SMM PANEL INDO

SPN Iwan Irawan Permadi Gelar Karya Tari Inovatif “Menongkah Menyongsong Arus” di Pekanbaru

datariau.com
138 view
SPN Iwan Irawan Permadi Gelar Karya Tari Inovatif “Menongkah Menyongsong Arus” di Pekanbaru

PEKANBARU, datariau.com - Salah satu seniman tari terkemuka Indonesia yang bermastautin di Kota Pekanbaru, SPN Iwan Irawan Permadi, kembali menghadirkan karya tari inovatif. Kali ini, ia mengangkat karya berjudul “Menongkah Menyongsong Arus” yang akan dipentaskan secara gratis pada 14 dan 15 September 2026 di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin, Bandar Seni Raja Ali Haji, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Pergelaran dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB. Karya tari berdurasi sekitar 50 menit tersebut merupakan bagian dari Program Fasilitasi Dana Indonesiana-LPDP kategori Penciptaan Karya Tari Kreatif Inovatif Tahun 2025, yang diterima Iwan Irawan Permadi sebagai penerima Dana Abadi Kebudayaan.

Kepada awak media, Selasa (8/9/2026), Iwan Irawan Permadi menjelaskan bahwa karya “Menongkah Menyongsong Arus” berpijak pada filosofi ragam-ragam tari Zapin di Provinsi Riau.

Baca juga:Sekda Sebut Parade Tari Kreasi, Membangkitkan Pecinta Seni yang Sudah Vakum


Menurutnya, ragam-ragam dalam tari Zapin tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga merepresentasikan sikap hidup masyarakat Melayu dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

“Ragam-ragam tari Zapin menggambarkan tentang sikap hidup orang Melayu. Di antaranya mendahulukan sikap adil dan sabar dengan keseimbangan, seperti yang tergambar dalam ragam suku Keluang,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, ragam Keluang menggambarkan filosofi kehidupan yang dinamis. Sementara itu, ragam Titi Batang merepresentasikan keteguhan hati dan keterampilan dalam menghadapi berbagai cobaan.

Adapun ragam Menongkah, kata Iwan, menggambarkan sikap untuk senantiasa sabar, tabah, berjuang, serta berikhtiar dalam menghadapi pasang surut kehidupan.

Baca juga:Semarak Pasar Seni, Peserta Menampilkan Berbagai Tarian Melayu


Melalui karya “Menongkah Menyongsong Arus”, Iwan mencoba menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat Melayu pesisir di Riau yang menghadapi berbagai tekanan akibat perubahan dan kerusakan lingkungan di sekitarnya.

Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk terus bertahan dan berjuang dengan kesabaran, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan. Semangat itu kemudian diterjemahkan melalui gerak tari yang menggambarkan perjuangan menerjang gelombang dan badai demi menapaki kehidupan di masa depan.

“Arus tak pernah berhenti, keberanianlah yang menentukan arah,” demikian gagasan utama yang diusung dalam karya tersebut.

Dilanjutkan Bedah Karya


Tidak hanya menghadirkan pertunjukan, rangkaian kegiatan juga akan dilengkapi dengan Bedah Karya/Diskusi Karya yang digelar setelah pertunjukan malam pertama, Senin (14/9/2026).

Kegiatan diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Prof. Dr. Yusmar Yusuf, M.Psi; Muslim, S.Kar., M.Sn; Allen Trendy; serta Miftakhul Hauna, M.Sn. Diskusi akan dimoderatori oleh Wan Harun Ismail, S.Pd., M.Sn.

Bedah karya diharapkan menjadi ruang dialog untuk membahas gagasan, proses kreatif, filosofi, serta pesan yang terkandung dalam karya “Menongkah Menyongsong Arus”.

Pertunjukan ini juga melibatkan sejumlah seniman dan pekerja seni dari berbagai bidang.

SPN Iwan Irawan Permadi bertindak sebagai koreografer, dengan Zalfandri Zainal, M.Pd sebagai komposer. Para penari yang terlibat yakni M. Sukri, Renno, Rifa’i, Afkar, Amos, Thio, Farren, Ade, dan Arkan. Sementara pemusik dipercayakan kepada Blacan Aromatic.

Baca juga:Melastarikan Kesenian, 12 Orang Murid Tari Piring Dua Diva di Upah-upah dan Penamatan


Pada unsur puisi dan sastra lisan, pertunjukan menghadirkan puisi “Menongkah” karya penyair Husnizar Hood serta Nyanyi Panjang Bebalam dari Kabupaten Pelalawan.

Dalam proses penggarapan, Hidayatullah dan Faisal Andri bertindak sebagai asisten pelatih. Penata artistik adalah Yayan Lesmana, penata cahaya Mahar Al Malik, penata suara Budi, dan penata busana Duni Sriwani.

Pimpinan panggung dipercayakan kepada Muammar Ghadavi, sementara video visual ditangani Claudio Chantona. Dokumentasi dikerjakan Ando dan Tengku Syauqi.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)