif.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa peringatan hari jadi kota tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Festival Kue Talam Ketan Durian Pecahkan Rekor MURI



Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 terjadi saat digelarnya Festival Kue Talam Ketan Durian sepanjang satu kilometer.

Ribuan warga memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari. Antusiasme masyarakat begitu tinggi sehingga festival tersebut menjadi salah satu kegiatan paling sukses yang pernah digelar dalam beberapa tahun terakhir.

Festival ini tidak hanya menghadirkan sajian kuliner khas Melayu, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan kota modern.

Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia tampak berbaur menikmati suasana kebersamaan yang sarat nilai budaya dan kekeluargaan.

Rekor MURI Jadi Kado Istimewa


Puncak kebanggaan datang ketika Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) secara resmi menganugerahkan penghargaan atas kategori "Sajian Kue Talam Ketan Durian Terpanjang" kepada Pemerintah Kota Pekanbaru.

Dalam momen yang terekam pada acara penyerahan penghargaan, perwakilan MURI menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru yang diterima langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan panitia pelaksana.

Penghargaan tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi Kota Pekanbaru sekaligus simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, budayawan, dan berbagai elemen daerah.

Rekor MURI yang diraih bukan sekadar pencapaian seremonial, tetapi juga menjadi bukti bahwa budaya Melayu tetap hidup, berkembang, dan mampu menjadi daya tarik yang membanggakan di tingkat nasional.

Kolaborasi yang Melahirkan Prestasi


Di usia ke-242 tahun, Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya, memperkuat kebersamaan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui semangat "Pekanbaru KolaborAksi", pemerintah dan masyarakat membuktikan bahwa kolaborasi yang diwujudkan dalam tindakan nyata mampu menghasilkan perubahan dan prestasi yang membanggakan.

Hari Jadi ke-242 bukan sekadar perayaan perjalanan panjang sebuah kota, melainkan penegasan bahwa Pekanbaru terus bergerak maju menjadi kota yang modern, berdaya saing, berbudaya, dan semakin dicintai oleh warganya. Rekor MURI Kue Talam Ketan Durian Terpanjang menjadi simbol bahwa ketika kolaborasi menjadi aksi, maka kemajuan dan prestasi bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kenyataan. (adv)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)