Begini Cara Ampuh Mengobati Penyakit "Haus Pujian"

datariau.com
111 view
Begini Cara Ampuh Mengobati Penyakit "Haus Pujian"

DATARIAU.COM - Sebagai manusia, ada kecenderungan dalam diri kita untuk merasa senang saat diakui, dipuji, atau diapresiasi atas kebaikan dan pencapaian yang kita lakukan. Namun, jika perasaan senang itu berubah menjadi ketergantungan, di mana kita selalu haus akan pujian, maka di situlah petaka hati dimulai.

Ketika setiap amal saleh, kebaikan, dan prestasi yang kita lakukan selalu berorientasi pada pandangan mata manusia, kita sedang menggadaikan ketenangan jiwa kita sendiri. Mengapa kita wajib merenungkan kembali bahaya dari penyakit "haus pujian" ini?

1. Pujian Manusia Itu Semu dan Sementara


Satu hal yang harus kita sadari adalah pujian manusia itu sangat labil. Hari ini mereka bisa memuji kita setinggi langit, namun esok hari, karena satu kesalahan kecil, mereka bisa menjatuhkan kita ke dalam jurang cercaan.

Jika hidup kita disetir oleh pujian orang lain, kita tidak akan pernah menemukan kedamaian. Ketika pujian itu hilang, kita akan merasa hancur, kecewa, dan kehilangan motivasi untuk berbuat baik. Ingatlah bahwa pujian orang lain tidak menambah kemuliaan kita di hadapan Allah, dan sebaliknya, celaan mereka tidak akan mengurangi kedudukan kita jika kita mulia di sisi-Nya.

2. Bahaya Penyakit Riya dan Sum'ah


Dalam ajaran Islam, terlalu mengharapkan pujian atas amal ibadah atau kebaikan dapat menjerumuskan kita ke dalam sifat riya’ (ingin dilihat) dan sum’ah (ingin didengar). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sangat mengkhawatirkan umatnya terjatuh ke dalam syirik kecil ini.

Baca juga: 3 Cara Agar Tetap Selamat Saat Dipuji Manusia


Ketika riya’ telah masuk ke dalam hati, amal yang kita lakukan dengan susah payah akan menjadi sia-sia, bagaikan debu yang beterbangan ditiup angin kencang. Kita lelah berbuat baik di dunia, namun di akhirat tidak mendapatkan apa-apa selain penyesalan.

3. Kembalikan Segalanya kepada Allah (Ikhlas)


Nasehat terbaik bagi kita yang masih sering merasa haus pujian adalah melatih keikhlasan hati. Ikhlas artinya membersihkan niat hanya untuk mencari keridaan Allah semata.

Mari kita renungkan perkataan ulama mutabar, bahwa tanda orang yang ikhlas adalah: "Ia tidak peduli dengan pujian manusia dan tidak pula surut semangatnya karena celaan mereka." Fokusnya hanyalah bagaimana pandangan Allah terhadap dirinya, bukan bagaimana pandangan manusia.

Baca juga:VIDEO: 4 Ciri-ciri Manusia yang Tamak Harta dan Jabatan


Langkah Nyata Menyembuhkan Hati yang Haus Pujian:

Sembunyikan Sebagian Amal Kebaikan


Cobalah memiliki amalan rahasia yang hanya diketahui oleh Anda dan Allah Ta'ala. Ini adalah cara paling efektif untuk memotong akar riya di dalam hati.

Sering-sering Berdoa


Mintalah perlindungan kepada Allah dari sifat ingin dipuji. Salah satu doa yang diajarkan adalah: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa yang tidak aku ketahui.”

Sadarilah Kekurangan Diri


Saat orang lain memuji kita, sejatinya mereka bukan memuji kehebatan kita, melainkan karena Allah sedang menutupi aib-aib dan kekurangan kita. Jika Allah membuka satu saja aib kita, niscaya tidak akan ada satu pun manusia yang sudi memuji kita.

Kesimpulan


Wahai saudaraku, mari kita merdeka-kan diri kita dari perbudakan pujian makhluk. Pujian manusia tidak akan membawa kita ke surga, dan celaan mereka tidak akan memasukkan kita ke neraka. Mulai hari ini, mari kita tata kembali niat di setiap helaan napas dan langkah kaki kita. Cukuplah Allah sebagai saksi dan pemberi pahala terbaik atas segala kebaikan yang kita lakukan.

Baca juga:Bahaya Sifat Rakus Harta dan Tidak Suka Melihat Orang Lain Mendapatkan Nikmat


Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita agar tetap istiqamah dalam keikhlasan.***


JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)