PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program edukasi pencegahan stunting melalui pemanfaatan daun kelor di Desa Petani, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan. Program yang berlangsung pada 8??"9 Juli 2026 tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi.
Kegiatan Kukerta Berdampak UNRI ini digelar di dua lokasi, yakni Posyandu Dusun I pada Rabu (8/7/2026) dan Puskesdes Desa Petani, Dusun II, pada Kamis (9/7/2026). Sosialisasi melibatkan bidan desa, kader posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Mengangkat tema pencegahan stunting berbasis potensi lokal, mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI menghadirkan inovasi edukasi berupa maket tiga dimensi. Media visual tersebut digunakan untuk menjelaskan pentingnya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Baca juga:Hebat, Mahasiswi Cantik Ini Berhasil Ciptakan Masker Herbal Perawatan Kulit
Melalui maket interaktif tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengertian stunting, penyebab, dampak terhadap tumbuh kembang anak, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media edukasi ini membuat penyampaian materi lebih menarik, mudah dipahami, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat selama penyuluhan berlangsung.
Selain memberikan edukasi mengenai stunting, mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI juga menggelar demonstrasi pembuatan puding daun kelor sebagai salah satu contoh olahan pangan bergizi. Daun kelor dipilih karena mudah diperoleh masyarakat dan memiliki kandungan nutrisi tinggi yang bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, balita, maupun seluruh anggota keluarga.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang sebelumnya mengimbau masyarakat menanam pohon kelor di setiap rumah melalui kader posyandu. Daun kelor diketahui kaya akan protein, serat, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin C, serta antioksidan yang berperan dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga dan menjadi salah satu alternatif pangan untuk membantu mencegah stunting.
Baca juga:Demonstrasi Pembuatan Edalor Oleh Tim KKN-BK UNRI Kepada Ibu-ibu PKK Kelurahan Sukamaju
Ketua Kader Posyandu Desa Petani mengapresiasi program yang dijalankan mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI karena dinilai mampu memperkuat edukasi masyarakat mengenai manfaat daun kelor.
"Daun kelor ini memang punya banyak manfaat bagi kesehatan. Bukan cuma untuk membantu mencegah stunting pada anak, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan orang dewasa. Kebetulan Bupati Pelalawan juga punya program yang sejak lama mendorong masyarakat untuk menanam dan mengolah daun kelor jadi sejalan. Menurut saya, program yang dilaksanakan mahasiswa ini sangat bagus karena membantu mengedukasi masyarakat agar semakin memahami manfaat daun kelor," ujarnya.
Tidak hanya menyampaikan materi mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting, mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI juga mengajarkan peserta secara langsung cara mengolah daun kelor menjadi puding serta berbagai olahan makanan bergizi lainnya. Dengan praktik tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan menu sehat berbahan dasar daun kelor secara mandiri di rumah.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau