Limbah Nenas Diolah Menjadi Pupuk Organik Oleh Mahasiswa KKN MAs 55 Desa Tanjung Kuras

datariau.com
3.083 view
Limbah Nenas Diolah Menjadi Pupuk Organik Oleh Mahasiswa KKN MAs 55 Desa Tanjung Kuras
Foto: Wahidin
Mahasiswa KKN MAs Kelompok 55 Desa Tanjung Kuras melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah nanas menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC) dengan menggunakan metode dekomposer ember tumpuk, Senin 1 September 2025.

SIAK, datariau.com - Dalam rangka mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah ramah lingkungan, mahasiswa KKN MAs Kelompok 55 Desa Tanjung Kuras melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah nanas menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC) dengan menggunakan metode dekomposer ember tumpuk, Senin 1 September 2025.

Kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah nanas menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair menggunakan komposter ember tumpuk ini dilaksanakan di kantor Desa Tanjung Kuras Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak.

Limbah nanas hasil sortir selama ini dianggap tidak berguna ternyata memiliki potensi besar sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik yang kaya akan nutrisi. Metode ember tumpuk ini memanfaatkan ember bekas yang disusun bertingkat, di mana ember atas digunakan untuk menampung limbah yang telah dicacah dan ember bawah menampung hasil cairan fermentasi yang menjadi pupuk cair.

Proses penguraian dibantu oleh dekomposer seperti EM4 yang mempercepat fermentasi bahan organik menjadi pupuk siap pakai. Selain mudah diterapkan, metode ini juga murah dan ramah lingkungan, sehingga sangat cocok untuk masyarakat pedesaan atau petani yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan limbah organik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pemberdayaan sumber daya lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

Wahidin, Mahasiswa KKN MAs yang membawakan materi menjelaskan bahwa dekomposer ember tumpuk adalah cara sederhana dan murah untuk mengolah limbah nanas menjadi pupuk kompos dan pupuk cair. Limbah seperti kulit dan sisa buah nanas dimasukkan ke ember yang disusun tingkat, lalu difermentasi dengan bantuan cairan dekomposer seperti EM4. Hasilnya, cairan yang keluar bisa digunakan sebagai pupuk organik cair, sementara sisanya menjadi kompos padat. Cara ini ramah lingkungan, mudah dilakukan di rumah, dan membantu mengurangi sampah sekaligus menyuburkan tanaman tanpa pupuk kimia.

Kepala Dusun 2 Tanjung Kuras mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini memberikan dampak yang besar jika diterapkan oleh masyarakat Tanjung Kuras, karena mampu mengubah limbah nanas yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang berguna untuk pertanian dan kebun rumah tangga.

Dengan metode sederhana seperti dekomposer ember tumpuk, masyarakat tidak hanya bisa mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan pupuk sendiri secara mandiri, menghemat biaya, dan meningkatkan kesuburan lahan. Jika diterapkan secara luas, kegiatan ini berpotensi mendorong kemandirian petani serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan produktif di Tanjung Kuras.

Penulis
: Wahidin
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)