DATARIAU.COM - Hari Jumat adalah penghulu segala hari. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikannya sebagai hari terbaik dalam sepekan, hari yang penuh keberkahan, dipenuhi berbagai keutamaan dan kesempatan meraih pahala yang sangat besar.
Rasulullah ﷺ bersabda "Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan darinya, dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat." (HR. Muslim No. 854)
Karena itu, sangat merugi seseorang yang melewatkan keutamaan hari Jumat. Lebih merugi lagi jika ia datang ke masjid, mengikuti Salat Jumat, namun ternyata tidak memperoleh pahala sebagaimana yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya akibat kesalahan yang dilakukannya sendiri.
Padahal, Salat Jumat memiliki pahala yang luar biasa. Rasulullah ﷺ bersabda "Barang siapa mandi pada hari Jumat, kemudian datang ke masjid, lalu salat sunnah semampunya, diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian salat bersama imam, maka diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu dengan Jumat berikutnya ditambah tiga hari." (HR. Muslim No. 857)
Namun, keutamaan besar tersebut tidak otomatis diperoleh semua orang. Ada di antara mereka yang justru kehilangan pahala Jumat karena kelalaian dan kesalahan yang dianggap sepele.
Baca juga:Penjelasan Hadits Larangan Berpuasa di Hari Jumat
1. Orang yang Datang Terlambat ke Masjid
Salah satu kerugian besar adalah datang terlambat sehingga kehilangan pahala besar orang-orang yang bersegera menuju masjid.
Rasulullah ﷺ bersabda "Apabila hari Jumat tiba, para malaikat berdiri di setiap pintu masjid mencatat orang-orang yang datang sesuai urutan kedatangannya. Orang yang datang paling awal seperti berkurban seekor unta, kemudian seperti berkurban seekor sapi, lalu seekor kambing, kemudian seekor ayam, kemudian sebutir telur. Ketika imam telah keluar (untuk khutbah), para malaikat menutup catatan mereka lalu ikut mendengarkan khutbah. (HR. Bukhari No. 929 dan Muslim No. 850)
Hadis ini menunjukkan bahwa semakin awal seseorang datang ke masjid, semakin besar pahala yang diperolehnya. Orang pertama memperoleh pahala seperti berkurban seekor unta, yang berikutnya memperoleh pahala seperti sapi, lalu kambing, kemudian ayam, dan yang terakhir sebelum khutbah dimulai hanya mendapatkan pahala seperti bersedekah sebutir telur.
Maka, membiasakan datang menjelang khutbah berarti telah kehilangan kesempatan meraih pahala yang jauh lebih besar, apalagi datang saat khatib telah khutbah maka dikhawatirkan sudah tidak ada pahalanya.
Baca juga:Berhubungan Intim Suami Istri di Malam Jumat Bukan Sunnah
2. Orang yang Bermain HP Saat Khutbah
Di zaman sekarang, salah satu penyebab hilangnya pahala Jumat adalah sibuk membuka telepon genggam ketika khutbah berlangsung.
Membaca pesan, membuka media sosial, membalas chat, bahkan sekadar melihat notifikasi termasuk perbuatan yang melalaikan dari mendengarkan khutbah.
Rasulullah ﷺ bersabda "Barang siapa menyentuh/bermain kerikil ketika imam sedang berkhutbah maka sungguh ia telah berbuat sia-sia." (HR. Muslim No. 857)
Pada masa Nabi ﷺ, lantai masjid masih berupa pasir dan kerikil. Sekadar memainkan kerikil saja sudah dianggap perbuatan sia-sia, apalagi bermain telepon genggam yang jauh lebih menyita perhatian.
Para ulama menjelaskan bahwa bermain HP ketika khutbah lebih berat daripada memainkan kerikil karena lebih memalingkan hati dan konsentrasi dari mendengarkan nasihat.
