INDRAGIRI HILIR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, menghadirkan inovasi produk olahan berbasis potensi lokal melalui pembuatan sirup nanas madu dan madu asli dengan merek "Sirnadu". Inovasi ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan hasil unggulan desa agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Desa Harapan Jaya dikenal memiliki potensi lokal berupa nanas madu dan madu asli yang cukup melimpah. Selama ini, kedua komoditas tersebut sebagian besar dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh masyarakat masih relatif terbatas.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI berinisiatif mengembangkan produk olahan berupa sirup yang memadukan cita rasa khas nanas madu dengan madu asli. Produk tersebut diberi nama "Sirnadu" sebagai identitas inovasi khas Desa Harapan Jaya yang diharapkan mampu menjadi produk unggulan desa di masa mendatang.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta MBKM Masda Makmur Gelar Sosialisasi Pembuatan Selai Berbahan Dasar Buah Pepaya
Program ini tidak hanya berfokus pada penciptaan produk baru, tetapi juga bertujuan meningkatkan wawasan masyarakat mengenai pentingnya pengolahan hasil pertanian dan perkebunan lokal. Dengan adanya inovasi tersebut, nanas madu dan madu asli tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah, melainkan dapat diolah menjadi produk siap konsumsi yang memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi.
Sebagai bagian dari implementasi program, mahasiswa KUKERTA UNRI melaksanakan sosialisasi sekaligus demonstrasi pembuatan Sirnadu secara bertahap di sejumlah dusun yang berada di Desa Harapan Jaya.
Pada Rabu (22/7/2026), kegiatan dilaksanakan di Dusun Suka Jadi dan Dusun Tunas Baru. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan tahapan pengolahan nanas madu dan madu asli hingga menjadi sirup siap konsumsi. Warga juga diajak berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk olahan berbasis potensi desa sebagai salah satu sumber peningkatan pendapatan masyarakat.
Baca juga:Limbah Nenas Diolah Menjadi Pupuk Organik Oleh Mahasiswa KKN MAs 55 Desa Tanjung Kuras
Masih pada hari yang sama, mahasiswa KUKERTA UNRI turut memperkenalkan produk inovasi Sirnadu kepada jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tempuling. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk promosi sekaligus memperluas pengenalan produk kepada berbagai pihak di wilayah setempat.
Selanjutnya, pada Kamis (23/7/2026), sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Sirnadu kembali dilaksanakan di Dusun Sumber Harum dan Dusun Sungai Makam. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung, mulai dari proses pengolahan hingga sesi diskusi mengenai peluang pengembangan usaha berbasis produk lokal.
Ketua KUKERTA Universitas Riau Tahun 2026 Desa Harapan Jaya, Romaihot Naibaho, mengatakan inovasi Sirnadu merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache dari Limbah Kulit Nanas di Desa Aliantan
"Melalui inovasi Sirnadu, kami ingin menunjukkan bahwa potensi lokal yang ada di Desa Harapan Jaya dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah," ujarnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan berbagai produk olahan berbahan baku lokal sehingga mampu meningkatkan daya saing produk desa sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.