Ustadz Abdul Somad: Sesuatu yang Batil Jika Diberitakan Bisa Menjadi Betul

datariau.com
154 view
Ustadz Abdul Somad: Sesuatu yang Batil Jika Diberitakan Bisa Menjadi Betul
Foto: Ist.
UAS saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Riau di Rumah Omak, Jumat (12/6/2026).

KAMPAR, datariau.com - Pendakwah nasional Ustadz Abdul Somad (UAS) mengingatkan pentingnya tanggung jawab media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, pemberitaan yang dilakukan secara terus-menerus dapat membentuk persepsi publik, bahkan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak benar.

Hal itu disampaikan UAS saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Riau di Rumah Omak, Kompleks Pondok Pesantren Tahfizh Qur'an Az-Zahra dan Pesantren Nurul Azhar, Rimbo Pajang, Kabupaten Kampar, Jumat (12/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, UAS menegaskan bahwa kekuatan media bukan hanya terletak pada kemampuannya menyebarkan informasi, tetapi juga membentuk cara pandang masyarakat terhadap suatu persoalan.

"Tidak ada opini publik, yang ada itu opini yang dipublikasikan. Tergantung siapa yang mempublikasikannya. Sesuatu yang batil kalau terus diberitakan sebagai betul, akan bisa menjadi betul," kata UAS.

Karena itu, menurut UAS, insan pers dan perusahaan media harus berhati-hati dalam menjalankan fungsi pemberitaan. Kesalahan dalam menyajikan informasi dapat menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

"Harus hati-hati memberitakan, karena yang batil bisa menjadi betul dan yang betul bisa menjadi batil," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan UAS saat menerima kedatangan rombongan JMSI Riau yang datang untuk menyampaikan penetapan dirinya sebagai penerima JMSI Award 2026 kategori Voice of the Ummah. Penghargaan itu akan diserahkan pada malam puncak HUT ke-6 JMSI Riau yang digelar 25 Juni 2026 di Pekanbaru.

Di hadapan pengurus JMSI Riau, UAS menilai organisasi perusahaan media memiliki peran yang sangat besar dalam membangun kesadaran publik dan mencerahkan masyarakat. Karena itu, ia berharap media terus berpegang pada prinsip kebenaran dan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"Begitu besarnya peran JMSI. Mudah-mudahan JMSI semakin bersemangat untuk mencerahkan Indonesia. Mudah-mudahan bermanfaat untuk umat dan bangsa," katanya.

Ketua JMSI Riau, H Dheni Kurnia, mengatakan pesan yang disampaikan UAS menjadi pengingat bagi seluruh insan pers mengenai pentingnya menjaga akurasi dan integritas informasi.

Menurut Dheni, di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, media dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga benar dan bertanggung jawab dalam menyampaikan fakta kepada publik.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)