JAKARTA, datariau.com - Nama Maell Lee tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Konten kreator asal Aceh yang dikenal luas lewat personanya sebagai "Preman Terkuat di Bumi" ini membawa kabar mengejutkan sekaligus menyentuh hati. Pria berusia 32 tahun bernama asli Faris Syahputra tersebut kini tengah mantap menjalani proses hijrah dan aktif mendalami ilmu agama Islam.
Cerita perjalanan hijrah ini ia bagikan langsung secara blak-blakan saat hadir sebagai bintang tamu dalam program Inspirasi Hijrah di hadapan Ustaz Khalid Basalamah di Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Jakarta Selatan, ditayangkan pada YouTube Channel Khalid Basalamah Official "Inspirasi Hijrah: Ucapan 'Bismillah Bukan Kaleng-Kaleng' Maell Lee".
Menariknya, titik balik yang mengetuk hati Maell Lee untuk berubah ternyata berawal dari sebuah kejadian yang sangat sederhana: kesalahan saat membaca doa makan.
Baca juga:Pilihan Masjid Sunnah di Kota Pekanbaru, Nyaman untuk Beribadah dan Menuntut Ilmu
Teguran Sederhana di Warung Kopi
Dalam cuplikan video kajian tersebut, Maell menceritakan bahwa sebelum memulai hijrah pada awal tahun 2025, ia merasa hidupnya sangat jauh dari agama. Jangankan menjaga salat lima waktu, meluangkan waktu untuk beribadah pun jarang sekali ia lakukan. Namun, sebuah momen di warung kopi tempatnya biasa nongkrong mengubah segalanya.
Saat itu, Maell hendak menyantap makanan dan melafalkan doa makan yang biasa diajarkan orang tua zaman dahulu (Allahumma bariklana fima razaqtana...). Pemilik warkop yang juga temannya, Bang Andra, tiba-tiba menegurnya secara langsung dan memberikan koreksi bahwa dalam tuntunan sunah yang sahih, membaca Bismillah saja sudah cukup.
"Ketika ditegur dia itu, pulang ke rumah kepikiran terus. Enggak tahu kenapa, mungkin itu cara Allah ngasih hidayah. Pikiran melayang sampai nyetir mobil ke arah Cikampek, padahal rumah saya di Cibubur. Jauh banget bablasnya cuma karena kepikiran," cerita Maell sambil tertawa mengenang momen tersebut.
Baca juga:Kisah Nyata: Ketetapan Allah Itu Adalah yang Terbaik
Sesampainya di rumah, rasa penasaran membuatnya langsung mencari tahu kebenaran ucapan temannya melalui internet. Setelah membaca berbagai artikel, ia tersadar akan satu hal besar.
"Berarti dengan doa makan aja aku bisa salah, berarti banyak kali yang aku salah ini, apalagi salatku," batin Maell gelisah. Sejak saat itu, hatinya kian bergejolak untuk terus mencari tahu kebenaran ilmu agama.
Berburu Kitab dan Mengamati Saf Salat Jumat
Langkah awal Maell Lee untuk belajar ternyata penuh perjuangan yang unik. Karena merasa sendirian di lingkungan Cibubur dan belum memiliki teman satu frekuensi, ia memutuskan untuk mandiri dengan membeli kitab-kitab ulama secara online, salah satunya adalah buku panduan sifat salat Nabi.
Demi mencari lingkungan (circle) yang baik, Maell sengaja memperhatikan jamaah lain saat salat Jumat. Ia memperhatikan detail cara sedekap dan duduk jamaah di saf depan untuk menemukan orang yang salatnya sesuai dengan sunah Nabi yang baru ia pelajari. Lewat cara itulah ia akhirnya memberanikan diri berkenalan dengan pengurus masjid setempat.
Baca juga:Aku Sudah Hijrah Kok Kehidupan Jadi Susah? Ini Jawabannya
Menjaga Keistiqamahan Bersama Bapak-bapak DKM
Kini, Maell memilih untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan di masjid bersama bapak-bapak DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Mutiara Sunah. Meski rentang usia mereka terpaut jauh, Maell mengaku sangat nyaman dan mendapatkan banyak sekali ilmu serta pengalaman hidup yang berharga dari obrolan bersama mereka.
"Sekarang saya baru hijrah, iman saya belum kuat. Allah nyuruh menjaga iman, bukan nyoba-nyoba. Makanya sekarang saya batasi kumpul-kumpul dulu. Di masjid, kegiatan saya meladeni bapak-bapak DKM. Ternyata mereka enggak kaku, suka bercanda juga, dan nasihatnya itu 'daging' semua," tuturnya.
Baca juga:Kisah Hijrahnya Seorang Personil Satpol PP Rohil, Mengenali Ilmu Agama, Semakin Semangat Bertugas Untuk Negara
Perubahan positif ini juga mulai Maell bawa ke dalam rumah tangga dan konten media sosialnya. Kini, ia menyisipkan edukasi dakwah bernuansa komedi yang ringan dalam video-videonya, dengan harapan dapat ikut menyebarkan kebaikan sunah kepada generasi muda masa kini. (rik)
Tayangan lengkapnya silahkan tonton pada video berikut ini: