SMM PANEL INDO

Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka, DPRD Minta Kualitas Udara Dipantau Setiap Hari

datariau.com
685 view
Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka, DPRD Minta Kualitas Udara Dipantau Setiap Hari
Foto: Endi
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin ST MEng.

PEKANBARU, datariau.com - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin ST MEng, menyambut baik kembali diperbolehkannya siswa PAUD, TK, SD hingga SMP di Kota Pekanbaru mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM), setelah sebelumnya menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap dan memburuknya kualitas udara.

Menurut Tekad, membaiknya kualitas udara disertai turunnya hujan menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama para peserta didik yang sebelumnya harus belajar dari rumah.

"Alhamdulillah, hari ini anak-anak sekolah di Pekanbaru sudah boleh kembali belajar tatap muka karena kualitas udara sudah membaik dan hujan juga turun di Pekanbaru," kata Tekad, Senin (31/8/2026).

Baca juga:Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Anak Sekolah Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Besok Senin


Meski demikian, Tekad meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru tidak lengah dan tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kualitas udara setiap hari.

Pemantauan tersebut dinilai penting sebagai dasar untuk menentukan pelaksanaan kegiatan belajar pada hari berikutnya. Jika kualitas udara kembali memburuk, pembelajaran tatap muka dapat kembali dievaluasi dan dialihkan ke sistem daring.

"Kalau bisa Disdik berkoordinasi dengan BMKG dan Dinas Kesehatan setiap hari untuk memutuskan bagaimana kegiatan pembelajaran pada hari berikutnya, apakah tetap tatap muka atau kembali daring," ujarnya.

Baca juga:Surat Edaran Disdik Pekanbaru: Seluruh Pelajar Belajar di Rumah Karena Kabut Asap Semakin Parah


Tekad menilai keputusan terkait kegiatan pembelajaran harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kesehatan siswa. Sebab, kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya pada anak-anak.

Karena itu, ia meminta seluruh sekolah tetap menyiapkan langkah-langkah antisipasi meskipun pembelajaran tatap muka telah kembali diberlakukan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan, kata dia, yakni mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan apabila kualitas udara kembali mengalami penurunan.

Baca juga:Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya, dr Meiza Dorong Posko Terpadu dan Sekolah Daring


Selain itu, Tekad meminta setiap sekolah memiliki persediaan masker yang memadai. Masker tersebut terutama perlu disiapkan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sehingga dapat segera digunakan ketika kondisi udara kembali tidak sehat.

"Kita harapkan masker distok di setiap sekolah. Jadi ketika udara tidak baik, guru bisa langsung membagikannya kepada siswa-siswi," pintanya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menyarankan agar kepala sekolah menyiapkan oksigen portabel sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gangguan kesehatan yang terjadi secara tiba-tiba.

Baca juga:Prabowo Disambut Kabut Asap di Riau: Perintahkan Hotspot Langsung Ditangani, Korporasi Terlibat Karhutla Cabut Izinnya


Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membantu memberikan pertolongan awal apabila terdapat siswa yang mengalami gangguan pernapasan saat berada di lingkungan sekolah.

"Kalau ada kejadian tiba-tiba seperti sesak napas, bisa cepat ditanggulangi. Jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan kita bersama," sebutnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)