Muharram 1448 H: Saatnya Umat Berhenti Meratap dan Memulai Hijrah Hakiki

Oleh: Alfira Khairunnisa
datariau.com
130 view
Muharram 1448 H: Saatnya Umat Berhenti Meratap dan Memulai Hijrah Hakiki

Muharram dan Makna Hijrah yang Sesungguhnya


Muharram mengingatkan kita pada hijrah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari Mekah ke Madinah. Hijrah bukan hanya perpindahan geografis. Hijrah adalah perubahan mendasar dari kondisi tertindas menuju tegaknya aturan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam kehidupan.

Karena itu, makna hijrah tidak boleh dipersempit hanya pada perubahan perilaku individu. Hijrah juga harus dipahami sebagai upaya mengubah cara pandang umat terhadap sumber solusi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Selama umat masih menggantungkan harapan kepada sistem yang lahir dari pemikiran manusia dan terbukti melahirkan berbagai krisis, selama itu pula persoalan umat akan terus berulang. Sebaliknya, ketika umat kembali menjadikan Islam sebagai pedoman hidup secara menyeluruh, maka pintu kebangkitan akan semakin terbuka.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS Ar-Ra'd: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa perubahan membutuhkan kesadaran, perjuangan, dan kesungguhan. Umat tidak cukup hanya mengeluhkan keadaan. Umat harus berani melakukan evaluasi terhadap sistem yang selama ini diterapkan dan kembali menjadikan syariat Islam sebagai solusi kehidupan.

Baca juga:Krisis Degradasi Moral Akut, Saat Judi Online Memutilasi Hati Nurani dan Akal Sehat


Muharram 1448 H seharusnya menjadi titik balik kebangkitan pemikiran umat. Momentum untuk mengkaji Islam secara lebih mendalam. Momentum untuk memahami bahwa Islam bukan hanya mengatur ibadah ritual, tetapi juga memberikan aturan bagi ekonomi, pendidikan, politik, hukum, dan seluruh aspek kehidupan manusia.

Kemuliaan umat tidak akan lahir dari nostalgia kejayaan masa lalu. Kemuliaan hanya akan kembali ketika umat menjadikan Islam sebagai jalan hidup secara kaffah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surah Al-Baqarah ayat 208 agar kaum beriman masuk ke dalam Islam secara keseluruhan.

Muharram telah datang. Pertanyaannya, apakah umat akan terus meratapi luka yang sama setiap tahun, atau menjadikan tahun baru Hijriah ini sebagai awal hijrah hakiki menuju perubahan yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala? Wallahu a'lam bishshawab.***

Catatan Redaksi:

Tulisan opini ini telah melalui proses penyuntingan oleh redaksi untuk menyesuaikan kaidah bahasa, tata tulis, dan standar publikasi media online. Penyuntingan dilakukan tanpa mengubah substansi, gagasan utama, maupun makna yang dimaksud oleh penulis.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)