Darurat Perlindungan Anak: Ketika Generasi Dibiarkan Berjuang Sendirian

Oleh: Siti Amie, S.Pd
datariau.com
114 view
Darurat Perlindungan Anak: Ketika Generasi Dibiarkan Berjuang Sendirian

Islam Menawarkan Perlindungan yang Menyeluruh


Dalam pandangan Islam, perlindungan generasi merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan negara. Islam tidak memandang anak hanya sebagai urusan privat keluarga, melainkan sebagai amanah yang harus dijaga oleh seluruh elemen kehidupan.

Karena itu, Islam menempatkan negara sebagai pelindung rakyat yang bertugas menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya generasi beriman dan berakhlak. Negara tidak boleh membiarkan berbagai bentuk kemaksiatan berkembang bebas atas nama kebebasan atau keuntungan ekonomi.

Islam juga mengatur arus informasi dan media agar tidak menjadi sarana penyebaran kerusakan. Konten pornografi, perjudian, dan berbagai hal yang merusak akhlak tidak diberi ruang untuk berkembang. Tujuannya bukan membatasi hak masyarakat, melainkan menjaga kemaslahatan publik, khususnya generasi muda yang masih rentan terhadap pengaruh buruk.

Selain itu, Islam memiliki sistem sanksi yang tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan. Sanksi tersebut berfungsi sebagai pencegah agar pelanggaran tidak terus berulang sekaligus memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat.

Baca juga:Keselamatan Tergadai Karena Gawai, Mengapa Negara Abai?


Menyelamatkan Masa Depan Bangsa


Darurat perlindungan anak bukan persoalan sederhana yang dapat diselesaikan melalui kampanye musiman atau slogan-slogan seremonial. Persoalan ini menuntut evaluasi mendalam terhadap sistem kehidupan yang selama ini diterapkan.

Jika ruang digital terus dipenuhi kerusakan, jika pendidikan gagal membangun ketakwaan dan akhlak, serta jika negara hanya hadir setelah korban berjatuhan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar masa depan anak-anak, melainkan masa depan bangsa secara keseluruhan.

Generasi yang baik hanya akan lahir dari lingkungan yang baik. Generasi yang kuat membutuhkan sistem yang menjaga mereka sejak dini, bukan sistem yang membiarkan berbagai ancaman berkembang tanpa kendali. Karena itu, perlindungan anak harus dimulai dari keberanian untuk membenahi akar persoalan, bukan sekadar menangani dampaknya.

Bagi umat Islam, keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban. Ketika fondasi itu dijadikan pijakan dalam kehidupan, pendidikan, dan kebijakan publik, maka harapan untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bertakwa bukanlah sebuah utopia, melainkan cita-cita yang dapat diwujudkan.

Wallahu a'lam bish-shawab.***

Baca juga:Pengorbanan Apa yang Telah Engkau Lakukan Untuk Membahagiakan Ibumu?
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)