DATARIAU.COM - Shalat jenazah hukumnya fardhu kifayah berdasarkan keumuman perintah Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam untuk menyalati jenazah seorang muslim. Dari Abu Hurairah radhiallahuโanhu, ia berkata:
ุฃู?'ู ุฑุณููู ุงูููู ุตู?'ูู ุงูููู ุนููู ูุณู?'ูู
ู ูุงู ููุคุชู ุจุงูุฑุฌูู ุงูู
ูุชู ุ ุนููู ุงูุฏูู . ููุณุฃู ( ูู ุชุฑู ูุฏูููู ู
ู ูุถุงุกู ุ ) ูุฅู ุญุฏุซ ุฃูู ุชุฑู ููุงุกู ุตู?'ูู ุนููู . ูุฅูุง ูุงู ( ุตู?'ููุง ุนูู ุตุงุญุจููู
)
Rasulullah Shallallahu โalaihi Wa sallam pernah didatangkan kepada beliau jenazah seorang lelaki. Lelaki tersebut masih memiliki hutang. Maka beliau bertanya: โApakah ia memiliki harta peninggalan untuk melunasi hutangnya?โ. Jika ada yang menyampaikan bahwa orang tersebut memilikiharta peninggalan untuk melunasi hutangnya, maka Nabi pun menyalatkannya. Jika tidak ada, maka beliau bersabda: โShalatkanlah saudara kalianโ (HR Muslim no. 1619).
Bahkan dianjurkan sebanyak mungkin kaum Muslimin menshalatkan orang yang meninggal, agar ia mendapatkan syafaโat.
Rasulullah Shallallahuโalaihi Wasallam bersabda:
ู
ูุง ู
ูู?' ู
ูู?'ูุชู ุชูุตูู?'ูู ุนูููู?'ูู ุฃูู
?'ูุฉู ู
ูู?' ุงู?'ู
ูุณ?'ููู
ูููู ููุจ?'ููุบูููู ู
ูุงุฆูุฉู ููู?'ูููู
?' ููุด?'ููุนูููู ูููู ุฅูู?'ูุง ุดูู?'ูุนููุง ููููู
โTidaklah seorang Muslim meninggal,lalu dishalatkan oleh kaum muslimin yang jumlahnya mencapai seratus orang, semuanya mendoโakan untuknya, niscaya mereka bisa memberikan syafaโat untuk si mayitโ (HR. Muslim no. 947).
Rasulullah Shallallahuโalaihi Wasallam juga bersabda:
ู
ูุง ู
ูู?' ุฑูุฌููู ู
ูุณ?'ููู
ู ููู
ููุชู ูููููููู
ู ุนูููู ุฌูููุงุฒูุชููู ุฃุฑ?'ุจูุนูููู ุฑูุฌููุงุ ูุง ููุด?'ุฑูููููู ุจูุงููู ุดูู?'ุฆุงู ุฅููุง ุดูู?'ูุนูููู
ู ุงูููู ููููู
โTidaklah seorang Muslim meninggal, lalu dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun, kecuali Allah akan memberikan syafaat kepada jenazah tersebut dengan sebab merekaโ (HR. Muslim no. 948).
Tata Cara Shalat Jenazah
1. Posisi berdiri
Imam berdiri sejajar dengan kepala mayit lelaki dan bila mayitnya wanita, imam berdiri di bagian tengahnya. Makmum berdiri di belakang imam. Sebagaimana dalam hadits Abu Ghalib:
ูุงู ุงูุนูุงุกู ุจู ุฒูุงุฏ: ูุง ุฃุจุง ุญู
ุฒุฉูุ ููุฐุง ูุงูู ููุนููู ุฑุณููู ุงูููู ุตู?'ูู ุงููู ุนููู ูุณู?'ูู
ุ ููุตู?'ูู ุนูู ุงูุฌููุงุฒุฉ ูุตูุงุชููุ ูููุจ?'ูุฑ ุนูููุง ุฃุฑุจุนูุงุ ููููู
ู ุนูุฏ ุฑุฃุณ ุงูุฑ?'ูุฌููู ูุนุฌูุฒุฉู ุงูู
ุฑุฃุฉุ ูุงู: ูุนู
โAl โAla bin Ziyad mengatakan: wahai Abu Hamzah (Anas bin Malik), apakahpraktek Rasulullah Shallallahuโalaihi Wasallam dalam shalat jenazah seperti yang engkau lakukan? Bertakbir 3 kali, berdiri di bagian kepala lelaki dan di bagian tengah wanita? Anas bin Malik menjawab: iyaโ (HR. Abu Daud no. 3194, At Tirmidzi no. 1034, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud).
