KAMPAR, datariau.com - Persoalan Jalan Suka Makmur kembali mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Kampar, HM Amal Fathullah A Lc MA, Jumat (7/8/2026). Warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan disebut belum pernah mendapatkan pembangunan secara permanen.
Keluhan tersebut disampaikan masyarakat saat HM Amal Fathullah melaksanakan reses di wilayah Tarai Bangun. Sebelum mengikuti kegiatan reses bersama masyarakat Desa Tarai Bangun di kantor desa, politisi Fraksi PKS yang juga menjabat Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Riau itu terlebih dahulu menyerap aspirasi masyarakat Suka Makmur di Masjid Ad Dhawy.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah elemen masyarakat hadir menyampaikan kondisi yang mereka hadapi. Mulai dari perwakilan ketua perumahan, pengurus masjid dan mushalla, ketua RT, tokoh masyarakat, perwakilan majelis taklim, Yayasan Darussalam hingga perwakilan SMPN 8.
Baca juga:Bupati
Kampar Diminta Buka Mata, Jalan Suka Makmur di Depan Kantor Desa Tarai
Bangun Belum Pernah Diaspal, 4.500 Jiwa Setiap Hari Melewati Jalan Rusak
Dari berbagai aspirasi yang muncul, persoalan Jalan Suka Makmur menjadi keluhan utama masyarakat.
Warga menyampaikan bahwa jalan tersebut memiliki peran penting karena menjadi salah satu akses utama masyarakat sekaligus digunakan sebagai jalur menuju SDIT Darussalam dan SMPN 8.
Dengan semakin berkembangnya kawasan permukiman dan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan terhadap jalan yang layak dinilai semakin mendesak.
Namun, kondisi jalan justru dinilai masih jauh dari harapan. Warga menyebut Jalan Suka Makmur belum pernah mendapatkan pembangunan permanen seperti pengaspalan hotmix.
Kondisi itu semakin dirasakan janggal karena sejumlah ruas jalan di sisi kiri dan kanan kawasan Suka Makmur disebut telah lebih dahulu dicor maupun diaspal. Sementara jalan yang menjadi akses masyarakat setempat masih menghadapi persoalan kerusakan.
Bagi warga, kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara. Jalan yang rusak juga dikhawatirkan membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi akses tersebut.
Baca juga:Pilkades Serentak 2027 Semakin Dekat, Ini Tahapan, Aturan Baru, dan Hal Penting yang Wajib Diketahui
Dalam pertemuan itu, masyarakat bahkan menyampaikan laporan mengenai sejumlah kasus keguguran ibu hamil yang mereka kaitkan dengan buruknya kondisi jalan. Pernyataan tersebut merupakan laporan dan kekhawatiran warga yang masih memerlukan pembuktian serta kajian medis untuk memastikan penyebabnya.
Masyarakat kemudian menyerahkan proposal permohonan pembangunan Jalan Suka Makmur kepada HM Amal Fathullah. Dalam proposal tersebut, warga mengusulkan pembangunan jalan menggunakan konstruksi hotmix.
Warga berharap proposal tersebut tidak hanya diterima sebagai dokumen administrasi, tetapi benar-benar diperjuangkan hingga mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Menanggapi aspirasi masyarakat, upaya jangka pendek akan diusahakan melalui pengerasan Jalan Suka Makmur. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat kondisi jalan lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat sambil menunggu pembangunan permanen.
Baca juga:APBDes Tarai Bangun 2026 Terpangkas Tajam, Pembangunan Fisik Hanya 1 Drainase di Dusun IV
Bagi masyarakat, pengerasan hanya menjadi solusi sementara. Target utama yang mereka harapkan adalah pembangunan Jalan Suka Makmur secara permanen karena kebutuhan terhadap akses tersebut semakin mendesak seiring pertumbuhan kawasan.
Warga juga berharap kegiatan reses tidak berhenti pada proses mendengar dan mencatat aspirasi. Mereka ingin ada tindak lanjut konkret sehingga persoalan jalan yang telah lama mereka keluhkan dapat benar-benar diselesaikan.
“Perbaikan Jalan Suka Makmur menjadi kebutuhan kita bersama dan harus kita perjuangkan bersama,” demikian semangat yang disampaikan masyarakat yang tergabung dalam Sahabat Suka Makmur, Solidaritas Aspirasi Harapan dan Advokasi Pembangunan Jalan Suka Makmur.
Baca juga:Begini Kronologis Kades Tarai Bangun dan Mantan Sekdes Ditangkap Polres Kampar Terkait Dugaan Pemalsuan Surat Tanah
Selain menyampaikan persoalan infrastruktur, masyarakat Suka Makmur juga tengah mengupayakan pelaksanaan Tabligh Akbar gabungan masjid dan mushalla se-Suka Makmur. Kegiatan tersebut direncanakan mengundang Bupati serta anggota DPD RI dari daerah pemilihan Riau.
Masyarakat berharap dukungan berbagai elemen pemerintahan dan wakil rakyat dapat semakin memperkuat perjuangan pembangunan Jalan Suka Makmur.
Sebab, bagi warga, jalan tersebut bukan hanya persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut akses pendidikan, mobilitas masyarakat dan keselamatan pengguna jalan setiap hari.
Kini, masyarakat Suka Makmur menunggu tindak lanjut konkret dari aspirasi yang telah mereka sampaikan kepada wakil rakyat tersebut. ***
Baca juga:Ternyata Begini Fakta Guru Lempar Nasi di SDN 021 Tarai Bangun yang Viral