Datuk Said Kritik Penertiban Aksi Penggalangan Dana Pembangunan Masjid di Ruas Jalan

Admin
571 view
Datuk Said Kritik Penertiban Aksi Penggalangan Dana Pembangunan Masjid di Ruas Jalan

ROHIL, datariau.com - Berkaitan dengan tindakan penertiban terhadap kegiatan penggalangan dana di jalan untuk pembangunan masjid, yang dilakukan oleh pihak Polsek Bagan Sinembah yang dilakukan oleh Kanit lantas Polsek Bagan Sinembah beberapa waktu lalu, mengundang reaksi dari berbagai kalangan.

Salah satunya Tokoh Masyarakat yang ikut angkat bicara berkaitan penertiban tersebut datang dari Sekretaris Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Kecamatan Bagan Sinembah Datuk Said Khairuddin MSi PhD.

"Kita memahami langkah yang dilakukan oleh pihak kepolisian, namun hal tersebut perlu dimusyawarahkan dengan berbagai kalangan terutama dengan pihak yang melakukan penggalangan dana tersebut, jangan terkesan asal tertib," kata Datuk Said kepada datariau.com, Sabtu (17/7/2021).

Dikatakan Datuk Said, bahwa penggalangan dana yang dilakukan oleh panitia pembangunan masjid di jalan merupakan salah satu cara panitia untuk mendapatkan biaya pembangunan, jika itu dilarang maka dari mana mereka mendapatkan sumber keuangan untuk melanjutkan pembangunan yang anggarannya tidak sedikit.

"Apa kita siap menutupi kekurangan-kekurangan dana pembangunan masjid tersebut, kalau kita mau jadi donatur silahkan penggalangan dana dilarang. Pihak panitia pembangunan mesjid sudah berupa mencari sumber keuangan dan jalan satu-satunya adalah dengan melakukan penggalangan dana di jalan, jika mereka punya dana tentu mereka tidak turun ke jalan," terang Datuk Said

Lebih lanjut Datuk Said Khairuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Umat Islam Rokan Hilir mengatakan, pihak kepolisian harus berhati-hati dalam melakukan tindakan penertiban tersebut, jangan sampai timbul anggapan masyarakat bahwa pihak kepolisian sengaja menghambat masyarakat untuk mencari biaya membangun rumah ibadah.

Datuk Said Khairuddin menyarankan kepada pihak kepolisian untuk memanggil pihak terkait, baik itu camat, datuk penghulu atau Lurah dimana lokasi penggalangan dana tersebut dilaksanakan serta panitia pembangunan masjid, guna mencari solusi.

"Sehingga penggalangan dana tersebut dapat berlanjut. Kita khawatir jika penggalangan dana di jalan dilarang maka akan menghambat pembangunan masjid yang sudah dilaksanakan oleh masyarakat," pungkasnya.