DATARIAU.COM - Masda Makmur merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, penduduk Desa Masda Makmur mayoritas jawa trans.
Desa Masda Makmur memiliki jumlah penduduk kurang lebih 350 KK (kartu keluarga), 3 dusun meliputi Dusun Harapan Masda, Dusun Sido Rejo, dan Dusun Sei Lumpur.
Di desa ini memiliki potensi mayoritas desa meliputi sawah dan kelapa sawit, mata pencaharian di desa Masda Makmur dihasilkan dari hasil panen dari masing masing yg mereka tanam seperti sawah, kelapa sawit, singkong, kacang tanah, coklat, durian, mangga, kelapa muda, pisang, semangka, buah naga, pepaya, kelengkeng, dan manggis.
Kukerta MBKM Universitas Riau sedang mengabdi di Desa Masda Makmur dan kami memanfaatkan potensi yg ada di desa dengan membuat selai dari buah pepaya, membuat selai ini melibatkan masyarakat Desa Masda Makmur, acara ini dilaksanakan pada Rabu 31 Juli 2024.
Selai merupakan salah satu jenis produk IMF (Intermediate Moisture Food). IMF merupakan produk pangan yang berbasis pengawetan, dimana produk pangan tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki nilai aktivitas air (aw) yang lebih rendah.
Hal tersebut bertujuan agar hampir seluruh mikroba khususnya mikroba perusak makanan tidak dapat tumbuh di dalamnya.
IMF atau pangan semi basah seperti selai, produk-produk bakery dan cokelat pasta, umumnya mengandung antara kadar air 20-50% (w/w).
IMF merupakan produk pangan yang memiliki nilai aw berkisar antara 0.65-0.90 dengan RH 15-40%.
IMF secara tradisional dibuat dengan prinsip penarikan air baik secara adsorpsi maupun desorpsi dan atau dengan penambahan humektan seperti gliserol dan sorbitol yang berfungsi untuk mengatur aw.
Selain itu, kombinasi dari beberapa humektan dengan konsentrasi yang rendah dapat menurunkan masalah off-flavor pada produk IMF.
Selai merupakan produk awetan yang dibuat dengan cara memasak hancuran buah yang dicampur gula baik ditambah air atau tanpa penambahan air.
Hampir semua jenis buah dapat dijadikan selai. Buah yang umum digunakan dalam pembuatan selai antara lain nanas, stroberi, mangga, anggur, dan sirsak.
Buah lain yang juga dapat dijadikan selai seperti buah pepaya, buah salak, dan buah pisang raja.
Pembuatan selai meliputi tahap pemilihan bahan, pencucian, pengupasan, penghancuran buah, pemasakan, pengemasan dalam wadah botol, pasteurisasi dan pendinginan.
Pemilihan tingkat kematangan buah yang digunakan akan mempengaruhi hasil akhir selai yang dihasilkan.
Buah yang digunakan haruslah berkualitas baik terutama jika memanfaatkan buah segar, kemudian dilakukan pengupasan pada buah yang berkulit serta penghilangan biji pada buah-buahan yang berbiji.
Buah yang akan dijadikan selai dipilih yang bermutu baik dengan campuran buah setengah matang dan buah matang penuh buah setengah matang akan menyediakan pektin dan asam yang cukup, sedangkan buah matang sepenuhnya akan memberikan aroma yang baik.***