SMM PANEL INDO

Fraksi PDI Perjuangan Pekanbaru Buka Pengaduan Data Desil, 750 Warga Sudah Melapor

datariau.com
177 view
Fraksi PDI Perjuangan Pekanbaru Buka Pengaduan Data Desil, 750 Warga Sudah Melapor
Foto: Endi
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pekanbaru membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang merasa data desil kesejahteraannya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

PEKANBARU, datariau.com - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pekanbaru membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang merasa data desil kesejahteraannya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

Layanan tersebut mendapat respons dari masyarakat. Hingga Rabu (23/9/2026), tercatat sekitar 750 warga telah menyampaikan pengaduan kepada Fraksi PDI Perjuangan terkait persoalan data desil.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi, mengatakan masyarakat yang merasa masuk dalam desil tinggi, sementara kondisi ekonominya tergolong kurang mampu, dapat mengajukan perubahan data dengan melampirkan bukti pendukung.

"Kita menyampaikan ke publik, bagi masyarakat yang hari ini desilnya 5 sampai 10, kalau desilnya tidak sesuai dengan fakta dan kenyataannya, bisa dirubah desilnya," kata Zulkardi, Rabu (23/9/2026).

Baca juga:Polemik Desil: Miskin Itu Nyata Bukan Angka


Untuk memudahkan masyarakat, Fraksi PDI Perjuangan membuka layanan pengaduan di Kantor DPRD Kota Pekanbaru, lantai 1.

Masyarakat yang ingin mengajukan pengaduan diminta membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta foto rumah sebagai dokumen pendukung. Layanan tersebut dibuka setiap Senin dan telah berjalan sekitar satu bulan.

"Sudah hampir hari ini masuk data ke PDI Perjuangan itu ada sekitar 750 masyarakat. Sudah banyak, ini sudah jalan sekitar sebulan yang lalu," ujarnya.

Baca juga:Warga Miskin di Pekanbaru Tak Lagi Terima Bansos, DPRD Pertanyakan Data Desil Tidak Akurat

Warga Tak Mampu Tercatat Desil 9


Zulkardi mengungkapkan, salah satu persoalan yang ditemukan dalam pengaduan masyarakat adalah adanya warga dengan kondisi rumah sederhana, tetapi tercatat dalam desil tinggi.

Menurutnya, kondisi tersebut berpengaruh terhadap peluang masyarakat mendapatkan bantuan sosial karena klasifikasi desil menjadi salah satu data yang digunakan dalam penentuan sasaran program bantuan.

"Banyak desil 9, tapi setelah dia cek kenapa dia tidak sering dapat bantuan, diceknya dari bansos keluar desilnya desil 9. Sementara rumahnya ada yang rumah papan, bahkan juga tidak ada lantai," ungkapnya.

Baca juga:DPRD Pekanbaru Soroti Perubahan Desil Warga, Banyak Masyarakat Kurang Mampu Tidak Mendapatkan Bantuan


Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemutakhiran data secara berkala agar klasifikasi kesejahteraan masyarakat benar-benar menggambarkan kondisi faktual di lapangan.

Karena itu, masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya diminta aktif melaporkan dan mengajukan perubahan dengan membawa dokumen pendukung.

"Kalau memang tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan, silakan masyarakat mengajukan perubahan data," kata Zulkardi.

Baca juga:7,3 Juta Kartu BPJS Gratis Dinonaktifkan Mulai 1 Juni! Ini Alasannya

Dorong Bantuan Melalui APBD Pekanbaru


Selain membantu masyarakat dalam menyampaikan pengaduan terkait data desil, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pekanbaru juga mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan skema bantuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dorongan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, tetapi belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

Zulkardi mengatakan usulan tersebut akan diperjuangkan dalam pembahasan APBD Kota Pekanbaru tahun anggaran 2027.

"Hari ini Desil 1 sampai Desil 4 yang tidak ter-cover oleh pemerintah pusat, kita minta APBD Kota Pekanbaru untuk membantunya," ujarnya.

Baca juga:Keuangan Pekanbaru Pas-pasan, APBD-P 2026 Diprediksi Turun: Pembangunan Tetap Harus Jalan


Menurutnya, pemerintah daerah perlu memiliki ruang anggaran untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang secara kondisi ekonomi membutuhkan bantuan, tetapi belum tercakup dalam program bantuan pemerintah pusat.

"Kita ingin menyampaikan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru untuk membantu dengan space APBD, membantu masyarakat yang hari ini desilnya rendah 1 sampai 4, tapi dia tidak dapat bantuan dari pusat," katanya.

Zulkardi menegaskan, data pengaduan yang dihimpun Fraksi PDI Perjuangan akan menjadi bahan untuk melihat persoalan ketidaksesuaian data kesejahteraan masyarakat di lapangan.

Baca juga:Fraksi PDI Perjuangan Walkout dari Rapat Banggar DPRD Pekanbaru, Protes Tidak Dibagikan LHP BPK kepada Anggota


Ia berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan pengaduan apabila menemukan ketidaksesuaian antara data desil dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

Masyarakat yang ingin difasilitasi dalam pengajuan perubahan data dapat mendatangi layanan pengaduan Fraksi PDI Perjuangan di lantai 1 Kantor DPRD Kota Pekanbaru setiap Senin dengan membawa KTP dan foto kondisi rumah sebagai dokumen pendukung. (end)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)