DATARIAU.COM - Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat, dan seluruh umat beliau yang istiqamah mengikuti sunnah hingga akhir zaman.
Di antara akhlak yang paling agung dalam Islam adalah sabar. Kesabaran bukan sekadar menahan air mata ketika ditimpa musibah, tetapi merupakan kekuatan hati untuk tetap taat kepada Allah, menjauhi segala larangan-Nya, dan menerima seluruh ketetapan-Nya dengan penuh keridhaan.
Orang yang mampu bersabar dalam seluruh kondisi adalah orang yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah. Sebab, kehidupan di dunia memang tidak pernah lepas dari ujian. Kadang seseorang diberikan kelapangan rezeki, kadang diuji dengan kesempitan. Ada kalanya sehat, namun suatu saat Allah menguji dengan sakit. Hari ini tertawa, esok mungkin menangis. Semua itu adalah sunnatullah yang pasti dialami setiap manusia.
Baca juga:5 Cara Agar Tidak Sakit Hati Saat Kebaikan Dibalas Kejahatan
Karena itulah Allah Subhanahu wa Ta'ala berulang kali memerintahkan hamba-hamba-Nya agar senantiasa bersabar.
Allah berfirman "Yaa ayyuhalladziina aamanuushbiruu wa shaabiruu wa raabithuu wattaqullaha la'allakum tuflihuun."
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Ali Imran: 200).
Ayat ini menunjukkan bahwa kesabaran bukanlah pilihan, melainkan perintah Allah. Bahkan kesabaran menjadi salah satu sebab utama seseorang memperoleh keberuntungan di dunia maupun di akhirat.
Para ulama menjelaskan bahwa seorang muslim harus tetap teguh memegang agamanya, baik ketika hidup dalam kemudahan maupun ketika menghadapi berbagai kesulitan. Jangan sampai kesenangan membuatnya lalai, dan jangan pula kesusahan membuatnya meninggalkan ketaatan kepada Allah.
Kesabaran memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Dalam Al-Qur'an, Allah menyebutkan kata sabar dan turunannya dalam puluhan ayat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sifat tersebut dalam kehidupan seorang mukmin.
Baca juga:Semua Orang Bisa Kaya Raya, Namun Hanya Orang Pilihan yang Bisa Mendapatkan Hidayah
Bahkan Allah memberikan janji yang tidak diberikan kepada amalan lainnya.
Allah Ta'ala berfirman "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10).
Perhatikanlah ayat ini. Hampir seluruh amal ibadah memiliki balasan tertentu yang disebutkan dalam syariat. Namun untuk kesabaran, Allah tidak menyebutkan jumlahnya. Allah hanya mengatakan bahwa pahalanya diberikan tanpa batas. Ini merupakan kemuliaan yang luar biasa bagi orang-orang yang mampu menjaga kesabaran.
Lalu, apakah sebenarnya sabar itu?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa sabar adalah menahan jiwa agar tetap berada dalam ketaatan kepada Allah, menahannya dari kemaksiatan, serta menahan hati agar tidak marah dan tidak membenci takdir Allah.
Dengan kata lain, sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar adalah tetap berusaha di jalan yang benar sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah. Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga macam.
Pertama, sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.
Menunaikan shalat lima waktu tepat waktu, berpuasa, menuntut ilmu, berdakwah, membaca Al-Qur'an, berbakti kepada orang tua, semuanya membutuhkan kesabaran. Tidak sedikit manusia yang mampu memulai ibadah, tetapi gagal mempertahankannya karena tidak memiliki kesabaran.
Allah berfirman "Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya." (QS. Thaha: 132).
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda "Surga dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai, sedangkan neraka dikelilingi oleh syahwat." (HR. Muslim).
Baca juga:Ujian Kekayaan Jauh Lebih Berat Dibanding Ujian Kemiskinan
Hadis ini mengajarkan bahwa jalan menuju surga memang membutuhkan perjuangan. Rasa malas, kantuk, godaan dunia, dan hawa nafsu harus dilawan dengan kesabaran.
Kedua, sabar meninggalkan maksiat.
Di zaman sekarang, pintu-pintu kemaksiatan terbuka sangat lebar. Melalui telepon genggam, internet, media sosial, dan lingkungan pergaulan, seseorang bisa dengan mudah tergelincir ke dalam dosa.
Maka orang yang mampu menahan pandangannya dari yang haram, menjaga lisannya dari ghibah, menjaga hartanya dari yang haram, serta menjaga dirinya dari berbagai kemaksiatan adalah orang yang memiliki kesabaran yang sangat besar.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa syahwat hanya dapat dikalahkan dengan kesabaran. Sedangkan syubhat hanya dapat dihilangkan dengan ilmu dan keyakinan.
Karena itu Allah berfirman "Dan Kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka meyakini ayat-ayat Kami." (QS. As-Sajdah: 24).
Ayat ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam agama lahir dari dua hal, yaitu kesabaran dan keyakinan.
Ketiga, sabar menghadapi musibah.
Inilah bentuk kesabaran yang paling sering dirasakan setiap manusia. Allah menguji hamba-Nya dengan kehilangan harta, sakit, wafatnya orang yang dicintai, kegagalan usaha, fitnah, kesempitan ekonomi, hingga berbagai cobaan lainnya.
Allah telah mengingatkan bahwa semua itu pasti terjadi. "Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155).
Kemudian Allah menjelaskan siapa mereka. "Mereka adalah orang-orang yang apabila ditimpa musibah mengucapkan, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.' Mereka itulah yang memperoleh keberkahan, rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 156-157).
Perhatikanlah betapa besar balasan yang Allah berikan kepada orang yang bersabar. Mereka mendapatkan tiga anugerah sekaligus, yaitu keberkahan, rahmat, dan petunjuk.
Tidak ada kerugian bagi seorang mukmin yang benar-benar memahami hakikat kehidupan.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya. Jika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur sehingga itu menjadi kebaikan baginya. Jika ditimpa kesusahan, ia bersabar sehingga itu pun menjadi kebaikan baginya." (HR. Muslim).
Hadis ini mengajarkan bahwa kehidupan seorang mukmin selalu bernilai pahala. Ketika mendapatkan nikmat, ia bersyukur. Ketika mendapatkan ujian, ia bersabar. Dalam kedua keadaan itu, ia tetap memperoleh kebaikan di sisi Allah.