Mahasiswa KKN Universitas Riau Bangun Rocket Stove di Desa Koto Kari, Solusi Pengelolaan Sampah Biomassa dan Dukung Pertanian Berkelanjutan

datariau.com
80 view
Mahasiswa KKN Universitas Riau Bangun Rocket Stove di Desa Koto Kari, Solusi Pengelolaan Sampah Biomassa dan Dukung Pertanian Berkelanjutan

KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan dengan membangun sebuah rocket stove di Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Selasa (28/7/2026). Program ini menjadi salah satu upaya nyata membantu masyarakat mengelola limbah biomassa, seperti dedaunan kering dan pelepah kelapa, yang selama ini umumnya dimusnahkan melalui pembakaran terbuka.

Melalui pembangunan rocket stove tersebut, mahasiswa KKN UNRI tidak hanya berupaya mengurangi praktik pembakaran sampah yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga mendorong pemanfaatan abu hasil pembakaran sebagai bahan tambahan pupuk maupun kompos yang dapat mendukung sektor pertanian dan perkebunan masyarakat.

Program ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Koto Kari dan masyarakat setempat. Perangkat desa bersama warga turut hadir menyaksikan sekaligus mengikuti proses pembangunan sejak tahap persiapan hingga rocket stove selesai dibangun dan diuji coba.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Bentuk Bank Sampah di SDN 009 Sungai Buluh, Tanamkan Budaya Peduli Lingkungan Sejak Dini


Rocket stove merupakan tungku pembakaran yang dirancang dengan sistem ruang bakar dan cerobong yang saling terhubung sehingga menghasilkan pembakaran biomassa kering yang lebih efisien dibandingkan metode pembakaran terbuka. Desain tersebut memungkinkan proses pembakaran berlangsung lebih optimal dengan sirkulasi udara yang baik, sehingga limbah biomassa dapat terbakar lebih sempurna.

Keberadaan fasilitas ini dinilai sangat relevan dengan kondisi Desa Koto Kari yang memiliki potensi limbah organik cukup besar, terutama dedaunan dan pelepah kelapa yang berasal dari pekarangan rumah maupun kawasan perkebunan masyarakat.

Dengan adanya rocket stove, pengelolaan sampah organik kering diharapkan menjadi lebih tertata. Selain itu, abu hasil pembakaran dapat dimanfaatkan kembali sebagai campuran pupuk atau kompos sehingga memberikan nilai tambah bagi aktivitas pertanian dan perkebunan warga.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Desa Kuala Panduk Bangun Tempat Pembakaran Sampah Sederhana dan Edukasi Warga Kelola Sampah dengan Benar


Dalam proses pembangunannya, mahasiswa KKN Universitas Riau terlebih dahulu menyiapkan berbagai material utama berupa bata hebel, semen sebagai bahan perekat, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Bata hebel kemudian diukur dan dipotong sesuai desain yang telah dirancang agar membentuk saluran pembakaran dan cerobong. Setelah seluruh komponen siap, mahasiswa menyusun setiap bagian hingga membentuk ruang bakar yang terhubung dengan cerobong, kemudian merekatkannya menggunakan mortar agar konstruksi menjadi kokoh dan stabil.

Tahap selanjutnya dilakukan perapian pada setiap sambungan sebelum mortar dibiarkan mengering secara sempurna. Setelah konstruksi selesai, mahasiswa melakukan pengujian menggunakan biomassa kering untuk memastikan aliran udara berjalan optimal dan proses pembakaran berlangsung dengan baik.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Selama proses pembangunan, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi. Warga tidak hanya menyaksikan, tetapi juga berdiskusi mengenai cara penggunaan serta manfaat rocket stove dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang warga Desa Koto Kari, Ibu Epi, mengaku senang dengan adanya fasilitas tersebut karena dinilai mampu menjadi solusi praktis dalam mengelola sampah biomassa di lingkungan rumah.

"Alat ini bagus sekali dan gampang digunakan, jadi kami nggak perlu bakar sampah daun pekarangan rumah sembarangan lagi. Keren-keren," ujar Ibu Epi.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Koto Kari, Wawan. Menurutnya, program yang diinisiasi mahasiswa KKN Universitas Riau merupakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

"Ini proker paling bagus dan bermanfaat di desa kami karena menarik sekali dan inovatif untuk digunakan oleh masyarakat," ungkap Wawan.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Digitalisasi 11 UMKM Kerupuk Sagu di Kuansing, Bantu Buat Logo hingga Daftarkan ke Google Maps


Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat sebagai sarana pengelolaan limbah biomassa yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung sektor pertanian desa.

Antusiasme warga terlihat hingga kegiatan berakhir. Mereka berharap rocket stove dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengolah dedaunan dan pelepah kelapa yang dihasilkan dari lingkungan sekitar maupun area perkebunan sehingga tidak lagi dibakar secara terbuka.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Riau berharap rocket stove dapat menjadi contoh teknologi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat desa dalam mengelola biomassa kering. Selain membantu mengurangi pencemaran akibat pembakaran terbuka, pemanfaatan abu hasil pembakaran sebagai bahan tambahan pupuk maupun kompos juga diharapkan mampu mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN Universitas Riau dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga, diharapkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan semakin meningkat sehingga mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif.***

Penulis
: Bima Hardika
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)