Sudah Masuk Bulan Dzulhijjah: Dilarang Memotong Rambut dan Kuku bagi yang Hendak Berkurban, Ini Dalil Lengkapnya

datariau.com
113 view
Sudah Masuk Bulan Dzulhijjah: Dilarang Memotong Rambut dan Kuku bagi yang Hendak Berkurban, Ini Dalil Lengkapnya

DATARIAU.COM - Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan paling mulia dalam Islam. Di dalamnya terdapat berbagai amal besar seperti haji, puasa Arafah, takbir, dzikir, dan ibadah kurban. Jika sudah masuk 10 hari pertama Dzulhijjah, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjaga adab-adab syariat.

Salah satu sunnah yang sering terlupakan adalah larangan memotong rambut dan kuku bagi orang yang berniat berkurban. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa memiliki hewan kurban yang akan disembelih, maka apabila telah masuk hilal Dzulhijjah, janganlah ia mengambil sedikit pun rambut dan kukunya sampai ia selesai berkurban.” (HR. Muslim no. 1977)

Hadits ini diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dan menjadi dasar utama larangan memotong rambut serta kuku bagi orang yang hendak berkurban.

Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini berlaku bagi shahibul kurban, yaitu orang yang berkurban atau yang membeli hewan kurban tersebut. Adapun anggota keluarganya tidak terkena larangan ini, walaupun mereka ikut mendapatkan pahala kurban tersebut.

Baca juga:Apakah Keluarga Juga Dilarang Potong Kuku dan Rambut? Ini Jawabannya


Larangan dimulai sejak masuknya 1 Dzulhijjah sampai hewan kurban disembelih. Karena itu, apabila seseorang berniat berkurban, maka dianjurkan memotong kuku, kumis, atau rambut sebelum masuk tanggal 1 Dzulhijjah.

Untuk di tahun 2026 ini, pemerintah telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin 18 Mei 2026. Sehingga batas terakhir untuk memotong kuku dan rambut bagi yang telah berniat berkurban adalah pada Ahad, 17 Mei 2026 sebelum Maghrib. Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Hari Tasyrik berlangsung tanggal 28-30 Mei 2026.

Apakah Hukumnya Haram?


Para ulama berbeda pendapat tentang hukum larangan ini:

* Sebagian ulama seperti Imam Ahmad berpendapat hukumnya haram.
* Sebagian ulama Syafi’iyyah berpendapat hukumnya makruh.
* Namun seluruhnya sepakat bahwa meninggalkan potong rambut dan kuku bagi yang berkurban adalah sunnah yang sangat dianjurkan.

Karena itu, seorang muslim sebaiknya berusaha mengamalkan sunnah ini sebagai bentuk ketaatan kepada Rasulullah ﷺ.

Hikmah Larangan Memotong Rambut dan Kuku


Para ulama menjelaskan beberapa hikmah dari larangan tersebut, di antaranya:

1. Meneladani Jamaah Haji


Orang yang berkurban dianjurkan menyerupai sebagian keadaan jamaah haji yang sedang ihram, yaitu menahan diri dari memotong rambut dan kuku.

2. Bentuk Ketaatan kepada Allah


Meskipun terlihat sederhana, menahan diri dari memotong kuku dan rambut adalah bukti kepatuhan seorang hamba terhadap syariat Allah dan Rasul-Nya.

Baca juga:Terlarang Potong Rambut dan Kuku Bagi Peserta Qurban, Ini Dalilnya..


Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah


Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” (HR. Bukhari)

Karena itu, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak puasa sunnah, dzikir dan takbir, sedekah, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, taubat dan istighfar.

Termasuk puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah ﷺ bersabda: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Baca juga:10 Amalan Ini Jangan Dilewatkan Saat 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah


Larangan Puasa pada Hari Tasyrik


Pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, umat Islam dilarang berpuasa karena termasuk hari Tasyrik. Rasulullah ﷺ bersabda: “Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Karena itu, puasa pada hari-hari tersebut hukumnya haram kecuali bagi sebagian jamaah haji dalam kondisi tertentu.

Marilah kita menyambut datangnya Dzulhijjah dengan memperbanyak amal saleh dan menghidupkan sunnah Nabi ﷺ. Jangan sampai kita meremehkan amalan kecil yang ternyata memiliki nilai besar di sisi Allah.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, menerima kurban kaum muslimin, serta mempertemukan kita dengan hari-hari mulia Dzulhijjah dalam keadaan penuh iman dan ketakwaan.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)