PEKANBARU, datariau.com - Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru pada Triwulan II 2026 tercatat mencapai 7,39 persen secara year-on-year (yoy). Capaian tersebut menempatkan Pekanbaru sebagai kota dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di tingkat nasional.
Angka itu sekaligus menunjukkan performa ekonomi ibu kota Provinsi Riau tersebut mampu melampaui pertumbuhan sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata ketahanan ekonomi daerah sekaligus mencerminkan kuatnya sinergi antara dunia usaha dan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Menurut Rizky, pertumbuhan 7,39 persen merupakan indikator bahwa berbagai sektor ekonomi di Pekanbaru bergerak pada arah yang positif.
“Pertumbuhan ini menjadi indikator kuat bahwa iklim investasi, aktivitas perdagangan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta denyut sektor UMKM dan ekonomi kreatif bergerak pada lintasan yang tepat,” ujarnya, Senin (14/9/2026).
Ia menyebut tingginya pertumbuhan ekonomi juga tidak terlepas dari kepercayaan investor terhadap stabilitas daerah. Karena itu, menurutnya, momentum tersebut harus dijaga agar tidak hanya menghasilkan angka pertumbuhan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.
Rizky mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mempertahankan koordinasi lintas sektor yang selama ini telah berjalan.
Konsistensi dalam memberikan kemudahan perizinan terpadu, kepastian regulasi, serta stabilitas keamanan berusaha, menurutnya, menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya saing Pekanbaru.
“Kebijakan yang pro-bisnis dan keterbukaan akses investasi yang sudah terbukti efektif ini mutlak dijaga. Pekanbaru harus mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu episentrum ekonomi Sumatra,” tegasnya.
Selain investasi, Rizky menilai penguatan kapasitas pelaku usaha lokal juga harus menjadi perhatian. Pelatihan kewirausahaan serta akselerasi transformasi digital bagi UMKM dinilai penting agar pelaku usaha daerah mampu menangkap peluang dari pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung.
Ia juga menekankan pentingnya membangun keterhubungan antara investasi berskala besar dengan pelaku UMKM lokal.
“Sinergi konkret antara proyek-proyek investasi skala besar dengan rantai pasok UMKM lokal wajib dipertahankan dan diperluas,” katanya.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak hanya tercermin dalam indikator makro, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, dan mendorong pemerataan kesejahteraan.
Rizky berharap momentum pertumbuhan 7,39 persen tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan sehingga Pekanbaru tidak hanya menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga daerah yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Yang terpenting, pertumbuhan ini harus kokoh dalam jangka panjang, memiliki daya serap tinggi terhadap tenaga kerja lokal, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (end)