DUMAI, datariau.com - Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) di Kelurahan Tanjung Palas sukses melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa pelatihan JESIKA (Jelantah Jadi Sabun Kreatif). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cuci.
Pelatihan yang digelar di Aula Kelurahan Tanjung Palas tersebut mendapat sambutan positif dari perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir dengan penuh antusias. Peserta mengikuti setiap sesi pelatihan dengan aktif, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung pembuatan sabun.
Program JESIKA hadir sebagai solusi sederhana namun inovatif dalam mengatasi permasalahan limbah minyak goreng bekas yang selama ini kerap dibuang sembarangan ke saluran air. Kebiasaan tersebut diketahui dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kualitas air. Melalui program ini, mahasiswa Kukerta UNRI mengajak masyarakat mengubah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa menjelaskan bahwa pembuatan sabun dilakukan dengan menggunakan soda api (NaOH) sebagai bahan utama dalam proses saponifikasi atau pembentukan sabun. Meski demikian, penggunaan bahan tersebut harus dilakukan sesuai prosedur keselamatan agar menghasilkan produk yang aman digunakan.
Pelatihan berlangsung secara praktis dengan memperagakan setiap tahapan pembuatan sabun. Tahap pertama adalah proses pemurnian minyak jelantah melalui pengendapan dan penyaringan menggunakan bahan alami, seperti arang aktif atau ampas tebu, sehingga kualitas minyak menjadi lebih baik sebelum diolah.
Selanjutnya, peserta diajarkan teknik pencampuran minyak, air, dan soda api dengan komposisi yang tepat. Ketelitian dalam mengukur setiap bahan menjadi faktor penting agar sabun yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.
Tahap terakhir adalah proses penambahan pewangi dan pewarna sesuai kebutuhan sebelum adonan dituangkan ke dalam cetakan hingga mengeras. Melalui praktik langsung tersebut, masyarakat memperoleh pengalaman sekaligus keterampilan baru yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Salah seorang peserta menanyakan apakah sabun yang telah mengeras dapat langsung digunakan.
"Sabun ini apakah bisa digunakan setelah padat?" tanya salah seorang warga.
Menanggapi pertanyaan tersebut, pemateri dari tim Kukerta UNRI menjelaskan bahwa sabun tidak boleh langsung digunakan setelah dicetak.
"Sabun ini dapat digunakan setelah satu bulan pembuatan agar soda api yang bersifat korosif hilang, sehingga sabun lebih aman digunakan," jelas pemateri.
Ketua Tim Kukerta UNRI Kelurahan Tanjung Palas mengatakan bahwa program JESIKA tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.
"Melalui JESIKA, kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga seperti minyak jelantah tidak hanya bisa dicegah agar tidak mencemari selokan, tetapi juga bisa diolah menjadi barang yang bernilai guna dan berpotensi menjadi ide usaha mikro bagi warga," ujarnya.
Menurutnya, pengolahan minyak jelantah menjadi sabun merupakan salah satu bentuk ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga. Selain mengurangi limbah, produk yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sendiri maupun dipasarkan sebagai usaha rumahan.
Perwakilan Kelurahan Tanjung Palas bersama tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi mahasiswa Kukerta UNRI yang telah menghadirkan program edukatif sekaligus aplikatif bagi masyarakat.
Mereka berharap ilmu dan keterampilan yang telah diberikan tidak berhenti setelah kegiatan Kukerta berakhir, tetapi dapat terus diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, warga tidak hanya semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki peluang meningkatkan perekonomian keluarga melalui produk hasil olahan yang bernilai jual.
Melalui program JESIKA, mahasiswa Kukerta Universitas Riau menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis limbah rumah tangga mampu memberikan manfaat yang luas. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta masyarakat yang mandiri dan kreatif secara ekonomi.***