Pengorbanan Apa yang Telah Engkau Lakukan Untuk Membahagiakan Ibumu?

datariau.com
33 view
Pengorbanan Apa yang Telah Engkau Lakukan Untuk Membahagiakan Ibumu?

DATARIAU.COM - Di dunia ini, banyak orang berjuang siang dan malam demi membahagiakan pasangan, sahabat, bahkan orang lain yang baru dikenal. Namun, sering kali ada satu sosok yang justru terlupakan, padahal dialah yang pertama kali mencintai kita tanpa syarat: ibu.

Ketika kita sakit, ibu yang tidak tidur semalaman. Ketika kita lapar, ibu yang rela menahan lapar agar anaknya kenyang. Ketika kita gagal, ibu tetap menjadi orang pertama yang menguatkan. Bahkan ketika seluruh dunia meninggalkan kita, sering kali ibu masih menyebut nama kita dalam setiap doanya.

Allah Ta’ala mengingatkan betapa besarnya pengorbanan seorang ibu dalam firman-Nya: “Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah...” (QS. Luqman: 14)

Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan beratnya perjuangan seorang ibu sejak mengandung, melahirkan, menyusui, hingga membesarkan anaknya. Karena itulah Allah mengaitkan syukur kepada-Nya dengan syukur kepada kedua orang tua.

Cobalah renungkan sejenak: Berapa kali engkau membuat ibumu menangis? Berapa kali engkau membentaknya karena suasana hati yang buruk? Berapa kali engkau lebih sibuk menggenggam telepon genggam daripada mendengarkan cerita ibumu? Berapa kali engkau mengatakan, “Nanti saja, Bu,” padahal suatu saat nanti justru engkau yang akan berkata, “Andai Ibu masih ada”?

Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli kembali. Banyak orang yang hari ini memiliki rumah mewah, kendaraan mahal, jabatan tinggi, tetapi tidak mampu lagi mencium tangan ibunya karena sang ibu telah berada di dalam kubur. Mereka memiliki uang untuk membeli apa saja, tetapi tidak memiliki kesempatan untuk mendengar suara ibunya sekali lagi.

Rasulullah ﷺ bahkan memberikan kedudukan istimewa kepada ibu. Ketika seseorang bertanya siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik, Nabi menjawab, “Ibumu,” lalu “ibumu,” lalu “ibumu,” kemudian “ayahmu.” Hal ini menunjukkan betapa besarnya hak seorang ibu atas anaknya.

Pertanyaannya bukanlah “Apa yang telah ibu berikan kepadaku?” Tetapi “Apa yang telah aku korbankan untuk membahagiakan ibuku?” Apakah engkau sudah meluangkan waktu untuk menemaninya? Apakah engkau sudah berbicara dengan lembut kepadanya? Apakah engkau sudah membantu pekerjaannya tanpa harus disuruh? Apakah engkau sudah menyisihkan sebagian rezekimu untuknya? Apakah engkau sudah meminta maaf atas luka yang pernah engkau berikan?

Baca juga:Banyak Anak Sukses di Mata Dunia, Tapi Gagal Membahagiakan Orang Tuanya


Sebagian anak merasa cukup dengan mengirim uang setiap bulan. Padahal terkadang yang paling dibutuhkan seorang ibu bukanlah uang, melainkan perhatian. Ada ibu yang hidup berkecukupan, tetapi hatinya sepi karena anak-anaknya jarang menghubungi. Ada ibu yang tinggal di rumah sederhana, tetapi bahagia karena anaknya selalu menyempatkan diri bertanya, “Ibu sudah makan?”

Berbakti kepada ibu bukan sekadar balas jasa. Ia adalah ibadah yang agung di sisi Allah. Para ulama menjelaskan bahwa berbuat baik kepada orang tua dilakukan dengan perkataan yang lembut, perbuatan yang membantu mereka, dan harta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa menyakiti hati mereka.

Jika ibumu masih hidup, jangan tunda untuk membahagiakannya. Datangi dirinya. Cium tangannya. Peluk dirinya. Katakan, “Ibu, terima kasih atas semua pengorbananmu.” Karena bisa jadi, kalimat sederhana itu lebih berharga baginya daripada hadiah yang mahal.

Dan jika ibumu telah wafat, jangan putuskan bakti kepadanya. Doakan dirinya di setiap sujudmu, mohonkan ampunan untuknya, lanjutkan silaturahmi kepada kerabat dan sahabat-sahabatnya. Sebab bakti kepada orang tua tidak berhenti ketika mereka meninggal dunia.

Hari ini, sebelum engkau terlalu sibuk mengejar dunia, tanyakan kepada dirimu dengan jujur, “pengorbanan apa yang telah engkau lakukan untuk membahagiakan ibumu?”

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)