SMM PANEL INDO

Karhutla Indonesia 2026: Bencana Antroposentris Buah Kapitalisme

Oleh: Diajeng Kusumaningrum, S.Hut.
datariau.com
160 view
Karhutla Indonesia 2026: Bencana Antroposentris Buah Kapitalisme

Cara Pandang Islam terhadap Hutan


Dalam aspek kepemilikan, Islam memiliki paradigma memandang hutan sebagai kepemilikan umum, tidak boleh diserahkan penguasaannya kepada korporasi sehingga manfaat dan keuntungannya terkonsentrasi pada segelintir pihak sementara rakyat kehilangan akses8.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah bersabda: "kaum muslim berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, api". Pengelolaan air, padang rumput, dan api harus diarahkan untuk kemaslahatan rakyat bukan menjadi objek privatisasi dan akumulasi keuntungan.

Negara dalam pandangan Islam berposisi sebagai Raa'in yaitu pengurus dan pelindung urusan rakyat. Negara tidak hanya hadir memadamkan api akan tetapi juga harus mencegah kerusakan sejak awal.

Baca juga:Mengurai Kabut Asap Riau Melalui Tunjuk Ajar Melayu dan Governance Ekologis


Dalam tata kelola kapitalistik, tanah dan sumber daya alam hanya dipandang sebagai aset ekonomi dan faktor produksi semata. Hutan hanya dihitung nilai terukurnya atau tangible value yaitu berupa kayu, perkebunan, konsesi, proyek pangan, pertambangan atau bahan baku energi.

Sementara intangible value (nilai tidak terukur) tidak diperhatikan, seperti fungsi hutan sebagai habitat satwa, penyimpan cadangan air dan karbon, penghasil iklim mikro, serta penyedia udara bersih.

Sangat miris bahwa intangible value tidak mendapatkan kalkulasi sebanding dengan tangible valuenya dalam kalkulasi keuntungan. Kapitalisme membentuk manusia dan penguasa menjadi pribadi yang rakus dan mementingkan keuntungan serta kepentingan pribadinya di atas kepentingan sosial maupun kelestarian alam.

Dengan menerapkan sistem Islam, negara dapat mengatur pengelolaan hutan sesuai syariat, menjaga fungsi ekologisnya, mengawasi kawasan, serta mencegah aktivitas ekonomi yang mengancam keselamatan warga dan kawasan hutan. ***

Referensi

1. https://madaniberkelanjutan.id

2. https://www.bbc.com

3. https://green.katadata.co.id

4. https://data.goodstats.id

5. inHarmonia.com

6. https://infobanknews.com

7. https://www.bbc.com

8. https://muslimahnews.net

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)