Impor dari China, CNG Merah Putih Disiapkan Gantikan Gas LPG 3 Kg, Uji Coba Dimulai Juli 2026

datariau.com
113 view
Impor dari China, CNG Merah Putih Disiapkan Gantikan Gas LPG 3 Kg, Uji Coba Dimulai Juli 2026
Sosialisasi CNG Merah Putih sebagai pengganti LPG 3 Kg. (Sumber gambar: Kontan.co.id)

JAKARTA, datariau.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menyiapkan langkah besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Salah satu upaya yang kini dipersiapkan adalah menghadirkan Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih, tabung gas berbasis gas bumi yang secara bertahap akan menggantikan gas melon bersubsidi.

Program tersebut telah memasuki tahap awal dengan pembuatan prototipe tabung yang dijadwalkan dimulai pada Juli 2026. Pemerintah menargetkan distribusi secara bertahap dapat dilakukan pada tahun ini setelah seluruh proses pengujian keselamatan selesai.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan nama "CNG Merah Putih" sebelumnya telah diperkenalkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai identitas tabung CNG untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca juga:Pemko Pekanbaru Diminta Perketat Distribusi Gas Elpiji Subsidi


"Pak Menteri kemarin sudah menyampaikan namanya Tabung Merah Putih. Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji. Belasan unit, mungkin sekitar 15 tabung," kata Laode di Gedung DPR RI, Senin (29/6/2026).

Pengganti Gas Melon Secara Bertahap


Pemerintah menegaskan bahwa CNG Merah Putih bukan sekadar produk baru, melainkan bagian dari strategi nasional diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor yang selama ini membebani anggaran negara.

Berbeda dengan LPG yang sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri, CNG memanfaatkan gas bumi domestik yang ketersediaannya jauh lebih melimpah.

Implementasi awal akan diprioritaskan di kota-kota besar di Pulau Jawa yang telah memiliki jaringan pipa gas memadai. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan SKK Migas guna memastikan pasokan gas tetap tersedia saat program mulai berjalan.

Baca juga:Harga Elpiji Subsidi Mahal di Pengecer, Pemerintah Geger Bikin Rakyat Teler


"Kita prioritaskan dulu daerah yang memiliki jaringan pipa gas. Kota-kota besar di Pulau Jawa menjadi lokasi awal implementasi," ujar Laode.

Prototipe Diimpor dari China


Untuk tahap awal, seluruh prototipe tabung CNG masih didatangkan dari China.

Tabung tersebut menggunakan teknologi Type 4 Composite Cylinder, yakni material komposit yang jauh lebih ringan dibanding tabung baja konvensional.

Menurut Laode, penggunaan material tersebut dipilih agar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, tetap nyaman menggunakannya.

"Kita membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti tidak merasa penggantinya lebih berat," katanya.

Baca juga:Pemerintah Diingatkan Antisipasi Kelangkaan BBM dan Elpiji Saat Momen Nataru


Selain tabung berbahan komposit, CNG Merah Putih juga dilengkapi valve penurun tekanan otomatis yang menjadi salah satu fitur keselamatan utama.

Berdasarkan rancangan yang dipresentasikan Kementerian ESDM, tabung CNG Merah Putih terdiri atas tiga komponen utama:

* Tabung komposit (diproduksi di China)
* Casing pelindung (diproduksi di China)
* Valve penurun tekanan otomatis (diproduksi di Jerman)

Seluruh komponen tersebut kemudian dirakit di China sebelum dikirim ke Indonesia.

Uji Keselamatan di Lemigas


Sebelum diedarkan kepada masyarakat, seluruh prototipe wajib menjalani serangkaian pengujian di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Pengujian dilakukan untuk memastikan ketahanan tabung terhadap tekanan tinggi, keamanan katup (valve), hingga sistem sambungan antara tabung dengan regulator.

"Yang paling penting adalah safety dari valve dan tabungnya. Itu yang sedang diuji di Lemigas," jelas Laode.

Baca juga:Disperindag Pekanbaru Ungkap Penyebab Elpiji 3 Kg Langka


Pemerintah menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama sebelum program konversi dilakukan secara luas.

Kapasitas Setara LPG 3 Kilogram

Meski menggunakan teknologi berbeda, kapasitas CNG Merah Putih dirancang setara dengan tabung LPG subsidi 3 kilogram.

Tabung tersebut memiliki kapasitas sekitar 3,8 meter kubik gas, yang diklaim memiliki nilai energi sebanding dengan LPG 3 kilogram sehingga masyarakat tidak perlu mengubah pola penggunaan kompor rumah tangga secara signifikan.

Harga Disamakan dengan LPG Bersubsidi


Salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah harga jual.

Kementerian ESDM memastikan harga CNG Merah Putih nantinya akan disamakan dengan harga LPG subsidi 3 kilogram agar tetap terjangkau.

Menurut simulasi pemerintah, meskipun harga kepada masyarakat tetap sama, negara diperkirakan mampu menurunkan beban subsidi energi hingga sekitar 30 persen.

"Sekarang simulasinya masih disamakan dengan harga LPG 3 kilogram. Dengan harga yang sama pun subsidi bisa turun sampai sekitar 30 persen," ujar Laode.

Indonesia Masih Bergantung pada LPG Impor


Langkah konversi menuju CNG dilakukan karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG.

Data Kementerian ESDM menunjukkan lebih dari 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

Setiap tahun Indonesia mengimpor sekitar 6,5 hingga 7 juta metrik ton LPG, sehingga pemerintah harus mengeluarkan devisa sekitar US$5 miliar.

Selain biaya impor, pemerintah juga mengalokasikan subsidi LPG 3 kilogram yang nilainya mencapai lebih dari Rp80 triliun per tahun.

Direktur Jenderal Migas sebelumnya menjelaskan bahwa kondisi tersebut menyebabkan pemerintah menghadapi beban ganda.

"LPG selain harus disubsidi, juga harus diimpor. Jadi ada dua beban sekaligus, subsidi dan devisa yang harus dikeluarkan," ujar Laode dalam diskusi yang diselenggarakan Aspebindo dan APLNCGI beberapa waktu lalu.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)