Mahasiswa KKN UNRI 2026 Edukasi Filter Air Sederhana dan Briket Arang Ampas Tebu untuk Warga Kepenghuluan Sungai Majo Pusako

datariau.com
55 view
Mahasiswa KKN UNRI 2026 Edukasi Filter Air Sederhana dan Briket Arang Ampas Tebu untuk Warga Kepenghuluan Sungai Majo Pusako

DATARIAU.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan dua program edukatif di Kepenghuluan Sungai Majo Pusako, yakni sosialisasi pembuatan filter air sederhana dan pemanfaatan ampas tebu menjadi briket arang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis potensi lokal.

Program tersebut dirancang untuk memberikan solusi sederhana terhadap kebutuhan masyarakat akan air bersih sekaligus mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNRI berupaya menghadirkan inovasi yang mudah diterapkan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pada kegiatan sosialisasi filter air sederhana, mahasiswa menjelaskan cara membuat alat penyaring air menggunakan batu, pasir putih, dan arang. Ketiga bahan tersebut dipilih karena mudah diperoleh serta memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam proses penyaringan air.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI 2024 Sosialisasi dan Edukasi Pembuatan Briket dari Limbah Tempurung Kelapa kepada Warga Desa Gemilang Jaya


Batu berfungsi menyaring kotoran berukuran besar, pasir putih menyaring partikel-partikel halus, sedangkan arang membantu mengurangi bau, warna, serta sebagian zat pencemar yang terkandung dalam air. Seluruh media penyaring disusun secara berlapis di dalam wadah sederhana sehingga air yang melewatinya menjadi lebih jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga memperagakan secara langsung proses pembuatan filter air sederhana. Demonstrasi tersebut dimulai dari persiapan alat dan bahan, penyusunan media penyaring, hingga pengujian hasil penyaringan air.

Warga Kepenghuluan Sungai Majo Pusako tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang dipraktikkan. Mereka tidak hanya memperhatikan penjelasan, tetapi juga mencoba secara langsung proses penyusunan filter sehingga dapat memahami mekanisme penyaringan air dengan lebih mudah.

Baca juga:Melalui Pembuatan Briket, Mahasiswa Kukerta UNRI Melakukan Upaya Optimalisasi Potensi Desa Sungai Dusun


Mahasiswa KKN UNRI menjelaskan bahwa teknologi sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat dalam memperoleh air yang lebih bersih tanpa memerlukan biaya besar. Dengan memanfaatkan bahan lokal yang murah dan mudah didapat, warga dapat membuat alat penyaring air secara mandiri di rumah masing-masing.

Selain meningkatkan pengetahuan mengenai pengolahan air bersih, kegiatan ini juga mendorong masyarakat agar lebih kreatif memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sekitar. Penggunaan filter air sederhana diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas air demi kesehatan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, mahasiswa KKN UNRI juga menggelar sosialisasi pembuatan briket arang dari ampas tebu sebagai bentuk pemanfaatan limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Manfaatkan Tempurung Kelapa Menjadi Briket Arang di Desa Seberang Pebenaan


Ampas tebu yang umumnya dibuang atau dibakar diperkenalkan sebagai bahan baku pembuatan briket arang yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Inovasi tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa memaparkan manfaat briket arang sebagai sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Masyarakat juga diberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan briket, mulai dari proses pengeringan ampas tebu, pembakaran menjadi arang, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan akhir.

Kegiatan semakin interaktif ketika warga mengikuti demonstrasi pembuatan briket. Berbagai pertanyaan muncul mengenai teknik produksi, kualitas hasil, hingga peluang pemasaran produk apabila dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.

Penulis
: Lutfhi Musthafa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)