SMM PANEL INDO

Mahasiswa KKN 117 UMRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 007 Desa Sungai Lipai

datariau.com
121 view
Mahasiswa KKN 117 UMRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 007 Desa Sungai Lipai
Foto: Ist.
Mahasiswa KKN Kelompok 117 UMRI menggelar sosialisasi bertema “Stop Bullying” di SDN 007 Desa Sungai Lipai, Rabu (26/8/2026).

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 117 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi bertema “Stop Bullying” di SDN 007 Desa Sungai Lipai, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja KKN Kelompok 117 UMRI yang berfokus pada edukasi kesehatan mental dan perlindungan anak. Sebanyak 53 siswa SDN 007 Desa Sungai Lipai mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman tentang bahaya serta dampak perundungan di lingkungan sekolah.

Ketua Kelompok KKN 117 UMRI, Havizul Fikri, mengatakan bullying masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, perundungan tidak selalu berbentuk kekerasan fisik, tetapi dapat muncul dalam berbagai bentuk yang terkadang tidak disadari oleh pelaku maupun korban.

“Kami ingin anak-anak di sini paham bahwa bullying bukan hanya soal kekerasan fisik, tapi juga bisa berupa ejekan, pengucilan, hingga perundungan di media sosial. Semua bentuk itu punya dampak yang serius bagi korban,” ujar Havizul Fikri.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan berbagai jenis bullying, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial hingga perundungan yang terjadi melalui media digital.

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri korban maupun pelaku bullying, dampak psikologis yang dapat dialami korban, serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.

Agar materi lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar, penyampaian dilakukan secara interaktif melalui presentasi, video edukasi, permainan kelompok dan sesi tanya jawab.



Mahasiswa KKN juga menghadirkan simulasi dan permainan peran melalui video edukasi yang menggambarkan situasi perundungan di lingkungan sekolah. Melalui metode tersebut, siswa diajak memahami perasaan korban serta pentingnya membangun sikap saling menghargai, peduli dan membantu sesama teman.

Salah seorang peserta, Zafran, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengetahuan baru mengenai bullying dan cara menghadapinya.

“Sekarang saya jadi lebih paham kalau bullying itu enggak cuma mukul atau ngejek, tapi juga bisa bikin orang lain sedih dan enggak percaya diri. Saya jadi tahu harus lapor ke guru atau orang tua kalau lihat teman dibully,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 007 Desa Sungai Lipai, H. Masri, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN 117 UMRI.

Ia menilai edukasi mengenai pencegahan bullying penting diberikan kepada siswa sejak dini agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan saling menghargai.

“Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah peduli dengan isu ini. Semoga setelah kegiatan ini, siswa-siswa kami lebih peka dan berani speak up jika ada kasus bullying di sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya menciptakan sekolah bebas bullying membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik siswa, guru maupun orang tua. Karena itu, edukasi dan pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar siswa memiliki keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan yang mereka alami maupun saksikan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penulisan catatan kecil oleh para siswa sebagai bentuk refleksi dan komitmen bersama untuk mencegah bullying.

Selain itu, mahasiswa KKN mengajak seluruh peserta melakukan butterfly hug sebagai simbol dukungan, kepedulian dan penghargaan terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 117 UMRI berharap pesan “Stop Bullying” tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Mereka juga mendorong terciptanya budaya sekolah yang mengedepankan sikap saling menghormati, empati dan keberanian untuk bersuara terhadap segala bentuk perundungan.***

Penulis
: Ika Hamdani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)