Pedagang Ungkap Selalu Diintimidasi Para Preman Pasar, Lapak Setengah Meter Dipatok 5 Juta

Ruslan
1.154 view
Pedagang Ungkap Selalu Diintimidasi Para Preman Pasar, Lapak Setengah Meter Dipatok 5 Juta
Foto: Net

DATARIAU.COM - Kasus penganiayaan pedagang sayur bernama Liti Wari Iman Gea, yang dilakukan terduga preman bernama Beni kini kembali viral.

Sebab, Liti yang sebelumnya dianiaya dan diinjak-injak dijadikan tersangka oleh polisi.

Pascakasus ini viral, para pedagang Pasar Gambir mulai buka suara.

Pedagang mengatakan, mereka selalu diintimidasi oleh kelompok preman dari organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP).

Bahkan, tiap pedagang diminta membayar uang lapak yang nilainya bervariasi, tergantung luas lapak yang didiami.

"Aku kemarin baru bayar uang lapak sekitar Rp 5 juta sama OKP yang sering ada di sini. Uang itu untuk biaya lapak selama setahun," kata HT, pedagang Pasar Gambir, Minggu (10/10/202).

HT mengungkapkan, untuk lapak seluas satu meter, maka bayarannya mencapai Rp 10 juta.

"Sebenarnya kami keberatan. Tapi mau gimana lagi," katanya.

Dia mengatakan, di masa pandemi seperti ini, pemasukan sebagai pedagang tak menentu.

Namun mereka harus memikirkan setoran pada kelompok preman yang kerjanya cuma duduk-duduk dan mabuk-mabukan itu.

"Kemarin semenjak viral video itu. Kabarnya PKL di pasar ini tidak lagi dikasih jualan, karena isunya udah sampai ke pusat," sebutnya.

Dikatakannya pula, semenjak kejadian miris itu, Liti sempat tampak tidak berjualan sekitar dua minggu lamanya.

"Setelah itu kadang berjualan, kadang libur. Tapi lebih banyak enggak berjualannya," ujar HT.

Soal pungutan liar tadi, para preman juga meminta uang Rp 30 ribu tiap minggu pada pedagang kaki lima (PKL) dengan dalih uang kebersihan.

Kendati demikian, tak satupun dari aparat penegak hukum yang selama ini berani mengambil tindakan terhadap preman-preman tersebut.(*)

Source: tribunnews.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)