Pembatasan Gawai di Sekolah, Cukupkah Menjaga Generasi?

Oleh: Siti Amie, S.Pd
datariau.com
70 view
Pembatasan Gawai di Sekolah, Cukupkah Menjaga Generasi?

Berdasarkan perspektif tersebut, negara tidak cukup hanya mengatur penggunaan gawai di sekolah. Negara juga berkewajiban menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga ruang informasi agar tidak menjadi sarana penyebaran konten yang merusak akhlak masyarakat. Media dan teknologi semestinya diarahkan menjadi sarana edukasi, dakwah, dan pembangunan peradaban yang baik. Bersamaan dengan itu, pendidikan perlu dibangun di atas fondasi akidah yang kuat sehingga peserta didik memiliki kemampuan menyaring setiap informasi berdasarkan nilai-nilai yang diyakininya.

Baca juga:Realita Gen Z: Ramai Hadiri Konser, Sepi di Majelis Ilmu


Pembatasan gawai di sekolah merupakan langkah awal yang patut diapresiasi, tetapi belum cukup untuk menjawab kompleksitas tantangan generasi digital. Membatasi gawai tanpa membenahi ekosistem digital ibarat menimba air dari perahu yang bocor. Selama ruang digital masih dipenuhi konten yang merusak, keluarga belum menjalankan fungsi pendidikan secara optimal, dan negara belum sepenuhnya melindungi generasi dari banjir informasi yang membahayakan, persoalan ini akan terus berulang. Generasi yang tangguh tidak lahir semata karena larangan menggunakan gawai, melainkan karena hadirnya sistem pendidikan, keluarga, dan kebijakan negara yang bersama-sama mengantarkan mereka menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bertakwa.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)