2. Jumlah shaf
Sebagian ulama menganjurkan untuk membuat tiga shaf (barisan) walaupun shaf pertama masih longgar. Berdasarkan hadits:
ู
ูู?' ุตูู?'ูู ุนูููู?'ูู ุซูููุงุซูุฉู ุตูููููู ููููุฏ?' ุฃูู?'ุฌูุจู
โBarangsiapa yang menshalatkan jenazah dengan membuat tiga shaf, maka wajib baginya (mendapatkan ampunan)โ (HR. Tirmidzi no. 1028).
Ulama khilaf mengenai derajat hadits ini. Pokok permasalahannya adalah pada perawi bernama Muhammad bin Ishaq Al Qurasyi yang merupakan seorang mudallis, dan dalam hadits ini ia melakukan โanโanah. Ada pembahasan di antara para ulama mengenai โanโanah Ibnu Ishaq.
Wallahu aโlam, hadits ini lemah karena โanโanah Ibnu Ishaq. Sebagaimana Syaikh Al Albani dalam Dhaโif Al Jamiโ (no. 5668) menyatakan hadits ini lemah.
Maka yang menjadi ibrah (hal yang diperhatikan) adalah banyaknya jumlah orang yang menyalati sebagaimana dalam hadits riwayat Muslim, bukan sekedar jumlah tiga shaf.
3. Jumlah takbir dan mengangkat tangan
Takbir shalat jenazah sebanyak empat kali. Ulama ijma akan hal ini. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahuโanhu:
ุฃู?'ู ุฑุณููู ุงููู ุตู?'ูู ุงููู ุนููู ูุณู?'ูู
ุตู?'ูู ุนูู ุฃูุต?'ุญู
ูุฉู ุงููุฌุงุดู?'ูุ ููุจ?'ูุฑ ุนููู ุฃุฑุจุนูุง
โRasulullah Shallallahuโalaihi Wasallam menshalati Ash-hamah An Najasyi, beliau bertakbir empat kaliโ (HR. Bukhari no. 1334, Muslim no. 952).
Ulama ijma mengenai disyariatkannya mengangkat tangan untuk takbir yang pertama. Ibnu Mundzir mengatakan:
ุฃุฌู
ูุนูุง ุนูู ุฃู?'ู ุงูู
ุตู?'ูู ุนูู ุงูุฌููุงุฒูุฉ ูุฑูุน ูุฏูู ูู ุฃู?'ูู ุชูุจูุฑุฉ ูููุจ?'ูุฑูุง
โUlama ijma bahwa orang yang shalat jenazah disyartiatkan mengangkat tangan di takbir yang pertamaโ (Al Ijma, 44).
Namun mereka khilaf mengenai mengangkat tangan untuk takbir selainnya. Yang rajih, disunnahkan untuk mengangkat tangan dalam setiap takbir dalam shalat jenazah. Berdasarkan riwayat dari Nafiโ tentang Ibnu Umar radhiallahuโanhu, Nafiโ berkata:
ูุงู ูุฑูุนู ููุฏููู ูู ูู?'ู ุชูุจูุฑุฉู ุนูู ุงูุฌููุงุฒุฉ
โIbnu Umar radhiallahuโanhu mengangkat tangannya di setiap kali takbir dalam shalat jenazahโ (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf [11498], dihasankan Syaikh Ibnu Baz dalam Taโliq beliau terhadap Fathul Baari [3/227]).
Juga riwayat dari Ibnu Abbas:
ุฃู?'ูู ูุงู ูุฑูุนู ููุฏููู ูู ุชูุจูุฑุงุชู ุงูุฌููุงุฒุฉ
โBahwasanya beliau biasa mengangkat kedua tangannya setiap kali takbir di shalat jenazahโ (dishahihkan Ibnu Hajar dalam Talkhis Al Habir, 2/291).
4. Tempat shalat jenazah
Shalat jenazah lebih utama dilakukan di luar masjid. Sebagaimana yang umum dilakukan di zaman Nabi Shallallahuโalaihi Wasallam. Dari Abu Hurairah radhiallahuโanhu, ia berkata:
ุฃูู?'ู ุฑูุณูููู ุงูู?'ููู ุตูู?'ูู ุงูู?'ููู ุนูููู?'ูู ููุณูู?'ูู
ู ููุนูู ุงูู?'ูุฌูุงุดูู?'ู ููู ุงู?'ููู?'ู
ู ุงู?'ูุฐูู ู
ูุงุชู ููููู ุ ุฎูุฑูุฌู ุฅูููู ุงู?'ู
ูุตูู?'ูู ููุตูู?'ู ุจูููู
?' ุ ููููุจ?'ูุฑู ุฃูุฑ?'ุจูุนูุง
โRasulullah Shallallahuโalaihi Wasallam mengumumkan kematian An Najasyi di hari ia wafat. Kemudian beliau keluar ke lapangan lalu menyusun shaf untuk shalat, kemudian bertakbir empat kaliโ (HR. Bukhari no.1245).
