SMM PANEL INDO

Universitas Paramadina Dorong Generasi Muda Cerdas Kelola Keuangan dan Lindungi Data Pribadi di Era Digital

datariau.com
110 view
Universitas Paramadina Dorong Generasi Muda Cerdas Kelola Keuangan dan Lindungi Data Pribadi di Era Digital
Foto: Ist.
Kegiatan Open House Universitas Paramadina bertajuk “Cerdas Finansial di Era Digital: Membangun Literasi Keuangan & Melindungi Data Pribadi”.

JAKARTA, datariau.com - Kemudahan transaksi dan akses terhadap layanan keuangan di era digital perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak serta kesadaran menjaga keamanan data pribadi. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Open House Universitas Paramadina bertajuk “Cerdas Finansial di Era Digital: Membangun Literasi Keuangan & Melindungi Data Pribadi”.

Kegiatan tersebut digelar Selasa (1/9/2026) di Aula Prof. Firmanzah, Gedung Nurcholish Madjid, Kampus Cipayung, Universitas Paramadina. Kegiatan menghadirkan akademisi dan praktisi untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tantangan pengelolaan keuangan sekaligus risiko keamanan data di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial dan transaksi digital.

Direktur Pemasaran dan Beasiswa Universitas Paramadina, Dr. Peni Hanggarini, mengatakan tema kegiatan tersebut sejalan dengan tiga pilar Universitas Paramadina, yakni keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan.

Baca juga:Lewat dWallet, Brasil Uji Program Monetisasi Data Warga


“Pilar pertama yaitu keislaman, mengajarkan kita untuk mengelola keuangan dengan bijak dan tentunya amanah. Pilar kedua yaitu keindonesiaan, mendorong kita untuk menjadi warga digital yang penuh tanggung jawab. Sementara pilar ketiga yaitu kemodernan, dapat mengajarkan kita untuk menggunakan teknologi secara aman dan cerdas,” ujar Peni.

Menurutnya, ketiga pilar tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak berhenti sebagai nilai yang hanya dipelajari.

“Ketiga pilar tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sekadar nilai yang perlu dipelajari,” katanya.

Baca juga:Worldcoin Masih Diblokir, Pemerintah Wajibkan Hapus Data Warga


Peni berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan positif dalam mengelola keuangan dan menggunakan teknologi.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap peserta tidak hanya memiliki tambahan pengetahuan tetapi juga dapat mulai sedikit demi sedikit membangun kebiasaan yang baik yaitu mengelola keuangan dengan bijak, menjaga data pribadi dengan baik, dan menggunakan teknologi dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, Permata Dian Pratiwi, S.E., M.Sc., menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan memahami berbagai produk keuangan. Literasi keuangan juga mencakup kemampuan menerapkan kebiasaan keuangan yang sehat, mengelola uang secara tepat, serta melindungi informasi pribadi.

“Akses terhadap produk keuangan sudah semakin luas, tetapi kemampuan menggunakan produk tersebut secara tepat harus terus diperkuat,” ujar Permata Dian.

Baca juga:Kena Sanksi Komdigi, Begini Tanggapan Aplikasi World: Kami Tidak Menyimpan Atau Menjual Data Iris


Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang cerdas mengelola keuangan, bijak menggunakan teknologi, dan mampu menjaga keamanan data pribadi.

Peran tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui pendidikan dan kurikulum, pengembangan ekosistem kampus yang aman secara digital, penelitian, serta keterlibatan perguruan tinggi di tengah masyarakat.

Ia juga menilai mahasiswa merupakan kelompok strategis yang perlu mendapatkan penguatan literasi keuangan. Sebab, pada masa mendatang mereka akan menjadi pengambil keputusan keuangan, baik untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun masyarakat.

Baca juga:Love Scam Marak Lagi, Begini Ciri-Cirinya


Literasi keuangan, lanjutnya, perlu diwujudkan dalam berbagai perilaku sehari-hari, mulai dari menabung, memperoleh pendapatan, menggunakan uang, meminjam, berinvestasi, merencanakan keuangan, hingga melindungi aset dan informasi pribadi.

Dari sisi industri pembiayaan, Deputy Director Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Sri Haryati, menjelaskan bahwa perusahaan pembiayaan menyediakan fasilitas yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan barang dan jasa, baik untuk kepentingan produktif maupun konsumtif.

Namun, Sri mengingatkan masyarakat agar menggunakan fasilitas pembiayaan secara bijak. Khususnya dalam pembiayaan digital, kemudahan proses tidak seharusnya membuat konsumen mengabaikan kemampuan membayar maupun konsekuensi dari kewajiban finansial.

“Pembiayaan harus digunakan secara bijak. Pastikan kemampuan membayar angsuran dan jaga sejarah kredit yang tercatat di SLIK,” tegasnya.

Baca juga:Gawat!! Data Wajib Pajak Bocor, Penipu Berusaha Meretas Ponsel Pengguna, Waspada!


Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengajukan pembiayaan berdasarkan kebutuhan, bukan semata-mata keinginan. Selain itu, masyarakat perlu menggunakan data pribadi yang sebenarnya dan tidak meminjamkan data pribadi kepada pihak lain.

Perspektif mengenai keamanan data juga disampaikan Corporate Secretary, Investor Relations & Sustainability Head PT Bussan Auto Finance, Akmal Abudiman, MM, CSP, CSRS, CSRA, CSFS, SCL. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran konsumen dalam menggunakan layanan keuangan di tengah perkembangan ekosistem digital.

“Perlindungan data pribadi menjadi bagian penting dalam literasi keuangan digital. Kehilangan perangkat digital, misalnya, tidak hanya berpotensi menyebabkan kehilangan perangkat, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk terhadap risiko kehilangan uang, identitas, bahkan reputasi,” jelas Akmal.

Baca juga: Lamar Kerja Diminta Lampirkan KTP dan KK: Waspada Penyalahgunaan Data Pribadi


Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Didip Diandra, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Paramadina memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pengelolaan keuangan dan keamanan digital.

Universitas Paramadina juga terus mengembangkan peran perguruan tinggi sebagai center of financial & digital literacy melalui integrasi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan.

Sejumlah penelitian dosen Universitas Paramadina sebelumnya turut menunjukkan adanya keterkaitan antara literasi keuangan, gaya hidup, perilaku keuangan, financial technology, serta perlindungan data pribadi.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Paramadina menegaskan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya memiliki akses terhadap teknologi dan layanan keuangan, tetapi juga memiliki pengetahuan, sikap kritis, perilaku keuangan yang sehat, serta keterampilan untuk melindungi informasi pribadi di tengah transformasi digital.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)