Disperindag Pekanbaru Tetap Bantah Elpiji Langka

990 view
Disperindag Pekanbaru Tetap Bantah Elpiji Langka
Ilustrasi elpiji. (foto: net)
PEKANBARU, datariau.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru menyangkal adanya informasi kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram.

"Saya tak mau dikatakan kosong, pangkalannya dimana? Alamat lengkap. Kalau yang resmi tak ada yang kosong, ada terus kok," ungkap Kadisperindag El Sabrina, saat dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (14/10/2014).

Menurut El Sabrina, dari 600 pangkalan dan 12 agen elpiji di Kota Pekanbaru pasokannya selalu ada. Untuk itu, El Sabrina tidak mau dengar kalau ada pengakuan langka namun tidak disebutkan lokasi kelangkaan secara lengkap.

"Dari data yang kita lakukan, tak ada pangkalan resmi itu yang kosong. Jadi tolong jangan difolow-up berita-berita yang membuat panik masyarakat," ujar El lagi.

Menurut El Sabrina, memang bisa jadi di suatu pangkalan terjadi kekosongan pasokan akibat pangkalan tersebut tidak resmi. Karena, dikatakan El Sabrina, saat ini tidak diperbolehkan lagi gas elpiji dijual di kedai-kedai, harus di pangkalan.

"Karena bisa merusak sistim harga. Maka itu tidak diperbolehkan, harus dibeli melali pangkalan resmi yang ada plangnya dan izin dari Disperindag," terang El Sabrina.

Disinggung mengenai jumlah pengguna elpiji subsidi di Kota Pekanbaru, El Sabrina mengatakan tak ada data baru. Ia masih menggunakan data lama saat adanya konversi minyak tanah ke elpiji oleh pemerintah pada 2007 silam.

"Waktu itu ada 123 ribu KK. Kalau terbaru kita belum mendata lagi. Kita tak berharap ada migrasi pengguna gas 12 kilo ke gas elpiji subsidi 3 kilo," ujar El Sabrina lagi.

Pernyataan El Sabrina ini bertolak belakang dengan kondisi di lapangan. Seperti di daerah Kelurahan Simpang Baru, Panam Kecamatan Tampan, masyarakat mengeluh untuk mendapatkan gas elpiji tersebut.

"Bahkan di pangkalan pun tak ada. Saya beli biasa di pangkalan elpiji yang ada plang namanya di Jalan Suka Karya, juga kosong di sana pada Sabtu kemarin," ujar salah seorang masyarakat, Ucok.

Demikian juga warga lainnya Marshal, ia kesulitan mendapatkan elpiji karena harus berjalan berkilo-kilo meter baru lah sampai ke pangkalan elpiji.

"Biasa ada di warung depan rumah, tapi sekarang kosong, katanya di pangkalan ada. Saya cari lah di pangkalan dengan Suka Karya ini, rupanya kosong juga. Bayangkan saya tinggal di Karya Baru, nyari gas ke sini, kan jauh rupanya kosong juga," keluhnya saat berbincang akhir pekan lalu. (*)


Tag:elpiji
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)