Begini Sakralnya Prosesi Pembaiatan Paduka Tuanku HM Yunus Datuk Sutan Batuah dan Perangkat Oleh Pewaris Raja Aceh Darussalam

Admin
745 view
Begini Sakralnya Prosesi Pembaiatan Paduka Tuanku HM Yunus Datuk Sutan Batuah dan Perangkat Oleh Pewaris Raja Aceh Darussalam
Foto: Ist.
Pewaris Diradja Air Tiris Melayu Kampar Tuanku Paduka HM Yunus Datuk Sutan Batuah menyerahkan bendera Diradja Air Tiris Melayu Kampar kepada Pewaris Raja Aceh Darussalam.

BANDA ACEH, datariau.com - Momen sakral terjadi di Istana Diradja Aceh Darussalam di Banda Aceh, Sabtu (25/9/2021) saat Pewaris Diradja Air Tiris Melayu Kampar HM Yunus Datuk Sutan Batuah bin Muhammad Yusuf dan rombongan yang berjumlah 29 orang dibaiat oleh Pewaris Raja Aceh Darussalam, Paduka TuankuMuhammad1 ZNAl-Haj di Istana Darul Ihsan, Blang Oi, Banda Aceh.

Pewaris Diradja Air Tiris Melayu Kampar HM Yunus Datuk Sutan Batuah dan rombongan tiba di Banda Aceh pada Sabtu (25/9/2021) malam sekira pukul 01.35 WIB setelah menempuh perjalan darat selama 39,5 jam, dimana rombongan HM Yunus Datuk Sutan Batuah bertolak dari Masjid Jami' Air Tiris, Kabupaten Kampar tepat pukul 10.00 WIB, Kamis (24/9/2021). Prosesi penobatan dan silaturahmi berlangsung sejak Sabtu (26/9/2021) hingga Ahad (27/9/2021).

Ikut serta dalam rombongan ini Pucuk Adat Kenagarian Air Tiris Datuk Rajo Malano, M Yatim Datuk Jalelo, Suhali Datuk Indo Komo beserta para Ninik Mamak Dua Belas dari Kenagarian Air Tiris lainnya.

Sementara dari Aceh turut hadir pejabat pemerintah yakni Guru Besar Fakultas Hukum dan Syariah UIN Ar-Raniry Profesor Dato' Sri Ust Muhammad Sidiq Armia SAg MH PHd, perwakilan pemuda Kabupaten Pidie yang merupakan salah satu pejabat di Dinas Kesehatan Pidie, dan beberapa orang tokoh penting mewakili pemerintah dan pemangku adat.

Dari pantauan, prosesi pembaiatan dan penyerahan watikah ini terlihat satu persatu prosesi kegiatan berjalan khidmat. Saat Pewaris Raja Aceh Darussalam Paduka Tuanku Muhammad 1 ZN Al-Haj membuka prosesi dan menyampaikan petuah suasana menjadi hening. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah baiat oleh HM Yunus Datuk Sultan Batuah dan diikuti 28 orang lainnya yang terlihat memakai baju kebesaran yakni baju Melayu.



Paduka Tuanku Muhammad 1 ZN Al-Haj juga memasang atau menyematkan satu persatu penghargaan di baju HM Yunus Datuk Sultan Batuah dan diikuti Datuk Rajo Malano dan keseluruhan penerima penghargaan dan yang dibaiat. Setelah proses ini dilakukan penyerahan bendera Diradja Air Tiris Melayu Kampar kepada Pewaris Raja Aceh Darussalam dan foto bersama di depan Istana.

Dengan adanya watikah ini maka sahlah gelar yang diberi jabatan pada Pewaris Diradja Air Tiris Melayu Kampar dan perangkatnya dan dengan demikian, HM Yunus Datuk Sutan Batuah atau selama ini dikenal dengan Haji Muhammad Yunus Pondok Patin telah resmi dipanggil sebagai Tuanku Paduka Muhammad Yunus Datuk Sutan Batuah Bin Muhammad Yusuf. Menurut informasi yang diterima, acara penobatan beliau sebagai Pewaris Diradja Air Tiris Melayu Kampar menurut rencana akan dilakukan pada tanggal 1 November 2021 mendatang.

Begitu juga dengan perangkatnya yang lain misalnya Asparaini Rahman Bin Abdul Rahman sudah diberi gelar Datuk Bintara Kanan dengan Gelar Datuk Panglima Setia, Idrus YS Bin Muhammad Yusuf yang merupakan adik dari Tuanku Paduka Muhammad Yunus Datuk Sutan Batuah sebagai Datuk Bintara Abdi Dalam.

Kemudian Dr Azmi Ali yang juga Ketua Pelaksana Kegiatan Pembaiatan Pewaris Diradja Air Tiris Melayu Kampar sebagai Datuk Panglima Besar, Herman Yahya SAg sebagai Datuk Laksamana, Muhammad Ali SAg sebagai Menteri Dalam Negeri Diradja Air Tiris Melayu Kampar dan lainnya.

Bersama rombongan juga ikut serta dua orang dari Siak Sri Indrapura yang ikut dibaiat dan menerima watikah yaitu Tengku Said Firdaus yang merupakan Keturunan Said Ahmad II dari Kerajaan Siak Sriindrapura dan Imam Mustaqim.

Pewaris Raja Aceh Darussalam, Paduka TuankuMuhammad1 ZNAl-Haj Pewaris Raja Aceh Darussalam, Paduka TuankuMuhammad1 ZNAl-Haj melalui Dato' Sri Panglima Tjut Urus Seutia Diradja Aceh Darussalam atau Perdana Menteri Diradja Aceh Darussalam Profesor Dato' Sri Ust Muhammad Sidiq Armia SAg MH PHd dalam sesi wawancara dengan wartawan menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan sakral dan kegiatan yang dimuliakan, khususnya pada saat pengambilan baiat dan pembagian watikah.

Pengambilan baiat itu merupakan baiat untuk kesejahteraan terhadap misi dakwah Islam yang berpegang kepada Al Qur'an dan hadits, dimana medianya salah satu adalah Majelis Adat Diradja Aceh Darussalam.

Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com