PULAU RENGAS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 69 menggelar sosialisasi anti-bullying di SDN 014 Pulau Rengas, Selasa (3/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN UMRI dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas dari tindakan perundungan.
Sosialisasi diikuti para siswa-siswi SDN 014 Pulau Rengas dengan suasana aktif dan penuh antusias. Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN mengangkat tema "Jadilah Teman Baik, Bukan Pembully".
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 58 Wujudkan Lingkungan Sehat melalui Pembuatan TOGA dan Penyerahan Rak Tanaman ke Poskesdes Kayu Ara Permai
Materi yang disampaikan mencakup pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak perundungan, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN menjelaskan kepada siswa bahwa bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik. Perundungan juga dapat dilakukan melalui ejekan, penghinaan, mengucilkan teman, memberikan julukan yang menyakitkan, maupun tindakan lain yang membuat seseorang merasa takut, tertekan, malu, atau tidak nyaman.
Dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, mahasiswa mengajak siswa untuk membangun kebiasaan saling menghargai, menyayangi, membantu, dan menghormati perbedaan antarteman.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 148 Serahkan Tong Sampah kepada Desa Usul untuk Dukung Kebersihan Lingkungan
Dalam sosialisasi tersebut, siswa juga diajak memahami pentingnya menjadi teman yang baik. Mereka didorong untuk tidak ikut melakukan perundungan, tidak membiarkan temannya menjadi korban, serta berani mengambil sikap ketika melihat tindakan bullying.
Selain penyampaian materi, kegiatan diisi dengan interaksi dan aktivitas bersama siswa. Metode tersebut dilakukan agar materi anti-bullying tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi dapat dipahami melalui suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan peserta secara langsung.
Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai sikap yang seharusnya dilakukan ketika mengalami maupun menyaksikan bullying. Mahasiswa KKN juga mengarahkan siswa agar segera menceritakan kejadian tersebut kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.
Baca juga:KKN Universitas Abdurrab Kelompok 17 Edukasi TOGA, PHBS dan Gizi Bersama PKK Desa Senama Nenek
Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan sekolah. Karena itu, menciptakan sekolah yang bebas dari bullying merupakan tanggung jawab bersama, baik siswa, guru, orang tua, maupun lingkungan sekitar.
KKN UMRI Kelompok 69 berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa SDN 014 Pulau Rengas mengenai bahaya perundungan sekaligus menumbuhkan keberanian untuk mencegah dan melaporkan tindakan bullying.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga berharap hubungan pertemanan antarsiswa dapat semakin positif. Nilai-nilai persahabatan, kepedulian, saling menghormati, dan keberanian diharapkan tidak berhenti selama kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau