"Suara Hati Para Pemimpin Sekolah"

datariau.com
1.263 view
"Suara Hati Para Pemimpin Sekolah"
Gambar: Ist.
Pada Senin (23/7) Konferensi Nasional Sekolah Literasi Indonesia resmi dibuka, sebanyak 54 kepala sekolah dari berbagai sekolah di Indonesia memenuhi Gedung Pusbang SDM Aparatur Perhubungan, Bogor, Jawa Barat.

BOGOR, datariau.com - Pada Senin (23/7) Konferensi Nasional Sekolah Literasi Indonesia resmi dibuka, sebanyak 54 kepala sekolah dari berbagai sekolah di Indonesia memenuhi Gedung Pusbang SDM Aparatur Perhubungan, Bogor, Jawa Barat. Konferensi ini merupakan bentuk keberhasilan program SLI di sekolah dampingan yang tersebar dipenjuru nusantara, keberhasilan tersebut dapat diraih karena sinergi antara Makmal Pendidikan dengan sekolah yang didampingi, oleh karena itu dalam upaya membangun sinergi tersebut Makmal Pendidikan menggelar Konferensi Nasional Sekolah Literasi Indonesia selama enam hari.

Ke-54 peserta disuguhiberagam kegiatan yang mampu mengembangkan kemampuan berinovasi dan kreativitas di bidang pengembangan pembelajaran, salah satunya Talkshow Pendidikan bertajuk “Suara Hati Para Pemimpin Sekolah” yang diadakan pada Selasa (24/7) di Ruang Telemayikan Gedung Pusbang SDM Aparatur Perhubungan. Talkshow yang bawakan oleh tiga pembicara yang telah makan asam garam di bidangnya antara lain Zainal Umuri, Konsultan Pendidikan Nasional; Agung Pardini, GM Sekolah Model Dompet Dhuafa; dan Neneng Herawati, Pendiri SDIT Amalia Cibinong. Ketiganya menyampaikan berbagai hal terkait potret buram pendidikan di Indonesia serta kemajuan teknologi yang memengaruhi pendidikan di Indonesia.

“Seorang guru harusmenguasaiilmusedalam-dalamnya, jika guru takmampumenguasaiilmuapa yangmaudiperolehsiswadidikkelak?Buangkeeegoisan, kuasaiilmu, kuasaikomunikasi agar budayasekolahbisalebih baik lagi,” ujar Agung Pardini penuh semangat.

Zainal Umuri memaparkan bahwa reformasi sekolah memegang peranan penting dalam kemajuan pendidikan di suatu daerah, hal tersebut tak akan terjadi tanpa adanya campur tangan kepala sekolah. “Kepala sekolah bukan hanya kepala di sebuah sekolah, ia adalah pengubah dan pengambil kebijakan agar sistem berjalan baik, tidak mengherankan jika kepala sekolah wajib menjunjung tinggi profesionalisme dan terus belajar agar tak tertinggal,” tandasnya.

“Butuh hati yang kuat dan lembut untuk mencipta guru yang mumpuni, jika kita mengandalkan hati maka kasih sayang akantersampaikandenganbaik kepada seluruh pihak,” tambah Neneng di sela-selasesi tanyajawab.

Setelah mengikuti Talkshow Pendidikan ini para peserta diharapkan mampu memahamikompetensikepalasekolah, memahamitugasdanfungsikepalasekolah, dan memahamipengelolaansekolah yangtersistem, dan mendapatkaninspirasitentang proses menginisiasisertapengelolaansekolah. (rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)