PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) melaksanakan Program Gerakan Sekolah Peduli Sampah di SDN 009 Sungai Buluh, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan melalui edukasi pengelolaan sampah sejak usia dini, pembentukan Bank Sampah Sekolah, penyediaan media edukasi, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut diikuti siswa kelas IV, V, dan VI. Kegiatan dirancang berdasarkan hasil observasi serta koordinasi dengan pihak sekolah yang menemukan belum adanya Bank Sampah Sekolah maupun media edukasi mengenai waktu penguraian sampah sebagai sarana pembelajaran lingkungan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KUKERTA menghadirkan Program Gerakan Sekolah Peduli Sampah sebagai solusi untuk meningkatkan literasi lingkungan sekaligus menyediakan fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah, dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, sesi tanya jawab, hingga kuis sehingga para siswa dapat memahami materi dengan cara yang menyenangkan.
Mahasiswa juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dini sebagai langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi tersebut, mahasiswa membentuk Bank Sampah Sekolah sebagai sarana edukasi sekaligus wadah bagi peserta didik untuk membiasakan diri memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Selain itu, tim KUKERTA menyerahkan berbagai sarana pendukung Bank Sampah kepada pihak sekolah. Mahasiswa juga memasang papan edukasi mengenai lama waktu penguraian berbagai jenis sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran lingkungan bagi seluruh warga sekolah.
Program kemudian dilanjutkan dengan workshop pembuatan mozaik dari kemasan plastik bekas. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak mengolah limbah plastik menjadi karya kreatif yang memiliki nilai guna sehingga mereka memahami bahwa sampah tidak selalu berakhir menjadi limbah, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R).

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta didik aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik membuat mozaik dari limbah plastik.
Mewakili Kepala SDN 009 Sungai Buluh, Wali Kelas 5B, Amir Ardi, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Program Gerakan Sekolah Peduli Sampah yang digagas mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah sejak usia dini.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KUKERTA Universitas Riau atas sosialisasi dan pembentukan Bank Sampah di sekolah ini. Program ini membantu anak-anak memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya, mengenali jenis-jenis sampah yang dapat diolah maupun didaur ulang, serta meningkatkan kesadaran mereka untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah," ujarnya.
Ia menambahkan, setelah kegiatan berlangsung, para siswa mulai menunjukkan perubahan perilaku. Mereka semakin memahami jenis-jenis sampah, lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah, serta menyadari bahwa sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai ekonomi dan bermanfaat.
Program Gerakan Sekolah Peduli Sampah merupakan bagian dari Program KUKERTA Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kelompok 1 KUKERTA Sungai Buluh di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Intan Kartika Sari, S.Pd.I., M.Pd.
Melalui program ini, mahasiswa berharap Bank Sampah Sekolah beserta papan edukasi mengenai waktu penguraian sampah dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media pembelajaran lingkungan. Dengan demikian, budaya peduli lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan positif di SDN 009 Sungai Buluh serta memberikan dampak jangka panjang bagi seluruh warga sekolah.***