SMM PANEL INDO

5 Jenis Manusia yang Sebaiknya Tidak Dijadikan Teman Dekat Menurut Islam, Nomor 4 Paling Membahayakan

datariau.com
169 view
5 Jenis Manusia yang Sebaiknya Tidak Dijadikan Teman Dekat Menurut Islam, Nomor 4 Paling Membahayakan

4. Orang yang Mengajak kepada Penyimpangan Agama - Ini yang Paling Membahayakan


Inilah yang paling perlu diwaspadai. Mengapa? Karena kerusakan akhlak mungkin masih mudah dikenali. Tetapi ketika seseorang mulai terpengaruh dalam perkara agama, kerusakannya bisa menyentuh keyakinan, prinsip dan cara seseorang memahami kebenaran.

Teman yang baik hendaknya bukan orang yang memiliki penyimpangan dalam agama. Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah mengatakan teman dekat hendaknaya bukan ahli bid'ah.

Yang dimaksud di sini adalah kewaspadaan terhadap teman dekat yang secara nyata mengajak kepada keyakinan atau amalan agama yang menyimpang dari tuntunan syariat, sementara kita sendiri tidak memiliki ilmu untuk membantahnya.

Baca juga:Maulid Nabi Tidak Diperingati di Dua Kota Suci Makkah dan Madinah, Ini Alasannya!


Sebab, seseorang yang terus-menerus mendengar suatu pemikiran bisa saja akhirnya menganggapnya sebagai kebenaran. Pergaulan dengan orang yang memiliki karakter atau pemikiran buruk perlu mempertimbangkan manfaat dan mudarat. Jika pergaulan justru membahayakan agama seseorang, maka pergaulan tersebut harus dijauhi.

Jangan merasa terlalu kuat untuk terkena fitnah. Hati manusia dapat berubah. Karena itu, menjaga agama harus menjadi prioritas.

5. Orang yang Terlalu Rakus Mengejar Dunia


Islam tidak melarang seorang Muslim menjadi kaya. Islam juga tidak melarang seseorang memiliki rumah yang baik, kendaraan, usaha, pekerjaan dan harta yang halal. Yang perlu diwaspadai adalah ketika dunia menjadi tujuan utama sehingga agama dikorbankan.

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah memasukkan orang yang rakus terhadap dunia sebagai salah satu karakter yang tidak baik untuk dijadikan sahabat dekat.

Bayangkan jika setiap hari kita hanya mendengar pembicaraan tentang uang, jabatan, kemewahan, popularitas dan kesenangan. Lambat laun hati bisa ikut mengejar hal yang sama.

Sebaliknya, teman yang mengingatkan kita tentang akhirat akan membuat kehidupan lebih seimbang. Ketika kita lalai, ia mengingatkan. Ketika kita mendapatkan nikmat, ia mengajarkan syukur. Ketika kita terjatuh dalam dosa, ia mengingatkan untuk bertaubat. Ketika kita terlalu mengejar dunia, ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia tidak kekal.

Teman Sejati Bukan yang Selalu Membenarkan


Pada akhirnya, ukuran teman yang baik bukan sekadar apakah dia menyenangkan untuk diajak berkumpul. Teman yang baik adalah orang yang membawa kita lebih dekat kepada kebaikan. Memilih teman bukan perkara ringan karena seorang teman dapat memengaruhi agama, pandangan hidup dan kebiasaan seseorang.

Karena itu, coba periksa kembali lingkaran pertemanan kita. Apakah setelah berteman dengan mereka kita semakin rajin shalat? Apakah kita semakin senang membaca Al-Qur’an? Apakah kita semakin mudah menerima nasihat? Apakah kita semakin menjaga lisan? Apakah kita semakin takut melakukan maksiat? Atau justru sebaliknya?

Jika setelah bergaul dengan seseorang iman kita semakin lemah, maksiat semakin ringan dilakukan dan nasihat agama semakin kita tinggalkan, maka sudah waktunya mengevaluasi hubungan tersebut.

Berteman dengan Semua Orang Tidak Berarti Menjadikan Semua Orang Sahabat Dekat


Perlu dipahami, memilih teman dekat bukan berarti kita boleh membenci, menghina atau berbuat zalim kepada orang yang memiliki kekurangan. Seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berbuat baik kepada sesama.

Larangan menjadikan seseorang sebagai teman dekat yang berpengaruh buruk bukan berarti seorang Muslim sama sekali tidak boleh berinteraksi dengan orang yang memiliki kekurangan dalam agama atau akhlak. Pertimbangan utamanya adalah manfaat dan mudarat dari pergaulan tersebut.

Jika kita memiliki ilmu, kemampuan dan kondisi yang memungkinkan untuk menasihati serta memberi pengaruh baik, maka itu merupakan perkara yang berbeda. Tetapi jika justru kita yang semakin rusak karena pergaulan tersebut, maka menjaga diri menjadi lebih utama. Sebelum memilih teman dekat, lihatlah agama dan akhlaknya.

Karena boleh jadi, orang yang hari ini kita anggap hanya sebagai teman, justru menjadi salah satu orang yang paling besar pengaruhnya terhadap kehidupan kita di dunia dan keselamatan kita di akhirat.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)