Aneh, di Pangkalan Gas Elpiji 3Kg Kosong, di Kedai Menumpuk

1.544 view
Aneh, di Pangkalan Gas Elpiji 3Kg Kosong, di Kedai Menumpuk
Tumpukan gas elpiji lengkap dengan isi di salah satu rumah warga Jalan Sukajadi Dusun IV Taraibangun. (foto: nova rinaldo)
TAMBANG, datariau.com - Kelangkaan gas elpiji subsidi 3Kg beberapa bulan belakangan ini di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang, Kampar sangat parah. Namun anehnya, saat ini di kedai harian elpiji ini menumpuk.

"Aneh memang, semua pangkalan di Tarai ini sudah saya datangi menanyakan gas, semuanya kosong, tapi di kedai malah menumpuk, termasuk di rumah warga ada yang menjual elpiji subsidi," ungkap Agus, salah seorang warga Tarai, Senin (15/6/2015).

Malah anehnya lagi, disaat kondisi gas elpiji mudah didapat, kedai-kedai tersebut tidak menjual gas, ketika langka para kedai ini memiliki banyak stok dengan harga yang berkali lipat.

"Di Jalan Sukajadi Dusun IV, ada kedai di Perumahan Sukajadi saat gas langka dia malah jual gas. Harga Rp30 ribu pertabung. Tak jauh dari situ ada lagi rumah warga jual gas, harga Rp28 ribu. Stok mereka sangat banyak, padahal pangkalan kosong," ujar Agus lagi.

Agus berharap agar pemerintah setempat seperti Kepala Desa menindak kondisi ini. Karena disinyalir kondisi ini diakibatkan adanya permainan pangkalan dengan para pengecer di kedai.

"Kalau di pangkalan tentu harus jual sesuai HET. Maka kami menduga pangkalan ini kerjasama dengan kedai dan warga yang jual elpiji agar bisa mendapat keuntungan berlipat ganda. Makanya di pangkalan tak ada elpiji, tapi di kedai menumpuk," pungkasnya.

Kondisi kelangkaan gas elpiji di Desa Tarai Bangun Kampar yang berbatasan langsung dengan Ibukota Provinsi Riau yakni Kota Pekanbaru, sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan warga sudah berbondong-bondong masak menggunakan tungku kayu.

"Setiap gas habis selalu pusing nyarinya. Sekarang saya masak pakai tungku kayu. Cari kayu ke hutan kalau tak ada minta ke somel yang ada di desa ini," ungap seorang warga, Rina. (nova)

Tag:elpiji
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)