Baca juga:Salat Jumat Menjadi Sia-sia Karena Main Handphone Saat Mendengarkan Khutbah
3. Orang yang Berbicara atau Menegur Orang Saat Khutbah
Kesalahan berikutnya adalah berbicara ketika khutbah berlangsung. Bahkan mengingatkan orang lain agar diam pun dilarang.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila engkau berkata kepada temanmu, 'Diamlah!' sementara imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah melakukan perbuatan sia-sia." (HR. Bukhari No. 934 dan Muslim No. 851)
Karena itu, segala bentuk percakapan ketika khutbah berlangsung hendaknya ditinggalkan, termasuk mengobrol, bercanda, menjawab pertanyaan teman, mengucapkan komentar kepada khatib, bahkan mengucapkan "amin" dengan suara keras sehingga mengganggu kekhusyukan jamaah.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa ketika khutbah berlangsung, kewajiban utama jamaah adalah diam dan menyimak dengan penuh perhatian.
Baca juga:Sudahkah Bacaan Shalat Kita Seperti yang Diajarkan Nabi? Cek di Sini
4. Orang yang Tidur Saat Khutbah
Khutbah Jumat adalah bagian penting dari ibadah Jumat. Seseorang yang tertidur sehingga tidak mendengarkan khutbah berarti telah kehilangan tujuan utama hadirnya khutbah, yaitu mengambil pelajaran dan nasihat.
Allah Ta'ala berfirman "Maka bersegeralah kamu mengingat Allah..." (QS. Al-Jumu'ah: 9)
Para ulama menerangkan bahwa mendengarkan khutbah termasuk bagian dari mengingat Allah yang diperintahkan dalam ayat tersebut.
Karena itu, apabila rasa kantuk datang, hendaknya berusaha melawannya, misalnya dengan berpindah tempat duduk atau mengubah posisi duduk sebagaimana dianjurkan dalam beberapa hadis.
5. Orang yang Tidur Nyenyak Lalu Tidak Memperbarui Wudhu
Kesalahan terakhir yang sering tidak disadari adalah tertidur pulas ketika khutbah lalu tetap melaksanakan Salat Jumat tanpa berwudhu kembali.
Tidur yang lelap termasuk pembatal wudhu menurut pendapat mayoritas ulama.
Rasulullah ﷺ bersabda "Kedua mata adalah pengikat dubur. Barang siapa tidur maka hendaklah ia berwudhu." (HR. Abu Dawud No. 203 dan dinyatakan hasan oleh banyak ulama, di antaranya Syaikh Al-Albani)
Apabila seseorang benar-benar tertidur lelap hingga hilang kesadaran, maka ia wajib memperbarui wudhunya sebelum mengikuti Salat Jumat.
Adapun tidur ringan ketika masih tetap menyadari keadaan sekitarnya, para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya. Namun sikap yang lebih hati-hati adalah memperbarui wudhu apabila ragu apakah tidurnya telah membatalkan wudhu atau belum.
Baca juga:Hukum Shalat Jum’at bagi Wanita
Jangan Sampai Pulang Tanpa Pahala
Salat Jumat bukan sekadar menggugurkan kewajiban mingguan. Ia merupakan ibadah yang dipenuhi keutamaan.
Betapa sayangnya apabila seseorang sudah mandi, memakai pakaian terbaik, datang ke masjid, tetapi justru kehilangan pahala karena datang terlambat, bermain HP saat khutbah, berbicara atau menegur orang lain ketika khutbah, tidur sehingga tidak mendengarkan khutbah atau melaksanakan salat dalam keadaan wudhunya telah batal akibat tidur nyenyak.
Mari jadikan hari Jumat sebagai momentum memperbanyak amal saleh, memperbaiki adab di masjid, serta mempersiapkan diri sejak awal agar memperoleh pahala Jumat secara sempurna.
Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang memuliakan hari Jumat, memperhatikan adab-adabnya, serta memperoleh ampunan dan pahala yang dijanjikan Rasulullah ﷺ. Wallahu a'lam bish-shawab.***
Baca juga:Hukum Bacaan Al-Qur’an Melalui Pengeras Suara di Masjid
Artikel ini disusun dengan merujuk kepada penjelasan para ulama yang dimuat di:
- Muslim.or.id: pembahasan tentang adab Salat Jumat, keutamaan datang lebih awal, larangan berbicara saat khutbah, dan hukum bermain HP ketika khutbah
- Almanhaj.or.id: pembahasan fikih Salat Jumat, adab mendengarkan khutbah, serta pembatal wudhu karena tidur berdasarkan penjelasan para ulama Ahlus Sunnah.