SIAK, datariau.com - Aliansi Mahasiswa Peduli Anti Korupsi (AMPAK) Riau mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menindak tegas aktivitas angkutan milik PT Ekasapta Paramita Energi (EPE) yang diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan Jalan Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Koordinator AMPAK Riau, Dandy Nugraha, mengatakan kerusakan jalan tersebut diduga dipicu oleh lalu lintas truk pengangkut cangkang kelapa sawit menuju lokasi penumpukan milik PT EPE. Menurutnya, kendaraan yang beroperasi diduga membawa muatan melebihi kapasitas jalan yang tersedia.
“Jalan Kampung Sungai Rawa merupakan jalan kabupaten kelas III dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) maksimal 8 ton. Namun berdasarkan temuan di lapangan, terdapat dugaan kendaraan yang melintas membawa muatan di atas kapasitas tersebut sehingga mempercepat kerusakan badan jalan,” ujar Dandy, Senin (16/6/2026).
Baca juga:Cegah Truk ODOL Masuk Kota, DPRD Minta Dishub Jaga Posko di Setiap Pintu Masuk Pekanbaru
Selain dugaan pelanggaran tonase, AMPAK juga menemukan sejumlah truk yang kerap berhenti dan parkir di bahu jalan dalam waktu cukup lama. Kondisi ini dinilai semakin memperburuk kerusakan infrastruktur yang sebelumnya telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Menurut Dandy, jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat yang digunakan untuk berbagai aktivitas ekonomi dan sosial. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap aktivitas kendaraan bertonase tinggi yang melintas di kawasan tersebut.
“Apabila persoalan ini tidak segera mendapat perhatian dari pihak berwenang, AMPAK akan membawa temuan ini ke aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Baca juga:Truk Masuk Kota Membuat Warga Pekanbaru Resah, Komisi IV Desak Dishub dan Satlantas Bertindak Tegas!
PT EPE diketahui telah beroperasi di Desa Sungai Rawa sejak tahun 2020. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat setempat mengeluhkan kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan, meskipun sebelumnya sempat diperbaiki menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Siak.
Salah seorang warga Kampung Besar, Rizal, mengaku kecewa karena jalan yang baru diperbaiki tidak mampu bertahan lama. Ia menilai kerusakan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Ketika jalan selesai diperbaiki, kami sangat senang karena akses transportasi menjadi lebih lancar. Namun belum lama digunakan, kondisinya kembali rusak parah dan sulit dilalui,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Leman, warga Sungai Rawa. Menurutnya, saat musim hujan tiba, lubang-lubang di badan jalan kerap tertutup genangan air sehingga membahayakan pengguna jalan.
“Kalau hujan, lubang jalan tidak terlihat karena tertutup air. Ini sangat berbahaya bagi pengendara, termasuk pelajar, petani, dan pedagang yang setiap hari melintas,” ujarnya.
Baca juga:Tak Indahkan Rambu Larangan Masuk Kota, Unit Lantas Polsek Tualang Tindak Tegas Truk Kontainer Bandel
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Siak bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret dengan melakukan evaluasi terhadap aktivitas angkutan bertonase tinggi serta memperbaiki jalan secara menyeluruh agar akses transportasi kembali aman dan nyaman digunakan.