Namun boleh juga dikerjakan di dalam masjid. Dari Aisyah radhiyallahu โanha, ia berkata:
ููุงูููู ู
ูุง ุตูู?'ูู ุฑูุณูููู ุงูู?'ููู ุตูู?'ูู ุงูู?'ููู ุนูููู?'ูู ููุณูู?'ูู
ู ุนูููู ุณูููู?'ูู ุจ?'ูู ุจูู?'ุถูุงุกู ููุฃูุฎูู?'ูู ุฅูู?'ูุง ููู ุงู?'ู
ูุณ?'ุฌูุฏู
โDemi, Allah! Tidaklah Nabi Shallallahuโalaihi Wasallam menyalatkan jenazah Suhail bin Baidhaโ dan saudaranya (Sahl), kecuali di masjidโ (HR Muslim no. 973).
Dibolehkan bagi orang yang belum sempat menshalatkan jenazah sebelum dikuburkan, lalu ia melakukan shalat jenazah di pemakaman. Sebagaimana dalam riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahuโanhuma:
ู
ูุงุชู ุฅูู?'ุณูุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู?'ูู ุงูููู ุนูููู?'ูู ููุณูู?'ูู
ู ููุนููุฏูููุ ููู
ูุงุชู ุจูุงูู?'ูู?'ูู ููุฏูููููููู ููู?'ููุงุ ููููู
?'ูุง ุฃูุต?'ุจูุญู ุฃูุฎ?'ุจูุฑูููู ููููุงูู: ยซู
ูุง ู
ูููุนูููู
?' ุฃูู?' ุชูุน?'ููู
ูููููุยป ููุงูููุง: ยซููุงูู ุงูู?'ูู?'ูู ููููุฑูู?'ููุง ู ููููุงููุช?' ุธูู?'ู
ูุฉู ู ุฃูู?' ููุดูู?'ู ุนูููู?'ููยปุ ููุฃูุชูู ููุจ?'ุฑููู ููุตูู?'ูู ุนูููู?'ูู
โSeseorang yang biasa dikunjungi Rasulullah Shallallahuโalaihi Wasallam telah meninggal. Ia meninggal di malam hari, maka ia pun dikuburkan di malam hari. Ketika pagi hari tiba, para sahabat mengabarkan hal ini kepada Rasulullah. Beliau pun bersabda: apa yang menghalangi kalian untuk segera memberitahukan aku? Para sahabat menjawab: ketika itu malam hari, kami tidak ingin mengganggumu wahai Rasulullah. Maka beliau pun mendatangi kuburannya dan shalat jenazah di sanaโ (HR. Bukhari no. 1247).
Demikian juga dalam riwayat Muslim:
ุงู?'ุชูููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู?'ูู ุงูููู ุนูููู?'ูู ููุณูู?'ูู
ู ุฅูููู ููุจ?'ุฑู ุฑูุท?'ุจูุ ููุตูู?'ูู ุนูููู?'ูู ููุตูู?'ููุง ุฎูู?'ูููู ููููุจ?'ูุฑู ุฃูุฑ?'ุจูุนูุง
โRasulullah Shallallahuโalaihi Wasallam pernah berhenti di sebuah kuburan yang masih basah. Ia shalat (jenazah) di sana dan menyusun shaf untuk shalat. Beliau bertakbir empat kaliโ (HR. Muslim no. 954).
5. Tata cara shalat
Pertama, niat shalat jenazah. Dan niat adalah amalan hati tidak perlu dilafalkan.
Kedua, takbir yang pertama, membaca taโawwudz kemudian Al Fatihah. Berdasarkan keumuman hadits:
ูุง ุตูุงุฉู ููู
ูู ูู
ููุฑุฃ?' ุจูุงุชุญุฉู ุงููุชุงุจู
โTidak ada shalat yang tidak membaca Al Fatihahโ (HR. Bukhari no. 756, Muslim no. 394).
Kemudian riwayat dari Thalhah bin Abdillah bin Auf, ia berkata:
ุตููุชู ุฎููู ุงุจูู ุนุจ?'ูุงุณู ุฑูุถููู ุงูู?'ููู ุนููู
ุง ุนูู ุฌููุงุฒุฉุ ููุฑูุฃู ุจูุงุชุญุฉู ุงููุชุงุจูุ ูุงู: ููููุน?'ูู
ูุง ุฃู?'ููุง ุณูู?'ูุฉู
โAku shalat bermakmum kepada Ibnu Abbas radhiallahuโanhu dalam shalat jenazah. Beliau membaca Al Fatihah. Beliau lalu berkata: agar mereka tahu bahwa ini adalah sunnah (Nabi)โ (HR. Bukhari no. 1335).
