New Normal, Pemkab Siak dan Tanoto Foundation Vidcon Bersama Kemendikbud RI Bahas Pendidikan

Datariau.com
336 view
New Normal, Pemkab Siak dan Tanoto Foundation Vidcon Bersama Kemendikbud RI Bahas Pendidikan
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.

SIAK, datariau.com - Menghadapi 'New Normal' Pemkab Siak dan Tanoto Foundation video conference bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia membahas persiapan pada new normal pendidikan.


Pada pertemuan online itu, tampak dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Siak Mahadar, Kepala Bappeda Siak Wan Yunus, Kabag Humas dan Protokol Siak Wan Saiful Efendi. 


Sementara melalui layar tampak hadir Chief Executive Officer (CEO) Tanoto Foundation Jean Satrijo Tanudjojo, Dirjen GTK Kemdikbud RI Iwan Syahril, 20 Bupati/Walikota mitra kerja Tanoto Foundation se-Indonesia.


Pembahasan tersebut dilakukan bersama pemangku kepentingan dari 21 kabupaten/kota mitra Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud RI menggelar diskusi via zoom sinergi pusat dan daerah dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar.


Diskusi itu juga membagikan pengalaman praktek baik dari daerah dalam penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (PJJ). 

 

Hal itu disampaikan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi melalui online metting agar dapat mengetahui arah kebijakan dan target Kementrian Pendidikan, serta menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran dalam menghadapi kondisi "New Normal".


"Kita baru mengikuti online meeting bersama pemangku kepentingan mitra program PINTAR Tanoto Foundation. Dimana pertemuan itu dihadiri oleh CEOnya, bersama Dirjen GTK Kemendikbud RI yang di hadiri para Bupati," kata Alfedri di ruang Bandar Siak lantai II Kantor Bupati, Kamis (4/6/2020).


Dikatakan Alfedri, tentunya banyak inovasi inovasi pendidikan yang dikembangkan Pemda Siak sebagai mitra Tanoto Foundation yang dapat menjadi referensi kita dalam menerapkan pendidikan di masa new normal nanti.


Dengan adanya wabah Covid-19 ini, sangat dibutuhkan pola pembelajaran yang efektif bagi siswa sekolah. Dia berharap peran Tanoto Fondation dalam merespon Covid-19 melalui program PINTAR yang telah berjalan di Kabupaten Siak saat ini.


"Kita berharap setelah ditetapkan new normal pendidikan oleh pemerintah, aktifitas sekolah kembali seperti semula. Namun tidak longar, harus pakai masker, jaga jarak dan tidak sering berkumpul," ujarnya.


Alfedri mengatakan saya meminta pada pemberlakuan new normal pendidikan, ada inovasi baru yang dapat digunakan bagi para pelajar serta peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan pengawas melalui program PINTAR yang telah berjalan.


Pada kesempatan itupula Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menghimbau kepada guru dan orangtua agar anak gemar untuk membaca buku, mengulang pelajaran. Selain itu, dia juga tertarik dari paparan yang telah disampaikan dari sejumlah narasumber yang menginspirasi. 


"Seperti inovasi dibuat Pemkab Kendal dimusim pendemi, adanya aplikasi e-pengawas, peningkatan kapasitas internet, dan rapat antar guru melalui virtual," jelasnya.


Dia juga menyampaikan beberapa waktu lalu Kabupaten Siak telah meluncurkan channel Yotube "Disdikbud Siak Bedelau", yang kerjasama dengan Tanoto Foundation diharapkan melalui channel ini dapat membantu anak anak sekolah dapat belajar di rumah. 


Sementara menurut Dirjen GTK Kemendikbud RI Iwan Syahril pada new normal yang terpenting prioritasnya adalah keamanan, kesehatan, dan keselamatan. 


Dan kalau daerahnya aman, tapi sekolah tidak aman, maka sekolah dilarang melaksanakan pembelajaran yang mengumpulkan massa. Begitu pula kalau komunitas sekolah menyampaikan tidak aman, maka tidak perlu dibuka. 


"Menutup sekolah bukan berarti pembelajaran tidak terjadi, pilihannya dapat melaksanakan belajar dari rumah, baik secara daring, luring, atau blended, dan yang terpenting orientasi pembelajaran berdasar pada kebutuhan siswa," jelas Iwan.


Yang penting, kata Iwan jangan sampai penggunaan teknologi dalam pembelajaran jarak jauh, hanya memindahkan tatap muka ceramah di kelas. Sementara siswa harus di fasilitasi untuk aktif belajar bukan berpusat pada guru. 


Sekarang, menurutnya tidak ada tuntutan yang kuat bagi siswa harus ikut ujian, ini menjadi kesempatan bagi guru dan kepala sekolah untuk membuat inovasi inovasi hal hal yang relevan bagi kebutuhan belajar siswanya. 


Itulah prinsip merdeka dalam belajar yang didorong dalam penerapannya dalam pembelajaran. Kemendikbud RI saat ini juga tengah mengembangkan super aplikasi pendidikan yang dapat membantu siswa belajar lebih baik. 


Aplikasi ini jauh lebih canggih, dan semudah penggunaannya seperti aplikasi Gojek atau Tokopedia. "Dengan adanya pandemi ini, kita ingin mempercepat untuk mengakselerasi pemanfaatan aplikasi ini, semoga dapat lebih cepat dari yang direncanakan," pungkasnya.(Eman)

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Tag:Siak
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)