Bahaya Sifat Rakus Harta dan Tidak Suka Melihat Orang Lain Mendapatkan Nikmat

datariau.com
134 view
Bahaya Sifat Rakus Harta dan Tidak Suka Melihat Orang Lain Mendapatkan Nikmat
Ilustrasi. (Foto: OpenAI)

DATARIAU.COM - Di antara penyakit hati yang sangat berbahaya adalah rakus terhadap harta sekaligus tidak suka melihat orang lain memperoleh kenikmatan yang lebih baik darinya. Hatinya sempit ketika melihat saudaranya sukses, usahanya maju, rumahnya bagus, atau rezekinya bertambah. Ia ingin semua kelebihan hanya ada pada dirinya.

Sifat seperti ini merupakan gabungan antara ketamakan dan hasad (dengki), dua penyakit yang dapat menghancurkan amal kebaikan seseorang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jauhilah oleh kalian sifat hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR Abu Dawud)

Orang yang rakus terhadap dunia biasanya tidak pernah merasa puas. Ketika melihat orang lain memiliki nikmat lebih banyak, ia merasa tersaingi, panas hati, bahkan berharap nikmat itu hilang dari saudaranya. Padahal rezeki setiap manusia sudah diatur oleh Allah Ta’ala.

Allah berfirman: “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. Az-Zukhruf: 32)

Sikap tidak suka melihat orang lain bahagia menunjukkan lemahnya iman dan buruknya adab kepada Allah dalam menerima takdir rezeki.

Dengki Lahir dari Cinta Dunia Berlebihan


Para ulama menjelaskan bahwa hasad sering muncul karena cinta dunia yang berlebihan. Orang yang terlalu mengejar harta, kedudukan, dan pujian manusia akan sulit menerima jika ada orang lain yang lebih unggul darinya.

Ia ingin menjadi paling kaya, paling dihormati, dan paling dipuji. Ketika ada orang lain mendapatkan kelebihan, hatinya dipenuhi iri dan kebencian.

Padahal seorang Muslim diperintahkan untuk mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan bagi dirinya sendiri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Jika seseorang senang melihat saudaranya mendapat nikmat, maka itu tanda bersihnya hati dan kuatnya iman. Sebaliknya, bila ia gelisah dan marah melihat orang lain sukses, maka itu tanda penyakit hati yang harus segera diobati.

Orang Dengki Sering Meremehkan dan Menjatuhkan Orang Lain


Karena tidak suka melihat orang lain lebih baik darinya, orang yang hasad sering berubah menjadi tukang merendahkan, mencela, menggunjing, bahkan memfitnah. Ia berusaha menjatuhkan kehormatan orang lain agar dirinya terlihat lebih tinggi. Inilah akhlak yang sangat dibenci dalam Islam.

Allah Ta’ala berfirman: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.” (QS. Al-Humazah: 1)

Surat Al-Humazah menjelaskan ancaman keras bagi orang yang sibuk menghina dan merendahkan manusia karena kesombongan dan kecintaannya terhadap harta.

Harta Tidak Akan Dibawa Mati


Sebanyak apa pun harta yang dikumpulkan, semuanya akan ditinggalkan. Jabatan akan hilang, pujian manusia akan lenyap, dan dunia akan berakhir. Yang tersisa hanyalah amal saleh.

Karena itu, seorang Muslim hendaknya membersihkan hati dari sifat tamak, iri, dan sombong. Belajarlah bersyukur, mendoakan kebaikan bagi sesama, dan merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan.

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di رحمه الله menjelaskan bahwa hati yang dipenuhi qana’ah akan lebih tenang dibanding hati yang selalu tamak terhadap dunia.

Semoga Allah menjaga hati kita dari penyakit rakus terhadap harta, dengki kepada sesama, dan kesombongan yang dapat menyeret manusia menuju kehinaan dan azab-Nya. Aamiin.***

Referensi:

- rumaysho.com: Bahaya Penyakit Hasad Dengki

- muslim.or.id: Bahaya Hasad dan Cara Mengobatinya

- muslim.or.id: Mencintai Kebaikan Untuk Saudara Seiman

- almanhaj.or.id: Tafsir Surat al Humazah

- rumaysho.com: Indahnya Qanaah Merasa Cukup

Penulis
: Riki Abu Hakim
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)