Salat Jumat Menjadi Sia-sia Karena Main Handphone Saat Mendengarkan Khutbah

datariau.com
128 view
Salat Jumat Menjadi Sia-sia Karena Main Handphone Saat Mendengarkan Khutbah

DATARIAU.COM - Hari Jumat adalah hari yang mulia dalam Islam. Di dalamnya terdapat ibadah agung berupa Salat Jumat yang disertai khutbah. Banyak kaum muslimin datang ke masjid, namun sayangnya sebagian justru sibuk membuka handphone saat khutbah berlangsung, membalas chat, bermain media sosial, melihat video, bahkan bermain gim.

Padahal, mendengarkan khutbah dengan khusyuk merupakan bagian penting dari ibadah Jumat. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras terhadap siapa saja yang melakukan hal sia-sia ketika khutbah berlangsung. Bahkan menegur jama'ah lainnya saat khutbah berlangsung, maka menjadikan perbuatan yang sia-sia.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika engkau berkata kepada temanmu, ‘Diamlah!’ pada hari Jumat sementara imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa bahkan mengucapkan kalimat baik seperti “diamlah” saja sudah termasuk laghwun (perbuatan sia-sia) ketika khutbah berlangsung. Maka aktivitas yang lebih melalaikan tentu lebih terlarang lagi.

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa bermain kerikil, maka ia telah berbuat sia-sia.” Pada zaman Nabi ﷺ, sebagian orang memainkan kerikil di lantai masjid saat khutbah. Perbuatan kecil itu saja ditegur oleh Rasulullah ﷺ karena mengganggu konsentrasi mendengarkan khutbah. Maka di zaman sekarang bermain handphone saat khutbah hukumnya tidak boleh karena termasuk aktivitas yang melalaikan dari mendengarkan khutbah.

Para ulama menjelaskan bahwa tujuan larangan tersebut adalah menjaga kekhusyukan dan perhatian terhadap nasihat khatib. Jika memainkan kerikil saja dilarang, maka memainkan handphone yang jauh lebih menyita perhatian tentu lebih layak untuk diharamkan.

Hari ini, handphone bukan sekadar benda kecil. Di dalamnya ada media sosial, video, notifikasi, permainan, dan percakapan yang dapat memalingkan hati sepenuhnya dari khutbah. Karena itu, orang yang sibuk dengan HP saat khutbah dikhawatirkan kehilangan keutamaan dan kesempurnaan pahala Jumatnya.

Baca juga:Hukum Shalat Jum’at bagi Wanita


Apakah Salat Jumatnya Batal


Para ulama menjelaskan bahwa bermain handphone saat khutbah tidak membatalkan salat Jumat secara fikih, namun menghilangkan pahala dan kesempurnaan ibadah Jumat.

Dalam riwayat Abu Darda’, Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika engkau mendengar imam berbicara, maka diamlah sampai selesai.”

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa larangan berbicara dan melakukan kesia-siaan saat khutbah menunjukkan wajibnya mendengarkan khutbah bagi jamaah.

Jadi, orang yang bermain HP memang tetap sah salat Jumatnya insyaAllah, tetapi ia terjatuh dalam perbuatan laghwun yang mengurangi bahkan menghilangkan pahala sempurna Jumatnya.

Baca juga: Belum Banyak yang Tahu, Ternyata Hari Jumat Begitu Istimewa


Bentuk-bentuk Main HP yang Termasuk Laghwun


Beberapa aktivitas yang termasuk perbuatan sia-sia saat khutbah yakni membuka media sosial, membalas chat WhatsApp, bermain game, scroll TikTok atau Instagram, membaca berita tanpa kebutuhan mendesak, memotret atau merekam khutbah tanpa kebutuhan, bermain kamera selfie, dan memakai earphone sambil mendengarkan hal lain. Bahkan sekadar sibuk mengatur handphone tanpa kebutuhan penting termasuk hal yang dibenci ketika khutbah berlangsung.

Kapan Boleh Menggunakan Handphone?


Ulama membolehkan penggunaan HP sebelum khatib mulai berkhutbah atau di sela dua khutbah untuk kebutuhan tertentu. Misalnya mematikan nada dering, mengaktifkan mode senyap, menyiapkan rekaman sebelum khutbah dimulai. Namun ketika khatib telah berbicara, kewajiban jamaah adalah diam dan fokus mendengarkan.

Baca juga:Hukum Khatib Pegang Tongkat Saat Khutbah Jumat

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)