PEKANBARU, datariau.com - Salah seorang masyarakat Provinsi Riau kaget data pajak dirinya bocor dan dijadikan penipu untuk berupaya meretas ponselnya, Selasa (25/11/2025). Beruntung warga ini menggunakan ponsel dengan security ganda, sehingga ia segera mengetahui upaya peretasan ponselnya oleh penipu yang mengaku dari kantor pajak.
Dikisahkan Sari, warga Kabupaten Kampar yang data pajak perusahaannya bocor. Ia dihubungi nomor 081303933460 pada pukul 08.26 Wib, kemudian berlanjut melalui video call WhatsApp dengan nomor 083896265407 pada pukul 10.22 WIB.

Sebelumnya melalui WhatsApp penipu mengirimkan data wajib pajak dengan modus mengatasnamakan Direktorat Jendral Pajak atas nama Indra Laksmana, ingin validasi update data.
Baca juga:Waspada Hoaks dan Penipuan Mengatasnamakan Pejabat BKN, Masyarakat Diminta Lebih Cermat
Dalam pesan WhatsApp itu dia mengirimkan data pribadi wajib pajak lengkap dengan NIK, nomor ponsel, nama perusahaan dan alamar usaha. Beruntung, saat memberikan data ke kantor pajak dulunya, Sari mencampurkan dari dirinya dengan data suami, dimana beberapa dokumen merupakan milik suami seperti nomor ponsel dan lainnya, sehingga penipu kesulitan melakukan peretasan.
"Awalnya sih percaya, karena memang semua data itu yang kita daftarkan saat bikin perusahaan dulunya," kata Sari.

Saat video call, penipu meminta berbagi layar (share screen). Dari sini Sari sudah merasa ada yang janggal. Kebetulan ia sedang di kantor dan di depan komputer, ia pun minta penipu melakukan proses validasi data cortex via komputer saja, namun penipu minta pakai ponsel.
Karena Sari memiliki beberapa ponsel, ia tidak bersedia berbagi layar dan minta proses melalui ponsel lainnya jenis Samsung dan mengaktifkan fitur security ganda.
Awalnya penipu mengira ponsel itu jenis iPhone, Sari meyakinkan kalau itu perangkat Samsung. Penipu mulai meminta buka Google Crome dan jelajahi pajak.jvcid.com dan download di playstore. Saat didownload muncul peringatan di ponsel bahwa file di-download berbahaya.
Penipu berkilah itu hanya pembersih virus dan meminta segera membuka file yang didownload. Namun Sari segera menelusuri file tersebut melalui komputernya dan menemukan file tersebut merupakan virus yang akan meretas ponselnya.

Saat mengetahui itu, si penipu pun langsung memutus sambungan video call dan memblokir nomor WhatsApp Sari.
"Semakin berbahaya dunia digital saat ini, jangan pernah mau berbagi layar saat video call dan jangan mau download file apapun yang diperintahkan orang tidak dikenal," kata Sari yang juga aktif di dunia digital tersebut.***
Baca juga:Penipu Kini Menirukan Suara Pejabat & Keluarga di WA