SMM PANEL INDO

5 Jenis Manusia yang Sebaiknya Tidak Dijadikan Teman Dekat Menurut Islam, Nomor 4 Paling Membahayakan

datariau.com
150 view
5 Jenis Manusia yang Sebaiknya Tidak Dijadikan Teman Dekat Menurut Islam, Nomor 4 Paling Membahayakan

DATARIAU.COM - Pernahkah kita bertanya mengapa seseorang yang awalnya rajin beribadah perlahan berubah? Shalat mulai ditinggalkan, ucapan semakin kasar, maksiat dianggap biasa, bahkan nasihat agama justru terasa mengganggu? Salah satu jawabannya bisa jadi ada pada lingkungan pergaulan.

Teman bukan sekadar orang yang diajak bercanda, makan bersama atau menghabiskan waktu luang. Dalam Islam, teman dekat memiliki pengaruh besar terhadap agama, akhlak, cara berpikir dan kebiasaan seseorang.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang akan mengikuti agama teman dekatnya. Oleh karena itu, hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Baca juga:Apakah Dia Sahabat Sejatimu? Uji dengan Tiga Hal Ini!


Seseorang dapat memperoleh pengaruh besar dari teman pergaulannya. Ada yang mendapatkan hidayah dan kebaikan karena berteman dengan orang saleh, tetapi ada pula yang terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kesesatan karena lingkungan pertemanan yang buruk.

Teman dapat menjadi cerminan seseorang. Teman bisa memengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang. Lantas, siapa saja yang sebaiknya tidak dijadikan teman dekat?

1. Orang yang Bodoh dan Tidak Memiliki Pertimbangan yang Baik


Islam tidak mengajarkan kita untuk merendahkan orang yang kurang ilmu. Namun, dalam memilih teman dekat, seseorang hendaknya mempertimbangkan apakah temannya memiliki akal dan kemampuan membedakan antara kebaikan dan keburukan.

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah menyebutkan bahwa orang yang dipilih menjadi sahabat hendaknya memiliki akal. Sebab, berteman dengan orang yang bodoh dapat mendatangkan mudarat. Bahkan seseorang yang berniat membantu karena ketidaktahuannya justru bisa menyebabkan keburukan.

Baca juga:4 Cara Agar Hidup Tenang di Zaman Sekarang


Karena itu, jangan menjadikan seseorang sebagai tempat utama meminta nasihat apabila ia sendiri tidak mampu memahami persoalan dengan baik. Teman dekat seharusnya membantu kita berpikir jernih, bukan membawa kita kepada keputusan yang merugikan agama dan kehidupan.

2. Orang yang Buruk Akhlaknya


Akhlak buruk juga dapat menular. Orang yang terbiasa berkata kasar, berdusta, mencela, merendahkan orang lain, mudah marah atau mengikuti hawa nafsu dapat memberikan pengaruh buruk kepada orang yang terus-menerus bersamanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perumpamaan yang sangat jelas mengenai hal ini, “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin memberimu minyak wangi, atau engkau membeli darinya, atau setidaknya engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau asap yang tidak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Hukum Shalat Jenazah Untuk Orang yang Bundir


Hadits tersebut menunjukkan keutamaan bergaul dengan orang yang baik akhlaknya sekaligus peringatan dari pergaulan yang membawa pengaruh buruk. Maka, jangan hanya memilih teman karena dia lucu, populer atau selalu membuat kita merasa nyaman. Pilihlah teman yang juga membantu kita menjadi manusia yang lebih baik.

3. Orang Fasik yang Terang-terangan Gemar Bermaksiat


Maksiat yang terus-menerus disaksikan dapat kehilangan rasa buruknya di dalam hati. Awalnya seseorang mungkin merasa risih melihat temannya melakukan dosa. Namun karena terus bersama, dosa tersebut perlahan dianggap biasa.

Hari ini hanya melihat. Besok ikut mencoba. Lama-kelamaan menjadi kebiasaan. Inilah salah satu bahaya pergaulan yang buruk.

Pergaulan dengan orang yang buruk akhlaknya dan pelaku maksiat dapat memberikan pengaruh buruk terhadap seseorang.

Baca juga:Penyebab Allah Menahan Hujan: Akibat Maksiat dan Kezaliman Manusia


Bukan berarti seorang Muslim harus bersikap kasar kepada pelaku maksiat. Justru mereka tetap harus diperlakukan dengan akhlak yang baik dan dinasihati sesuai kemampuan.

Namun, menjadikan seseorang yang gemar bermaksiat sebagai teman dekat yang sangat memengaruhi kehidupan adalah perkara yang perlu diwaspadai.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)