Lewat dWallet, Brasil Uji Program Monetisasi Data Warga

Najwa
324 view
Lewat dWallet, Brasil Uji Program Monetisasi Data Warga
Foto: unsplash.com

DATARIAU.COM - Pemerintah Brasil meluncurkan program uji coba pertama di dunia yang memungkinkan warga mendapatkan uang dari jejak digital mereka di dunia maya melalui sistem monetisasi data pribadi.

Program ini dikelola Dataprev, BUMN Brasil yang fokus pada solusi teknologi program sosial pemerintah, bekerja sama dengan perusahaan DrumWave. Warga dapat mengelola, memiliki, hingga meraih keuntungan dari data digital pribadi mereka.

"Brasil telah memutuskan bahwa warganya perlu memiliki hak kepemilikan atas data mereka," kata Brittany Kaiser, dewan penasihat DrumWave. Sistem ini menggunakan dompet data bernama dWallet yang memungkinkan pengguna menyimpan data aktivitas harian ke dalam "rekening tabungan data".

Dalam program percontohan, warga diminta mengajukan pinjaman consignado dengan pembayaran melalui pemotongan gaji otomatis. Data pengajuan pinjaman dikumpulkan dalam dWallet, kemudian dapat ditawar perusahaan yang membutuhkan. Pemilik data bisa menerima atau menolak tawaran tersebut.

Mekanisme ini mirip cookies internet yang dimanfaatkan pihak ketiga, namun melalui dWallet pengguna dapat memonetisasi data sendiri. Bila tawaran diterima, pembayaran masuk ke dWallet dan dapat dicairkan ke rekening bank.

Presiden Dataprev Rodrigo Assumpção menyebut inisiatif ini akan "mendefinisikan ulang ekonomi digital dari perspektif yang lebih adil" dan meletakkan dasar model kepemilikan data yang mempromosikan inklusi keuangan.

Namun pakar perlindungan data Brasil mengkhawatirkan praktik ini berpotensi menaikkan harga data sehingga sulit diakses perusahaan kecil atau lembaga pemerintah beranggaran minim. Program juga dinilai dapat memperluas kesenjangan digital di daerah dengan infrastruktur lemah.

Pedro Bastos, peneliti Data Privacy Brazil, berencana mengonfirmasi apakah warga berpengetahuan terbatas benar-benar bersedia menjual datanya. "Orang-orang yang rentan mungkin akan berkata ya, dan ini bisa saja merugikannya," ujarnya.***

Sumber: kompas.com

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)