DATARIAU.COM - Dalam Islam, penampilan seorang muslim diatur agar tetap menjaga adab, kehormatan, dan tidak menyerupai kebiasaan yang dilarang syariat. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang hukum lelaki memanjangkan rambut. Apakah termasuk sunnah, mubah, atau justru terlarang?
Para ulama menjelaskan bahwa hukum asal lelaki memanjangkan rambut adalah boleh. Bahkan terdapat riwayat shahih bahwa Nabi Muhammad ﷺ pernah memiliki rambut yang panjangnya sampai telinga, terkadang sampai pundak.
Rasulullah ﷺ Pernah Berambut Panjang
Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki rambut lebat hingga mendekati kedua pundaknya. Hal ini menunjukkan bahwa rambut panjang bagi laki-laki bukan sesuatu yang haram selama memenuhi ketentuan syariat.
Namun para ulama mengingatkan, memanjangkan rambut bukanlah ibadah khusus yang otomatis berpahala. Jika seseorang melakukannya hanya karena mengikuti adat, kebiasaan, atau kenyamanan, maka hukumnya mubah (boleh). Tetapi jika diniatkan untuk meniru gaya hidup orang fasik, budaya rusak, atau penampilan yang menyelisihi adab Islam, maka hukumnya bisa berubah menjadi makruh bahkan haram.
Syarat Lelaki Berambut Panjang dalam Islam
1. Tidak Menyerupai Wanita
Islam melarang laki-laki menyerupai wanita dalam pakaian, gaya bicara, maupun penampilan. Karena itu, rambut panjang yang dibuat dengan model feminin atau sengaja bergaya seperti wanita termasuk perbuatan tercela.
2. Tidak Meniru Orang Fasik atau Budaya Rusak
Sebagian gaya rambut menjadi simbol kelompok tertentu yang menyimpang, rusak moralnya, atau identik dengan pemberontakan terhadap syariat. Jika rambut panjang dijadikan simbol mengikuti mereka, maka hukumnya terlarang karena termasuk tasyabbuh (menyerupai).
3. Tetap Rapi dan Bersih
Islam sangat memperhatikan kebersihan dan kerapian. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa memiliki rambut maka muliakanlah rambutnya.” (HR. Abu Dawud)
Maknanya adalah menjaga kebersihan, menyisir, merapikan, dan merawatnya dengan baik. Rambut panjang yang kusut, kotor, dan membuat penampilan buruk bertentangan dengan adab seorang muslim.
4. Tidak Mengandung Kesombongan
Sebagian orang memanjangkan rambut demi pamer ketampanan, mencari perhatian, atau merasa lebih hebat dari orang lain. Sikap seperti ini dilarang dalam Islam karena termasuk kesombongan hati.
Tujuan utama seorang muslim dalam berpakaian dan berpenampilan adalah menjaga kehormatan, bukan mencari pujian manusia.
5. Tidak Mengganggu Kewajiban dan Lingkungan
Jika aturan pekerjaan, keselamatan kerja, pendidikan, atau kondisi tertentu mengharuskan rambut dipotong agar lebih rapi dan aman, maka mengikuti aturan tersebut diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat.
Karena memanjangkan rambut bagi laki-laki bukan kewajiban agama, maka memotongnya demi maslahat yang benar tidak mengapa.