Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache dari Limbah Kulit Nanas di Desa Aliantan

datariau.com
58 view
Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache dari Limbah Kulit Nanas di Desa Aliantan

ROKAN HULU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan pelatihan pembuatan tepache, minuman fermentasi sehat berbahan dasar limbah kulit nanas, di Gedung Serba Guna Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan mahasiswa KUKERTA yang bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

Pelatihan tersebut diikuti oleh ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Aliantan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kecamatan Kabun, Ketua TP PKK Desa Aliantan, serta Kepala Desa Aliantan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan acara pembukaan yang dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai tepache, minuman fermentasi tradisional yang dibuat dari kulit nanas dan dikenal kaya akan probiotik alami. Dalam pemaparannya, mahasiswa KUKERTA menjelaskan berbagai manfaat tepache bagi kesehatan, khususnya dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Baca juga:Baru Dua Pekan Mengabdi, Mahasiswa KUKERTA UNRI Hidupkan Desa Karya Indah melalui Program Pendidikan, Kesehatan, dan Digitalisasi


Selain membahas manfaat kesehatan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik, terutama limbah kulit nanas yang selama ini sering dibuang begitu saja. Melalui inovasi sederhana ini, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai guna, nilai ekonomi, dan ramah terhadap lingkungan.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan tepache. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses, mulai dari persiapan bahan, teknik pengolahan, hingga proses fermentasi yang tepat. Interaksi aktif antara mahasiswa dan peserta menciptakan suasana pelatihan yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Untuk meningkatkan semangat peserta, panitia juga mengadakan sesi doorprize yang menambah kemeriahan acara. Berbagai pertanyaan seputar manfaat dan proses pembuatan tepache dijawab dengan antusias oleh peserta, terutama ibu-ibu PKK yang menunjukkan ketertarikan besar terhadap potensi pengembangan produk tersebut.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Dorong Kemandirian Masyarakat Teluk Pambang Melalui Budidaya TOGA dan Pupuk Organik


Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI 2026 berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Aliantan untuk memanfaatkan limbah kulit nanas sebagai produk pangan sehat yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumah tangga. Selain memberikan manfaat kesehatan, inovasi ini juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan melalui inovasi yang sederhana, mudah diterapkan, dan memiliki nilai manfaat yang luas," ujar salah seorang perwakilan mahasiswa KUKERTA.

Penulis
: Mirnala Ria Manurung
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)