Dan tidak perlu membaca doโa istiftah / iftitah sebelum Al Fatihah.
Ketiga, takbir yang kedua, kemudian membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam. Berdasarkan hadits dari Abu Umamah Al Bahili radhiallahuโanhu:
ุฃู?'ู ุงูุณ?'ูู?'ูุฉู ูู ุงูุต?'ููุงุฉู ุนูู ุงูุฌููุงุฒุฉ ุฃู ูููุจ?'ูุฑู ุงูุฅู
ุงู
ูุ ุซู
ููุฑุฃู ุจูุงุชุญุฉู ุงููุชุงุจู- ุจุนุฏู ุงูุชูุจูุฑุฉ ุงูุฃููู- ุณูุฑ?'ูุง ูู ูู?'ุณููุ ุซู
ููุตู?'ููู ุนูู ุงููุจู?'ู ุตู?'ูู ุงููู ุนููู ูุณู?'ูู
ุ ูููุฎููุตู ุงูุฏ?'ูุนุงุกู ููู
ู?'ูุช ูู ุงูุชูุจูุฑุงุชูุ ูุง ููุฑุฃู ูู ุดูุกู ู
ููู?'ูุ ุซู
ููุณู?'ูู
โBahwa sunnah dalam shalat jenazah adalah imam bertakbir kemudian membaca Al Fatihah (setelah takbir pertama) secara sirr (lirih), kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallahuโalaihi Wasallam, kemudian berdoa untuk mayit setelah beberapa takbir. Kemudian setelah itu tidak membaca apa-apa lagi setelah itu. Kemudian salamโ (HR. Asy Syafiโi dalam Musnad-nya [no. 588], Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra [7209], dishahihkan Al Albani dalam Ahkamul Janaiz [155]).
Keempat, takbir yang ketiga, kemudian membaca doa untuk mayit. Berdasarkan hadits Abu Umamah di atas. Diantara doa yang bisa dibaca adalah:
ุงูู?'ูููู
?'ู ุงุบ?'ููุฑ?' ูููู ููุงุฑ?'ุญูู
?'ูู ููุนูุงูููู ููุงุน?'ูู ุนูู?'ูู ููุฃูู?'ุฑูู
?' ููุฒููููู ููููุณ?'ูุน?' ู
ูุฏ?'ุฎููููู ููุงุบ?'ุณูู?'ูู ุจูุงู?'ู
ูุงุกู ููุงูุซ?'ูู?'ุฌู ููุงู?'ุจูุฑูุฏู ููููู?'ููู ู
ููู ุงู?'ุฎูุทูุงููุง ููู
ูุง ููู?'ูู?'ุชู ุงูุซ?'ูู?'ุจู ุงู?'ุฃูุจ?'ููุถู ู
ููู ุงูุฏ?'ูููุณู ููุฃูุจ?'ุฏูู?'ูู ุฏูุงุฑูุง ุฎูู?'ุฑูุง ู
ูู?' ุฏูุงุฑููู ููุฃูู?'ููุง ุฎูู?'ุฑูุง ู
ูู?' ุฃูู?'ูููู ููุฒูู?'ุฌูุง ุฎูู?'ุฑูุง ู
ูู?' ุฒูู?'ุฌููู ููุฃูุฏ?'ุฎูู?'ูู ุงู?'ุฌูู?'ูุฉู ููุฃูุนูุฐ?'ูู ู
ูู?' ุนูุฐูุงุจู ุงู?'ููุจ?'ุฑู ููู
ูู?' ุนูุฐูุงุจู ุงูู?'ูุงุฑู
โYa Allah, berilah ampunan baginya dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah ia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan air, es dan salju. Bersihkanlah dia dari kesalahannya sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya semula, istri yang lebih baik dari istrinya semula. Masukkanlah ia ke dalam surga, lindungilah ia dari adzab kubur dan adzab nerakaโ (HR Muslim no. 963).
ุงูู?'ูููู
?'ู ุงุบ?'ููุฑ?' ููุญูู?'ูููุง ููู
ูู?'ูุชูููุง ููุดูุงููุฏูููุง ููุบูุงุฆูุจูููุง ููุตูุบููุฑูููุง ููููุจููุฑูููุง ููุฐูููุฑูููุง ููุฃูู?'ุซูุงููุง
โYa Allah, ampunilah orang yang hidup di antara kami dan orang yang telah mati, yang hadir dan yang tidak hadir, (juga) anak kecil dan orang dewasa, lelaki dan wanita di antara kamiโ (HR At Tirmidzi no. 1024, ia berkata: โhasan shahihโ).