SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 04 menggelar edukasi bertajuk "Sekolah Aman dan Sehat" bagi peserta didik SDN 04 Buantan Besar, Kabupaten Siak.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menjadi salah satu upaya preventif mahasiswa KKN UMRI dalam mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, sekaligus membangun kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Dalam kegiatan itu, para siswa mendapatkan edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying serta pentingnya menjaga kebersihan diri, khususnya melalui kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dengan cara yang benar.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 04 Edukasi Siswa SMPN 03 Buantan Besar tentang Pergaulan Sehat
Pada sesi edukasi anti-bullying, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 04 mengenalkan berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Bentuk tersebut antara lain perundungan secara fisik, verbal maupun sosial.
Para siswa diberikan pemahaman bahwa tindakan seperti mengejek, memberikan panggilan yang merendahkan, mengucilkan teman hingga melakukan kontak fisik yang menyakiti bukanlah perilaku yang dapat dibenarkan.
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa bullying dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis anak. Perundungan dapat membuat korban merasa takut, kehilangan rasa percaya diri, merasa dikucilkan dan tidak nyaman berada di lingkungan sekolah, bahkan dapat mengganggu proses belajar.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 30 Edukasi Siswa SDN 15 Rantau Panjang tentang Bahaya Cyberbullying
Karena itu, para siswa diajak untuk membangun sikap saling menghargai, menerima perbedaan dan meningkatkan empati terhadap teman.
Edukasi tidak dilakukan hanya melalui penyampaian materi secara satu arah. Mahasiswa KKN UMRI menggunakan pendekatan interaktif melalui cerita, gambar dan permainan edukatif sehingga materi lebih mudah dipahami oleh peserta didik sekolah dasar.
Para siswa juga didorong untuk berani mengatakan tidak terhadap tindakan perundungan, tidak ikut-ikutan melakukan bullying, membantu teman yang menjadi korban serta segera menyampaikan kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan.
Baca juga:Cegah Bullying Sejak Dini, KKN 110 UMRI Edukasi Siswa SDN 020 Tanjung Mas
Selain edukasi anti-bullying, kegiatan "Sekolah Aman dan Sehat" juga diisi dengan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri.
Salah satu praktik yang menjadi perhatian utama adalah cara mencuci tangan yang baik dan benar. Mahasiswa KKN UMRI memperagakan secara langsung tahapan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Para siswa diajarkan membersihkan bagian telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari hingga bagian bawah kuku. Setelah mendapatkan contoh dari mahasiswa, peserta didik kemudian diajak mempraktikkan gerakan mencuci tangan tersebut secara bersama-sama dengan suasana yang menyenangkan melalui lagu edukatif.
Mahasiswa juga mengingatkan para siswa mengenai waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah bermain dan setelah menggunakan toilet.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 21 Edukasi DAGUSIBU di Ponpes Ulya Lil-Mukorobin, Bekali Siswa Kelola Obat dengan Aman
Kebiasaan mencuci tangan dengan benar menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kebersihan dan mengurangi risiko penularan berbagai penyakit yang dapat menyerang anak-anak, termasuk diare, cacingan dan infeksi saluran pernapasan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 04 berupaya menggabungkan edukasi karakter dan kesehatan dalam satu program. Lingkungan sekolah yang aman dari perundungan dinilai perlu berjalan beriringan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pihak SDN 04 Buantan Besar menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UMRI Kelompok 04. Program tersebut dinilai memberikan manfaat bagi peserta didik, khususnya dalam membentuk karakter saling menghargai sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri.