Begini Sakralnya Prosesi Pembaiatan Paduka Tuanku HM Yunus Datuk Sutan Batuah dan Perangkat Oleh Pewaris Raja Aceh Darussalam

datariau.com
4.335 view
Begini Sakralnya Prosesi Pembaiatan Paduka Tuanku HM Yunus Datuk Sutan Batuah dan Perangkat Oleh Pewaris Raja Aceh Darussalam
Foto: Ist.
Pewaris Diradja Air Tiris Melayu Kampar Tuanku Paduka HM Yunus Datuk Sutan Batuah menyerahkan bendera Diradja Air Tiris Melayu Kampar kepada Pewaris Raja Aceh Darussalam.

Guru Besar Fakultas Hukum dan Syariah Universitas Islam (UIN) Ar-Raniry sekaligus Dekan Fakultas Hukum dan Syariah Universitas Islam (UIN) Ar-Raniry ini menyebutkan, secara historis, Aceh dan Riau punya keterikatan yang sangat dekat terima sekali dalam pengembangan Islam.

"Dulu kita punya kitab Siratal Mustaqim dibuat ulama Aceh dan dibagi ke nusantara. Paling dekat ke Malaysia dan negeri-negeri di Pulau Sumatera. Secara teritorial Sumatera itu bukan bagian kerajaan Aceh Darussalam," kata Dato' Sri Muhammad Sidiq Armia.

Ia menambahkan, apa yang dilakukan ini sebagai syiar Keislaman dan upaya mem perkokoh persaudaraan Islam, ukhwah Islamiah melalui jalur adat.

"Mejelis adat ini coba menaungi daerah-daerah, khususnya dunia Melayu yang kuat ajaran Islamnya dan kemudian disamping itu hari ini kita bagikan watikah atau derjah kemuliaan, derjah kehormatan yang telah menjadi tradisi Majelis Adat Atjeh Darussalam dari dulu sampai dengan sekarang," ulasnya.

Tujuan pemberian watikah sebagai bentuk apresiasi terhadap siapa saja yang telah berbuat lebih terhadap pengembangan Islam di dunia Melayu dan Indonesia khususnya.

Dengan adanya kegiatan ini dan upaya menghidupkan kembali adat budaya ini juga sebagai upaya meningkatkan dan mempererat persaudaraan Aceh dan Melayu.

Nah, kenapa baiat terhadap pewaris Diradja Air Tiris Melayu Kampar dilakukan di Istana Diradja Aceh Darussalam? Dato' Sidiq mengatakan bahwa Paduka Tuanku Muhammad 1 ZN Al-Haj secara de facto dan de jure merupakan pewaris dari raja-raja Aceh dahulu. "Jadi pengakuan secara legal sudah ada pengakuan dari baik dari Malaysia maupun raja-raja nusantara dan dunia," terangnya.



Pengakuan ini berdasarkan dari tracing historis. "Jadi ada silsilah yang dicari, yang ditemukan, dan beliau mempunyai silsilah dari raja Aceh sebelumnya," beber Dato' Sidiq.

Berkaitan dengan upaya menghidupkan kembali adat budaya di Kampar, terkhusus dengan akan dinobatkannya HM Yunus Datuk Sultan Batuah sebagai Pewaris Diradja Air Tiris Melayu Kampar, Pewaris Diradja Aceh melihat ada satu keterkaitan yang sangat mendasar tentang siar Keislaman.

Dengan dibangkitkan kembali Majelis Adat Diradja Air Tiris Melayu Kampar, ada daerah Keislaman yang makin terasa karena nilai spiritual dan rumah dari kegiatan ini tak lain adalah silaturahmi Keislaman dan pengembangan dakwah. "Kalau kita tulus ke situ In Sya Allah akan dibukakan jalan," imbuh Pewaris Raja Aceh melalui Dato' Sri Muhammad Sidiq.
Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)