PEKANBARU, datariau.com - Sempena Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada hari Sabtu 21 Februari 2015, SMPN 13 Pekanbaru menggelar perlombaan kebersihan kelas.
"Perlombaan ini diadakan bertujuan agar siswa selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang dimulai dari ruangan kelas. Jauh dari itu kegitan ini juga untuk menanamkan sikap peduli dan cinta lingkungan," kata Kepala SMPN 13 Pekanbaru Hj Desmi Erwinda MPd kepada datariau.com, di sela-sela acara perlombaan di sekolahnya, Sabtu (21/2/2015) kemarin.
Menurut Desmi, sebagai sekolah yang telah menyandang status sekolah adiwiyata kota, sudah sewajarnya selalu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.
"Kita inginkan seluruh stokeholder dapat mendukung program pemerintah yakni menciptakan sekolah yang berwawsan lingkungan atau yang lebih dikenal dengan sekolah adiwiyata," pintanya.
Lebih lanjut dijelaskannya, setakat ini pihak sekolah telah mempersiapkan segala sesuatu yang merupakan kreteria penilaian adiwiyata. "Dengan persiapan yang telah dilukakan kita optimis SMPN 13 berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional," paparnya dengan yakin.
"Saya yakin adiwiyata nasional akan dapat kita raih," sambung Desmi dengan optimis.
Ketua tim Adiwiyata SMPN 13 Pekanbaru Hj Nurparida SPd, dalam kesempatan itu menambahkan, bahwa selain lomba kebersihan kelas juga digelar lomba memanfaatkan daur ulang sampah dijadikan souvener (recicle). Kemudian lomba taman dari masing-masing kelas. Juga diadakan lomba mading dan poster kelas.
Dikatakan Parida, guna mensukseskan target adiwiyata nasional, pihaknya selulu berkoordinasi dengan SMAN 8 sebagai sekolah yang memberikan binaan. Menurutnya, banyak hal yang sudah dilakukan seperti penanaman pohon lindung, pohon buah, penataan taman, menanam aneka jenis bunga, membuat air mancur dan kolam ikan.
"Pembuatan kompos juga pembuatan lobang biopori. Kesemuya itu merupakan kesiapan kita menghadapi adiwiyata tahun 2015 ini. Kami sangat yakin apa yang ditargetkan meraih adiwiyata nasional akan tercapai," tegas Parida.
Sementara itu, salah seorang orangtua siswa Prof DR Syafrinaldi yang hadir dalam kesempatan itu menyebutkan, peran dari komite sekolah sangat menentukan untuk maju atau tidak SMPN 13 ini.
Ia mmemberikan aprisiasi kepada pihak sekolah yang telah banyak berbuat untuk menuju adiwiyata tingkat provinsi dan nasional. Maka diperlukaan partisipasi semua pihak, baik guru, siswa, orangtua siswa dan masyarakat.
"Kami memberikan aprisiasi kepada kepala sekolah dengan keterbatasan anggaran telah dapat berbuat untuk kemaju sekolah. Kami juga sebagai orangtua siswa akan selalu mendukung program yang telah dilaksanakan di sekolah. Dengan harapan apa yang diinginkan yakni meraih adiwiyata nasional akan terwujud," tandas Syafrinaldi. (jun)